Loading...

Temu Lapang dalam rangka Mendukung Program Nasional UPSUS Tanaman Jagung

Temu Lapang dalam rangka Mendukung Program Nasional UPSUS Tanaman Jagung
TEMU LAPANG dalam rangka mendukung program nasional UPSUS Peningkatan Produksi Tanaman Jagungoleh: Sudirman, SP (Penyuluh Pertanian Desa Pamboborang Kec. Banggae Kab. Majene Sulbar) Temu Lapang ini kami laksanakan di Kebun Percontohan/Pos Penyuluhan yang terletak di Dusun Galung Paara Desa Pamboborang Kec. Banggae Kab. Majene Sulawesi Barat, pada hari Selasa 26 April 2016 pukul 10.00 - 12.00 Wita yang dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kab. Majene Ir. H. Iskandar, MM dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kab. Majene yang sekaligus Wakil Bupati terpilih Lukman, S.Pd, M.Pd serta Kepala BP3K Kec. Banggae, H. Usman U, SP. Peserta dari kegiatan ini adalah ketua-ketua kelompok tani se-Desa Pamboborang dan semua Penyuluh Pertanian se-Kec. Banggae. Dalam kegiatan ini, kami sebagai penanggung jawab kegiatan melaporkan dua hal, yang pertama; tentang keadaan wilayah kerja khususnya Dusun Galung Paara Desa Pamboborang sebelum kami membuka lahan percontohan di bulan Desember 2012. Wilayah ini sebelumnya merupakan lahan tidur dan tandus, yang tumbuh hanya rumput ilalang dan pohon coppeng. Setelah kami membuka lahan seluas 16 are dengan menggunakan cultivator dan memberikan pupuk kandang sebanyak 1,6 ton, kami menanam bawang merah yang pertama kali (10 Januari 2013) sebanyak 160 kg, Alhamdulillah kami berhasil memperoleh 1 ton umbi kering dan harga pada waktu itu Rp.29.000,-/kg. Yang kami jual 862 kg, sebagian disimpan untuk bibit, sebagian dibagi-bagi pada petani dan ketua-ketua kelompok tani. Dari hasil penjualan bawang merah tersebut, kami mendapatkan sebanyak Rp.25.000.000,- Setelah di kurangi biaya produksi (pengelolaan lahan,pagar,pupuk kandang,pupuk kimia (ponska dan ZA), obat-obatan dan tenaga kerja yang mencapai 5 jutaan, maka kami memperoleh keuntungan Rp.20.000.000,- Setelah melihat dan mendengar keberhasilan kami, langsung ada petani yang tertarik berkebun di sekitar lahan percontohan kami dan sampai sekarang, petani yang datang berkebun sudah mencapai 15 orang, ada yang menanam bawang merah, ubi kayu, jagung, ubi jalar, pisang, kacang hijau, dan ada pula yang menanam HMT atau hijauan makanan ternak Alhamdulillah, lahan yang tadinya tidur dan tandus, sekarang sedikit demi sedikit terbuka dan hijau serta menghasilkan uang. Kami pun sampai sekarang terus mengelola kebun percontohan ini dengan menanam bawang merah 6 kali, cabe besar 1 kali, jagung manis 1 kali, ubi kayu 1 kali, dan terakhir sekarang ini kami menanam jagung seluas lebih 1/4 hektar (membuka lahan baru) sebagai bentuk dukungan dan motivasi ke petani terhadap Program UPSUS Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (padi, jagung dan kedelai) dalam hal ini untuk wilayah kami, tanaman jagunglah yang paling bisa dikembangkan dengan syarat harus diberi pupuk kandang 10-15 ton/ha ditambah pupuk NPK 300 kg/ha dan urea 125 kg/ha sesuai rekomendasi BPTP Mamuju. Kedua, tentang Paket-paket teknologi yang kami terapkan selama mengelola kebun percontohan ini kurang lebih 3 tahun. Di antara paket teknologi yang kami terapkan adalah penggunaan pupuk organik, pupuk cair HANTU, lem tikus untuk mengurangi populasi dan serangan ulat pada bawang merah, penggunaan herbisida pratumbuh, dan sistem jajar legowo pada tanaman jagung, yang kami dapatkan di arena PENAS XIV di Malang yang keberangkatan kami ke Penas merupakan swadaya. Arahan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kab. Majene, Bapak Ir. H. Iskandar, MM, di antaranya tentang Program UPSUS Jagung, diharapkan petani menanam jagung di lahan-lahan yang memang potensial di kembangkan tanaman jagung. Arahan yang lain, tentang pengadaan perpipaan untuk pengairan kebun, menurut beliau, buat perincian anggaran untuk mendatangkan air dari sumbernya, catat semua pipa, selang, penampungan, mesin penarik, dsb, lalu ajukan ke Kepala Desa Pamboborang karena desa sekarang mendapatkan bantuan dari Pemerintah untuk pembangunan fisik 1 miliar lebih. Setelah arahan Kepala Badan selesai, dilanjutkan dengan diskusi. Di antara usulan yang masuk adalah penetapan harga standar pada jagung, karena kalau tidak ada, harga jagung diserahkan kepada mekanisme pasar, maka penanaman jagung sulit dilanjutkan. karena ketika produksi melimpah, harga menjadi anjlok. Sekarang ini harga jagung hanya berkisar di Rp. 2.500,-/kg, kurang menguntungkan. Demikian ringkasan kegiatan Temu Lapang. Semoga di waktu-waktu yang akan datang, kami masih bisa mengadakan temu-temuan yang lain seperti temu teknologi. Aamiin.