Loading...

Temu Lapang Pengendalian Gulma Dan Opt Ulat Faw Pada Tanaman Jagung Hibrida

Temu Lapang Pengendalian Gulma Dan Opt Ulat Faw Pada Tanaman Jagung Hibrida
Temu lapang pengendalian gulma dan opt ulat FAW di BPP Sumberejo yang bekerjasama dengan penyuluh swasta diharapkan mampu menjawab permasalahan- permasalahan dalam budidaya tanaman jagung. Seperti yang kita ketahui bersama, gulma merupakan salah satu hal yang menjadi momok bagi petani, jika gulma tidak dikendalikan maka penurunan produksi dapat dipastikan menurun. Pengendalian gulma tanaman jagung secara manual atau mekanis memerlukan biaya dan waktu yang cukup tinggi, salah satu upaya pengendalian gulma tanaman jagung adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara sempurna dan penambahan herbisida pra tumbuh, harapannya adalah agar gulma atau biji gulma tidak tumbuh. Selain pengendalian gulma, saat tenu lapang dubahas juga cara pengendalian opt yang ditakuti petani jagung saat ini, yaitu ulat FAW (farm army wrom). Ulat ini berasal dari amerika yang terbawa angin hingga sampai di indonesia khususnya di wilayah BPP Sumberejo. Ulat ini harus dikendalikan sejak dini, saat tanaman berumur 2 minggu ulat ini sudah menyerang yang biasa disebut instar 1, saat instar 1 inilah ulat tersebut lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan instar-instar selanjutnya hingga instar 6. Harapannya adalah petani dapat mengetahui dan mampu mengendalikan gulma dan opt ulat FAW ini sejak dini, sehingga tanaman jagung hibrida dapat berproduksi sesuai potensi.