GIZI SEIMBANG Gizi Seimbang adalah keseimbangan antara zat - zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun minuman yang di konsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari - hari, mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga) Sosial budaya (tidak bertentangan) Kondisi kesehatan Umur Berat badan Aktivitas Kebiasaan makan (like or dislike). Ketersediaan pangan setempat. 4 Pilar Pedoman Umum Gizi Seimbang Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Manfaat Pemenuhan Gizi Seimbang Masa Kehamilan : Pemenuhan gizi dalam masa kehamilan sangat mempengaruhi kualitas janin yang akan dilahirkan, gizi yang seimbang bisa menciptakan janin yang sehat, tidak cacat dan tidak mudah sakit. Usia Bayi : Dengan gizi yang seimbang, akan terbentuk anak yang sehat dan pertumbuhan fisik, psikomotorik, dan intelektual yang optimal. Cukup ASI saja sampai usia 6 bulan kemudian makanan pendamping ASI sejak 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Berikan MP-ASI secara bertahap dari makanan yang alami. Usia 1 - 3 Tahun : Pada usia ini anak mulai dikenalkan dengan makanan oleh keluarga. Kelainan dan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan otak pada usia sampai dengan 3 tahun tidak bisa diperbaiki pada usia selanjutnya, sehingga kebutuhan gizi yang optimal sangat diperlukan pada usia ini. Usia Prasekolah dan Sekolah : kebutuhan gizi sangat diperlukan untuk konsentrasi belajar, beraktivitas, bersosialisasi, dan untuk kesempurnaan fisik. Usia Remaja : Dibutuhkan pemenuhan gizi yang optimal agar dapat mencapai kematangan fungsi seksual dan tercapainya bentuk dewasa. Usia Dewasa : Gizi optimal dan seimbang pada usia dewasa diperlukan agar tercapai kematangan fisik, psikomotorik, mental, spriritual, dan sosial.