Teknologi Sistem Tanam Jarwo dan Jarwo SuperTeknologi Jajar Legowo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar Legowo 2 : 1. Selain menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 bagian penting dari teknologi Jarwo Super adalah.1. Penggunaan Varietas Unggul Baru dan Benih Bermutu2. Pemberian Biodekomposer sebelum pengolahan tanah3. Aplikasi pupuk hayati4. Pengendalian organisme pengganggu tanaman OPT5. Penggunaan alat dan mesin pertanian6. Sistem tanam jajar legowo 2 : 1Jajar Legowo Super adalah Teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2 : 1 dengan tujuan sebagai berikut :1. meningkatkan produktivitas secara nyata, 2. meningkatkan keuntungan usaha tani, dan 3. menjaga keberlangsungan sistem produksi (lingkungan dan tenaga kerja)Keunggulan Jarwo Super1. Pemberian biodecomposer pada saat pengolahan tanah kedua mampu mempercepat pengomposan jerami2. Pemberian pupuk hayati sebagai seed treatment yang dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), menambat nitrogen, dan melarutkan fosfat yang sukar larut, serta meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah3. Pestisida nabati yang efektif mengendalikan hama tanaman padi4. Penggunaan alsintan untuk penghematan biaya tenaga kerja serta pengurangan hasil panen Sistem tanam jajar legowo adalah Sistem tanam untuk memanfaatkan pengaruh barisan pinggir tanaman padi (border effect) yang lebih banyak dimana kelompok-kelompok barisan tanaman padi dipisahkan oleh suatu lorong yang luas dan memanjang. Bila jarak antar baris tanaman padi 20 cm atau 25 cm maka lorong yang memisahkan antar kelompok barisan menjadi 40 cm atau 50 cmPrinsip Jarwo Meningkatkan populasi tanaman à pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan Upaya memanipulasi lokasi pertanaman à pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong Tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir)Manfaat dan Tujuan Jarwo Menambah populasi tanaman à akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro Baris kosong à mempermudah pemeliharaan, pemupukan, dan pengendalian H/P melalui barisan kosong/lorong. Mengurangi H/P à lahan yang relatif terbuka kurang disukai tikus; kelembaban lebih rendah sehingga dapat menekan penyakit; angin yang lebih kecang dapat mengurangi WBC Mengefisienkan pupuk à yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan. Adanya efek tanaman pinggir à memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik (pertumbuhan dan hasil)Keuntungan Jarwo• Jumlah rumpun tanaman lebih banyak • Terdapat ruang kosong lebih besar untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong emas, atau memelihara ikan (mina padi)• Hasil 10-20 persen lebih tinggi karena pengaruh tanaman pinggir • Pengendalian H/P dan gulma lebih mudah • Penggunaan pupuk lebih berdaya guna • Seluruh barisan rumpun pinggir memberikan hasil lebih tinggi (border effect)Kelemahan Jarwo Membutuhkan tenaga dan waktu tanam lebih banyak Membutuhkan benih lebih banyak karena adanya penambahan populasi. Pada baris kosong jajar legowo biasanya akan ditumbuhi lebih banyak rumput/gulma. Bila diterapkan pada lahan yang kurang subur akan meningkatkan jumlah penggunaan pupuk tetapi masih dalam tingkat signifikasi yang rendah. Dengan membutuhkan waktu, tenaga dan kebutuhan benih yang lebih banyak maka membutuhkan biaya yang lebih banyak juga dibanding tanpa jajar legowo.