Kegiatan Temu Penyuluh merupakan agenda tahunan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung pada Bidang Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Penyuluhan (KSPP). Tahun 2014 kegiatan Temu Penyuluh dilaksanakan dengan Gelar Inovasi Teknologi Hasil Karya Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa - Rabu tanggal 13 – 14 Mei 2014 bertempat di Club House Situ Cileunca Pangalengan dengan tema : "Dengan Kreativitas Kita Wujudkan Penyuluhan Berkualitas". Temu Penyuluh dan Gelar Inovasi Teknologi Hasil Karya Penyuluh merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi, kinerja dan kreativitas penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Bandung. Temu Penyuluh diisi dengan kegiatan-kegiatan antara lain lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Inovasi Teknologi, Outbond yang diikuti oleh para Penyuluh serta Penobatan Bapak Bupati Bandung sebagai Bapak Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bandung. Lomba Karya Tulis Ilmiah diikuti oleh 21 peserta, Lomba Inovasi Teknologi diikuti 24 peserta, masing-masing peserta terdiri dari Penyuluh Pertanian Peternakan, Perikanan, Kehutanan, THL-TBPP dan THL-P2BN. Sedangkan Tim Penilai (juri) didatangkan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lembang, Balai Besar Penyuluhan Pertanian (BBPP) Lembang sebanyak 3 orang. Karya Tulis Ilmiah yang disusun oleh peserta merupakan ide, gagasan penyuluh berdasarkan temuan, pengalaman dan pengkajian spesifik lokasi. Sedangkan Inovasi Teknologi yang di gelar merupakan bahan atau alat yang dibuat oleh peserta baik teknologi baru maupun hasil modifikasi dibuat sederhana dan dapat di digunakan serta mudah diduplikasi oleh para petani. Menurut salahsatu juri Ir. Dadi Sumardi dari BPTP Lembang, "kegiatan seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan kreativitas para penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, bahkan di Jawa Barat baru Kabupaten Bandung yang menyelenggarakan kegiatan lomba Karya Tulis Ilmiah dan Gelar Inovasi Teknologi, mudah-mudahan penyuluhan dilapangan dapat terus lebih baik lagi" tuturnya. Sementara Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser menyampaikan pesan kepada seluruh penyuluh untuk terus bersemangat dalam melaksanakan penyuluhan dilapangan agar para petani di Kabupaten Bandung menjadi sejahtera. Mengingat jumlah penyuluh terus berkurang dan berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan serta pertambahan jumlah penduduk yang berdampak terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Bandung maka diperlukan SDM Penyuluh yang handal untuk membangun pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Bandung. Tenaga penyuluh di Kabupaten Bandung saat ini berjumlah 406 orang terdiri dari Penyuluh PNS 105 orang, Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) sebanyak 94 orang, Tenaga Penguatan Produksi Beras Nasional (TP2BN) 62 orang serta Penyuluh Swadaya 145 orang. "Kami juga terus meningkatkan jumlah tenaga penyuluh yang pada saat ini terus berkurang dan kita rencanakan pada tahun 2014 ini akan ditambah tenaga penyuluh swadaya sebanyak 100 orang lebih," jelasnya. Upaya Pemkab Bandung tersebut mendapat apresiasi Kepala Pusat Penyuluh Kementerian Pertanian, Ir. H. Fathan A. Rasyid, M.Ag. Dia menilai, langkah yang ditempuh Pemkab Bandung dalam pengadaan penyuluh swadaya perlu dicontoh oleh kabupaten lain di Indonesia. Menurutnya, jumlah tenaga penyuluh PNS kini semakin berkurang."Saya sangat mengapresiasi cara yang ditempuh Bupati Bandung dalam menyiasati semakin berkurangnya tenaga penyuluh. Ini harus dicontoh oleh daerah lain," ujarnya.Selain itu, Kapusluh juga memberikan apresiasi dengan terselenggaranya Kegiatan Temu Penyuluh dan Gelar Inovasi Teknologi "kegiatan ini belum pernah diselenggarakan oleh Kabupaten lain di seluruh Indonesia, semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kabupaten lain untuk mengembangkan kreativitas para penyuluh" paparnya. Fathan pun merasa tertarik dengan konsep Leuweung Sabilulungan yang digagas Bupati Bandung. Karena menurutnya, konsep penyediaan hutan (leuweung) seperti itu akan mendorong terhadap peningkatan kelestarian lingkungan."Hutan ini bisa berupa wakaf dari pengusaha, masyarakat atau pemerintah daerah itu sendiri untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Itu merupakan konsep yang sangat bagus dan patut ditiru," tambahnya. Fathan menyebutkan, target produksi padi tahun 2014 bisa surplus sekitar 10 juta ton. Pada tahun lalu, sebagian besar penyediaan produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. "Keberhasilan ini tentunya ada sumbangsih tenaga dan pemikiran para penyuluh yang ada di lapangan," katanya. Sementara menurut Bupati Bandung, berkurangnya lahan pertanian di Kab. Bandung ini menjadi kendala bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi padi. Untuk mengantisipasi pengurangan lahan sawah, Pemkab Bandung terus berupaya melakukan intensifikasi pertanian dengan cara penggunaan benih padi unggul, penggunaan pupuk organik, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian yang tepat guna. Selanjutnya penyuluh juga harus berperan aktif dalam mensosialisasikan program-program ketahanan pangan seperti penganekaragaman konsumsi pangan, pengolahan pangan lokal dan program lainnya menyangkut ketahanan pangan. "Tahun 2010 luas lahan sawah di Kab. Bandung mencapai 36.212 ha. Menginjak akhir tahun 2013 turun menjadi 35.975 ha atau berkurang 237 ha," ungkap Dadang pada Temu Penyuluh dan Gelar Inovasi Teknologi Karya Penyuluh di objek wisata Situ Cileunca, Pangalengan. Selain itu, ada beberapa pejabat lainnya yang turut hadir yaitu Ir. Untung Prasetyo A.Pi, MM. Kabid Ketenagaan Penyuluhan BPSDMKP, Ir. Anton Suhartono, MT. Kabid Ketenagaan Penyuluhan BPSDMK, Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP. mewakili Kepala BPTP Lembang. Penulis :aji adham bkppp (admin_bandung)