Loading...

TEMU LAPANG BPP MODEL SATKER 10 KECAMATAN KAMANG BARU TAHUN 2016

TEMU LAPANG BPP MODEL SATKER 10 KECAMATAN KAMANG BARU TAHUN 2016
Temu Lapang BPP Model Kecamatan Kamang Baru Tahun 2016 dilaksanakan pada hari Kamis, 8 September 2016 di Lahan Percontohan UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Temu lapang dilaksanakan bersamaan dengan tanam perdana bawang merah percontohan BPP Model Satker 10 tahun 2016. Peserta yang hadir berjumlah 50 orang yang berasal dari perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Kamang Baru. Narasumber pada acara ini yakni ibu Ning Wisma Utami, SP.M.Si selaku Kabid Tata Penyuluhan BP4KKP Kabupaten Sijunjung.Bawang merah ditanam di atas bedengan-bedengan pada lahan percontohan UPTB-BPK Kamang Baru seluas 500 m². Bawang merah dataran rendah didatangkan dari Brebes (Jawa Tengah) sebanyak 25 kg dengan varietas Bima. Perlakuan yang diterapkan ada 3 jenis yaitu penggunaan mulsa plastik perak, penggunaan mulsa jerami dan tanpa mulsa. Bahan-bahan lainnya yaitu pupuk kandang, pupuk urea, SP 36 dan NPK serta kapur pertanian.Kabid Tata Penyuluhan dalam kesempatannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan percontohan BPP Model pada Satker 10 tahun 2016. Kemudian beliau juga memberikan pengetahuan tentang proses budidaya bawang merah dataran rendah dari mulai persiapan lahan sampai dengan pasca panen. Untuk percontohan bawang merah dataran rendah di UPTB-BPK Kamang Baru dilakukan pada bedengan-bedengan seluas 500 m² dengan jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Perlakuan yang dilakukan antara lain penggunaan mulsa plastik perak, mulsa jerami padi, tanpa mulsa, atau penggunaan pupuk dengan dosis yang berbeda. Sebelum benih ditanam, sehari sebelumnya harus dilakukan perlakuan pemotongan pada ujung bawang merah sepanjang 1/3 – 1/4 bagian bawang merah. Setelah dilakukan penanaman harus disiram 2 kali sehari pada pagi dan sore hari pada 10 hari pertama, selanjutnya disiram 1 kali pada pagi hari. Bawang merah dapat dipanen pada umur 65 – 75 hari.Percontohan bawang merah dataran rendah ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam menambah pendapatan keluarga. Bawang merah dapat pula ditanam di pekarangan rumah dengan media tanam polibag, talang air, atau pada bekas botol minuman mineral. Agar bawang merah dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal maka intensitas penyinaran matahari antara 8 – 12 jam sehari. Produktifitas bawang merah dataran rendah dapat mencapai 12 ton/ha dengan harga di pasaran mencapai Rp. 30.000/kg. Harga benih bawang merah kisaran Rp. 50.000/kg. Kebutuhan benih bawang merah sekitar 500 - 1.000 kg/ha. Bawang merah tunggal dapat dijadikan benih untuk ditanam pada musim tanam berikutnya. (M. Iwan Kurniawan, SP – Admin SMIPP Kabupaten Sijunjung)