Loading...

TEMU LAPANG TEKNOLOGI PRODUKSI LIPAT GANDA (PROLIGA) CABE

TEMU LAPANG TEKNOLOGI PRODUKSI LIPAT GANDA (PROLIGA) CABE
Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang turut berkontribusi pada angka inflasi nasional. Ketersediaan cabai di musim tertentu yang terbatas jumlahnya menyebabkan fluktuasi harga di pasaran. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian pun terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura tersebut melalui perbaikan teknologi salah satunya berupa paket teknologi produksi lipat ganda (Proliga) cabai. Proliga cabai merupakan paket teknologi yang di perkenalkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Beberapa teknologi yang dapat menjadi pengungkit produksi, efisiensi biaya dan mengurangi kehilangan hasil yaitu: penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, peningkatan kepadatan populasi tanaman, pengelolaan tanah, hara dan air serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Sejalan dengan hal tersebut, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam telah menggelar demplot kajian Proliga cabai di Kecamatan Setokok, Kota Batam. Kajian ini merupakan kegiatan on-farm Yang melibatkan petani secara partisipatif. Demplot Proliga di Setokok berlokasi di lahan kelompok tani (Poktan) “Maju Mandiri”. Demplot kajian Proliga ini bertujuan agar teknologi tersebut dapat secara langsung dikaji bersama teknologi eksisting yang diterapkan petani secara berdampingan. Dari lokasi demplot kajian Proliga di kedua Kabupaten tersebut, BPTP Kepri bersama petani kooperator menerapkan paket teknologi Balitbangtan (Proliga) meliputi: penggunaan varietas unggul Lokal cabai merah dengan populasi tanaman 30.000 tanaman/ha ditanam zigzag berjarak 50 cm x 70 cm, jumlah tanaman 1 dan 2 per lubang, tempat persemaian sebelum ada semaian disemprot dengan insektisida Spirotetramate+ Imidakloprid 1 ml/l, kemudian dipasang perangkap kuning untuk memantau Bemisia tabacci sampai populasi nol dan perendaman benih dalam larutan fungisida propamokarb hidroklorida 1 ml/l selama 1 jam. Bedengan diberi naungan sungkup tertutup rapat dari kain nylon kerapatan 50 mesh/cm2. Setelah semaian berumur 2-3 minggu (3 daun sejati) diimunisasi inducer daun bunga pagoda. Pemangkasan pucuk bibit di persemaian dilakukan seminggu sebelum tanam agar terbentuk lebih banyak cabang tersier tempat bunga dan buah tumbuh. Keragaan hasil sementara yang dilaporkan saat temu lapang kajian Proliga Cabai di Setokok, bahwa teknologi Proliga mampu menghasilkan jumlah cabang tertier kisaran 83-105 dan rerata jumlah bunga dan buah lebih banyak dibandingkan teknologi eksisting petani baik di Setokok maupun di Galang. Dari testimoni petani kooperator dengan melihat hasil buah varietas unggul Balitbangtan Bibit Lokal akan mencapai 1,3 -1,5 kg per tanaman. Selain itu kelebihan varietas Bibit Lokal daun dan batang lebih kekar serta tanaman tidak tinggi sehingga tidak diperlukan tali penyangga dan tidak mudah roboh. Varietas Bibit Lokal juga memiliki toleransi tinggi terhadap Thrips, tungau maupun ulat Spodoptera exigua dibandingkan varietas eksisting petani. Dengan melihat dan menerapkan secara langsung paket proliga cabai Balitbangtan maka petani sangat antusias sehingga ingin mengembangkan teknologi tersebut lebih lanjut di wilayah lainnya. Acara temu lapang dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Ir. Emry Suarmen, dan petani undangan dari wilayah Kecamatan Sagulung dan Kelurahan Rempang Cate, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yg diwakili Kabid Kelembagaan dan Penyuluh menerangkan bahwa produksi cabai merah Kepri masih fluktuatif dengan harga saat ini berkisar Rp.35.000 per kg. “Kami juga terus mengawal agar petani menerapkan SOP GAP serta melakukan updating apabila ada perkembangan atau teknologi hasil terbaru.