Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi teknis para penyuluh dan pelaku utama/usaha sekaligus mendukung desiminasi pengalaman dalam melakukan rekayasa teknis, sosial dan ekonomi, maka melalui DPA SKPD BKPP Provinsi NTT Tahun 2015 dialokasikan kegiatan TEMU KARYA PENYULUHAN bagi para penyuluh dan pelaku utama/usaha yang pelaksanaannya terbagi dalam 10 (sepuluh) rayon. Untuk Rayon II dengan peserta yang berasal dari kabupaten Sikka, kabupaten Flores Timur, dan kabupaten Lembata (pelaksanaan di kabupaten Flores Timur) pada tanggal 22 – 23 April 2015, bertempat di Susteran PRR Weri di Kelurahan Weri Kecamatan Larantuka, kabupaten Flores Timur dengan kehadiran perwakilan para penyuluh dan pelaku utama sebanyak 60 orang yang terdiri dari Kabupaten Lembata 15 orang (Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 6 orang, THL – TBPP 5 orang, PPB 1 orang dan Penyuluh Swadaya 3 orang), Kabupaten Flores Timur 20 orang (Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 8 orang, THL – TBPP 6 orang, PPB 1 orang dan Penyuluh Swadaya 5 orang) dan Kabupaten Sikka 25 orang (Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 11 orang, THL – TBPP 9 orang, dan Penyuluh Swadaya 5 orang Materi yang disampaikan meliputi : (1) Sambutan dan Arahan Kepala BKPP Provinsi NTT, (2) Dukungan Penyuluhan terhadap Enam Tekad Pemerintah Provinsi NTT, (3) Pengaruh Konservasi Tanah dan Air Terhadap Peningkatan Produktivitas Tanaman Semusim dan Pendapatan Petani oleh Petrus Goran Tokan, S.Pt (Kabupaten Lembata). (4) Bekicot Musuh dan Sahabat Petani, oleh Yohanes Ebo, SP (Kabupaten Flores Timur). (5) Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Urea Molales Block (UMB) pada Ternak Kambing melalui Kaji Terap di Kelompoktani Karya Desa Tilang Kecamatan Nita oleh : Broni Vintura Nona, SST (Kabupaten Sikka) Materi secara lengkap dapat diakses terlampir. Penulis : Bidang Ketenagaan