Telekonferensi Mengenai Kebijakan dan Program Kementerian Pertanian
Hari Jumat, 5 Januari Tahun 2024. Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu, mengikuti telekonferensi mengenai Kebijakan dan Program Kementerian Pertanian Tahun 2024. Pertemuan jarak jauh berbasis elektronik itu, diikuti dari Kantor BPP yang terletak di Gedung Terpadu, Jalan Jenderal Sudirman, Desa Sungai Selari. Telekonferensi bersama BPPSDMP Kementan RI, dihadiri oleh PPL dari beberapa desa di Kecamatan Bukit Batu. Berikut ini catatan dari kegiatan program Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) di AOR BPPSDMP tersebut. Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim ekstrim yang belum usai. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dalam satu tahun masa jabatannnya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti pada dan jagung sesuai arahan Presiden, untuk menekan impor agar dapat swasembada. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi memberikan arahan bahwa dalam mengatasi masalah pertanian, harus ada kerjasama pemerintah pusat dan daerah serta penyuluh pertanian. Pemerintah yang menyediakan anggaran, sedangkan yang Pemda, petani, penyuluh pertanian bahu membahu mengimplementasikan di lapangan. Narasumber dalam paparan materinya mengatakan bahwa Perkembangan Produksi dan Kebutuhan beras di Tahun 2018-2023 terjadi penurunan maka dari itu target di tahun 2024-2025 dengan melakukan program Akselerasi peningkatan Produksi padi dan jagung. Dan ditahun 2024 juga berharap dapat bisa meningkatkan Produksi kita dengan total 30 juta ton supaya tidak mengimport terlalu banyak lagi. Selanjutnya disampaikan bahwa untuk benih harus dikawal Sertifikasi nya, sedangkan untuk kelangkaan Pupuk solusinya dengan membuat pupuk hayati atau organik. Kita juga harus mengurangi adanya penggunaan anorganik agar tanaman dapat lebih sehat. “Harapan kita selalu berkoordinasi dalam menjalankan program pertanian di lapangan. Semua itu guna meningkatkan produksi Padi, Kedelai, Jagung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.” Tutupnya