Loading...

TEKNOLOGI WAKTU PEMUPUKAN PADI SAWAH

TEKNOLOGI WAKTU PEMUPUKAN PADI SAWAH
Kelebihan pemakaian dan atau tidak tepatnya waktu pemupukan dapat merusak tanaman dan mengakibatkan tidak efisiennya pemakaan pupuk. Secara unun, banyak petani menggunakan pupuk urea (nitrogen) pada tanaman padi lebih banyak daripada pupuk lainnya,karena pupuk nitrogen relatif murah harganya dibanding pupuk lain. Pemakaian pupuk yang tidak seimbang secara terus menerus pada tanaman padi atau tanaman lainnya dapat memperburuk degradasi tanah dan mengakibatkan meningkatnya masalah hama dan penyakit. Disamping pupuk N,pupuk P dan K pada program intensifikasi padi sawah telah menyebabkan penimbunan fosfat dan kalium pada tanah sawah yang menyebabkan efisiensi pupuk menurun. Penurunan efisiensi ini dapat menyebabkan oleh bnayak faktor, namun faktor yang utama adalah hubungan tanah dan tanaman. Berbagai analisa dan terkurasnya hara lain sebagai akibat pemupukan N,P belebihan. Untuk melaksanakan intensifikasi padi sawah diperlukan rakitan teknologi pemupukan yang lebih efisien dan mudah di adopsi petani. Pemupukan yang baik adalah pemupukan yang berimbang dengan memperhatikan waktu pemberian pupuk yang akan di gunakan pada tanaman padi sehingga pupuk yang di taburkan dapat di serap dengan baik dan tidak berlebihan. Dosis pemupukan berdasarkan rekomendasi dari BPTP Sumatera Barat adalah sebagai berikut : rekomendasi pemupukan untuk daerah Solok Selatan Kecamatan Sangir 100 Kg Urea + 200 NPK (Tanpa kompos jerami/pupuk kandang), 100 Kg Urea + 190 Kg NPK ( Pakai kompos jerami 2 ton/ha) dan 100 Kg Urea + 180 Kg NPK (Pakai pupuk kandang 2 ton/ha). Dosis pupuk tersebut di bagi atas tiga bagian dengan memperhatikan waktu pengaplikasian. Pengaplikasian pupuk yang telah di bagi atas tiga bagian (1/3 :1/3 ; 1/3) tersebut di berikan pada tanaman pada umur 7 sampai dengan 10 hst di berikan pupuknya 1/3 bagian dosis pupuk, yang di taburkan pada jalur tanaman secara merata, kemudaian pemberian pupuk berikutnya pada umur tanaman 25 sampai dengan 30 hst di berikan 1/3 bagian di taburkan secara merata di jalur tanaman yang terakhir pemberian pupuk pada umur tanaman 40 sampai dengan 45 hst 1/3 bagian pupuk yang juga di taburkan di jalur tanaman secara merata. Dengan pemberian pupuk secara bertahap dengan memperhatikan umur tanaman,cara pemberian dan berimbang ini mampu memberikan pertumbuhan tanaman padi dengan baik sehingga menghasilkan padi yang sangat siknifikan. Penulis : Aang Kurniyawan, SP (PP pada BPP Kec Sangir )