teknologi tumpangsari tanaman (turiman) jagung dan padi gogo
teknologi tumpangsari tanaman (turiman) jagung dan padi gogo pendahuluan tumpang sari (multiple cropping) adalah suatu metode bercocok tanam dengan menanam dua tanaman atau lebih dalam satu lahan dalam waktu yang sama yang diatur dalam bentuk barisan barisan yang rapi. penanaman dengan metode tumpang sari dilakukan hanya pada tanaman yang hanya satu musim panen. beberapa alasan, mengapa teknologi ini dianjurkan untuk petani dan kelompok tani, faktor produksi teknologi budidaya yang belum optimal penurunan luas lahan pertanian upaya yang dapat dilakukan mengoptimalkan penggunaan lahan (mengatur populasi tanaman) teknologi tanam yang tepat sistem tanam tumpangsari populasi rapat meningkatkan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai pengolahan tanah lahan sawah olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (tot) dibuat alur bajak untuk tanam saluran drainase keliling lahan lahan kering sebelum turun hujan dengan cangkul/garpu pada kondisi tanah ringan (dibajak 1 kali) dan digarpu 1 kali komponen teknologi cara tanam ditugal/tabela sistem tanam dan jarak tanam padi gogo (4 baris): (20 cm x 10 cm) x 100 cm jagung: (40 cm x 12,5 cm) x 120 cm jarak antar blok padi dan jagung: 30 cm waktu penanaman padi ditanam lebih awal (10-15 hari sebelum penanaman jagung) jumlah benih padi: 3-5 biji/lubang dengan jumlah benih sebanyak 50 kg/ha; jagung: 1 biji/lubang; dengan jumlah benih sebanyak 30 kg/ha. populasi tanaman padi: 250.000 rumpun/ha dan jagung: 100.000 batang/ha arah barisan tanaman searah matahari dosis pupuk 300 kg urea/ha + 350 kg phonska/ha + pupuk organik 1 ton/ha cara pemupukan umur 10 hst: 1/3 bagian dosis pupuk urea dan seluruh dosis pupuk phonska umur 35 hst: 2/3 bagian dosis pupuk urea pupuk organik: setelah tanam sebagai penutup lubang tanam jagung dan kedelai pengendalian gulma manual dan pestisida: menggunakan herbisida sistemik (ba. glifosat), menggunkan herbisida pra tumbuh untuk pengendalian benih-benih gulma. penyiangan secara manual pada saat tanaman umur 30-35 hst pengendalian hpt pht dan opt sasaran panen matang fisiologis jagung: biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam dan klobot sudah menguning padi: 95% bulir padi telah menguning penutup sistem penanaman tumpang sari (multiple cropping) memiliki keuntungan selain mengurangi resiko gagal panen sistem tumpang sari (multiple cropping) juga dapat mengurangi erosi tanah dan kehilangan tanah olah,pemanfaatanlahan kosong disela-sela tanaman pokok, peningkatan produksi total persatuanluas, menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah danjuga dapat memperbaiki tata air dalam tanah-tanah pada lahan yang dilakukanbercocok tanam. selain memiliki keuntungan tumpang sari (multiplecropping) juga memiliki kekurangan diantaranya terjadi persaingan unsur hara antartanaman, cahaya yang diperoleh tanaman juga semakin sedikit jika tanaman adayang tumbuh terlebih dahulu dan pertumbuhan tanaman akan saling terhambat.