Loading...

Temu Lapangan Petani Jagung Dan Pengenalan Benih Jagung Komposit Varietas Lamuru

Temu Lapangan Petani Jagung Dan  Pengenalan Benih Jagung Komposit Varietas Lamuru
Hari temu lapang petani (Farmer Field Day/FFD) adalah pertemuan antara petani untuk saling tukar menukar informasi untuk menyebarluaskan informasi tentang apa yang diterapkan. Pada kegiatan ini, para petani bisa saling belajar dengan sesama rekan petani terutama petani-petani yang handal dalam melakukan usahatani tanaman jagung yang dihasilkan serta umpan baliknya. Pelaksanaan Hari Temu Lapang Petani yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Caboda Flora bekerjasama dengan salah seorang petani penangkar Benih Jagung Komposit Varietas Lamuru (Bapak Frans Kaju Nitit). Beliau adalah salah satu petani sukses yang selalu ulet dan tekun dalam menjalankan usahataninya. Oleh sebab itu beliau dipercayakan sebagai salah satu penyuluh swadaya di Kecamatan Tanjung Bunga. Dalam melakukan kegiatan usaha sebagai penangkar benih, beliau didukung oleh Program PRISMA (Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture). Kegiatan temu lapangan tersebut dilakukan sebagai salah satu metode dalam memberikan pengetahuan bagi petani tentang cara budidaya tanaman jagung yang baik dan benar. Kegiatan temu lapangan juga menjadi sarana untuk mempromosikan benih jagung varietas Lamuru. Selain itu pada kesempatan yang sama para petani diberikan motivasi untuk menjadi penangkar benih terkhusus Benih Jagung Kompsit Varietas Lamuru. Kegiatan temu lapangan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 bertempat di Balai Desa Sinar Hadigala dan dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus melakukan panen Jagung Komposit Varietas Lamuru di kebun Bapak Frans Kaju Nitit. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh : Camat Tanjung Bunga DANRAMIL 01 Larantuka BABINSA Sekecamatan Tanjung Bunga Kapospol Tanjung Bunga Koordinator Penyuluh BPP Caboda Flora PPL sekecamatan Tanjung Bunga Perwakilan Dari Program PRISMA Pengurus dan Anggota Kelompok Tani serta Gabungan Kelompok Tani sekecamatan Tanjung Bunga Dalam sambutannya, Danramil 01 Larantuka menegaskan bahwa kedaulatan suatu negara sangat tergantung pada ketahanan pangan negara tersebut, sehingga kegiatan pertanian sangat erat kaitannya dengan tugas anggota TNI yaitu menjaga kedaulatan negara. Hal ini diwujudkan dalam Nota Kesepakatan (MoU) antara Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dengan Menteri Pertanian pada tahun 2015 untuk melibatkan Anggota TNI dalam kegiatan pertanian pada upaya khusus (UPSUS) untuk meningkatkan hasil komoditi Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) yang kemudian ditambah lagi dengan komoditi Bawang Merah dan Cabe (BABE) hingga Sapi dan Tebu (SATE). Tugas TNI dalam hal ini adalah melakukan pengawalan dan pendampingan (WALPING) terkait dengan pengadaan saprodi seperti benih, pupuk dan obat-obatan pertanian serta penggunaan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN). Pada kesempatan itu juga bapak Frans Kaju membagikan sedikit ilmuya sebagai penangkar benih untuk memotivasi petani lain agar bersedia mengikuti jejaknya. Menurut beliau, “menjadi penangkar benih memang gampang gampang susah, namun jika dijalani dengan tekun hasilnya sungguh luar biasa, go’e (saya) sudah membuktikannya sendiri. Jika kita menjual jagung konsumsi dengan harga RP. 4000 – RP. 5000/kg, maka harga benih jagung bisa dua sampai tiga kali harga jagung konsumsi”. Respon dari peserta terutama para petani terlihat cukup antusias. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya beberapa pengurus dan anggota kelompok tani yang langsung memesan benih jagung pada saat itu juga. Dengan adanya kegiatan temu lapang tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta perubahan sikap para petani yang hadir ke arah positif guna mengembangkan usahataninya yang berorientasi agribisnis berbasis komoditas jagung. Disusun oleh : Andreas Ado Aran,S.Pt & Kalsum Dato, SST Team BPP Caboda Flora