Kegiatan Temu Penyuluh merupakan agenda tahunan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung pada Bidang Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Penyuluhan (KSPP). Tahun 2015 kegiatan Temu Penyuluh dilaksanakan dengan Gelar Inovasi Teknologi Hasil Karya Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa - Rabu tanggal 7 – 8 April 2015 bertempat di Kampung Batu Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung dengan Tema "Dengan kreativitas Penyuluh kita Bangun Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang Maju dan Berdayasaing". Temu Penyuluh dan Gelar Inovasi Teknologi Hasil Karya Penyuluh merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi, kinerja dan kreativitas penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Bandung. Temu Penyuluh diisi dengan kegiatan-kegiatan antara lain lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Inovasi Teknologi Penyuluh, Temu Wicara dan ice breaking. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapusluh Pertanian BPSDMP Kementerian Pertanian, Kapusluh Kelautan dan Perikanan BPSDMKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kapusluh Kehutanan BPSDMK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta OPD terkait dari Povinsi Jawa Barat dan OPD di Kabupaten Bandung. Adapun Tim Penilai (juri) Dr. Ridwan Rahmat, M.Agr dari Balai Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Bogor, Dr Erdy Santoso, MS dari Balai Penelitian Konservasi dan Rehabilitasi Hutan Bogor, Dr. Ir. Otik.D. Subhakti, M.Si dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Perikanan Bogor. Sedangkan jumlah peserta Temu Penyuluh sebanyak 300 orang terdiri dari Penyuluh Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, THL-TBPP, THL-P2BN serta Penyuluh Swadaya. Karya Tulis Ilmiah yang disusun oleh peserta merupakan ide, gagasan penyuluh berdasarkan temuan, pengalaman dan pengkajian spesifik lokasi. Sedangkan Inovasi Teknologi yang di gelar merupakan bahan atau alat yang dibuat oleh peserta baik teknologi baru maupun hasil modifikasi dibuat sederhana dan dapat di digunakan serta mudah diduplikasi oleh para petani. Menurut salahsatu juri Dr. Ridwan Rahmat, M.Agr mengutarakan "kegiatan seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan kreativitas para penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, bahkan di Jawa Barat baru Kabupaten Bandung yang menyelenggarakan kegiatan lomba Karya Tulis Ilmiah dan Gelar Inovasi Teknologi, mudah-mudahan penyuluhan dilapangan dapat terus lebih baik lagi" tuturnya. Kawasan Kabupaten Bandung merupakan kawasan dengan didominasi Perdesaan yang cukup berpotensi untuk produksi pertanian, kehutanan serta perikanan. Menurut Ir. Anton S. dari BPSDMK, menyampaikan "dampak penyuluhan diharapkan dapat mengurangi lahan kritis di Kabupaten Bandung melalui gerakan pendampingan masyarakat desa disekitar hutan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan serta meningkatkan, mengembangkan aneka usaha kehutanan non kayu seperti lebah madu, jamur kayu dll". Sementara Bandel Hartoyo dari BPSDMP menyampaikan program yang sedang gencar digemborkan yaitu mengenai pajale (padi, jagung dan kedelai) dan P2BN (program percepatan beras nasional) untuk pencapaian swasembada pangan Tahun 2017. "dengan kondisi lingkungan di Kabupaten Bandung saya percaya program tersebut dapat terlaksana dengan baik mengingat sumber daya alam khususnya lahan dan air yang cukup memadai serta keberadaan penyuluh baik PNS, THL dan swadaya sebagai pendamping dan pengawal program tersebut" tuturnya. Adapun pernyataan Ir. Tatang Taufiq Hidayat, MS dari BPSDMKP menyinggung integrasi usaha pertanian dengan perikanan yang akan sangat baik untuk meningkatkan ekonomi petani. "Mengingat letak geografis di Kabupaten Bandung, maka pola usaha Mina Padi dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pendapatan para petani. Sementara Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser menyampaikan pesan kepada seluruh penyuluh untuk terus bersemangat dalam melaksanakan penyuluhan dilapangan agar para petani di Kabupaten Bandung menjadi sejahtera. Mengingat jumlah penyuluh terus berkurang dan berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan serta pertambahan jumlah penduduk yang berdampak terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Bandung maka diperlukan SDM Penyuluh yang handal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis sehingga pelaku pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir yang berdayasaing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan hutan dan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Berkurangnya lahan pertanian di Kab. Bandung ini menjadi kendala bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi padi. Untuk mengantisipasi pengurangan lahan sawah, Pemkab Bandung terus berupaya melakukan intensifikasi pertanian dengan cara penggunaan benih padi unggul, penggunaan pupuk organik, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian yang tepat guna. Selanjutnya penyuluh juga harus berperan aktif dalam mensosialisasikan program-program ketahanan pangan seperti penganekaragaman konsumsi pangan, pengolahan pangan lokal dan program lainnya menyangkut ketahanan pangan. DannyAdmin_Bandung