Pendekatan pembangunan pertanian melalui pembangunan sistem dan usaha kemitraan yang harmonis dan berkesinambungan, menuntut adanya peran pemerintah dan pembangunan pertanian dari sektor pelaku menjadi fasilisator, ekselerator dan regulator pembangunan perubahan manajemen pembangunan diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku aparat pemerintah dalam menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan investasi swasta serta memberdayakan pelaku usaha.Pengembangan kegiatan pelaku usaha dan pelaku utama telah dirintis melalui berbagai model pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalah kemitraan usaha, dengan kegiatan kemitraan usaha, berarti dapat melakukan usaha-usaha peningkatan kemandirian masyarakat dan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat.Pada hari Rabu, 27 s.d 28 April Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi menggelar acara Temu Kemitraan Usaha yang dilaksanakan di Hotel Golden Harvest Jambi yang mana pada kegiatan ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Hukum dan Politik, Bapak Ir. Husni Jamal, MAGr dan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari pelaku utama/petani maju (22 orang), penyuluh pendamping lapangan (15 orang), fungsional penyuluh provinsi (3 orang).Kegiatan ini bertujuan : Memotivasi kelompok yang berhasil dalam mengembangkan kelembagaan, kemitraan usaha dan permodalan; Memotivasi kelompok petani – nelayan dalam mengembangkan produksi dan produktifitas usaha tani; Memfasilitasi penyuluh dan petani dengan sumber permodalan, sarana produksi dan pemasaran dengan sasaran terfasilitasinya pelaku utama dengan pelaku usaha mendapatkan sumber permodalan,dan pemasaran serta meningkatkan kemandirian dan pengembangan jaringan kerjasama. (Rima Indriyani, SP & Darmawansyah.Siata _admjmb)