Pada Hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017, bertempat di Grand Rama Shinta hall Room Patra Hotel dan Convention Semarang. Di lakukan pengukuhan Kepengurusan DPW PERHIPTANI JAWA TENGAH masa bakti 2017 s/d 2022. Pengukuhan di lakukan oleh Gubernur Jawa Tengah GANJAR PRANOWO dan disaksikan Kepala BPSDMP Kementerian Pertanian Bapak MOMON RUSMONO, Kadistanbun Jateng IBU YUNI ASTUTI, Perwakilan kepengurusan DPD Perhiptani se Jawa Tengah dan Para penyuluh pertanian se Jawa tengah sejumlah 1.100 orang. Pengukuhan kepengurusan DPW PERHIPTANI INI bersamaan dengan acara TEMU PENYULUH dengan Tema "Koorporasi untuk Kesejahteraan Petani". Pada kesempatan ini Pengurus DPW PERHIPTANI beserta para penyuluh se Jawa Tengah yang hadir dalam temu penyuluh ini, juga mendeklerasikan kesiapan para penyuluh untuk mendampingi dan mengawal terbentuknya koorporasi petani di Jawa Tengah.TEMU PENYULUH dengan Tema "Koorporasi untuk Kesejahteraan Petani" ini menghadirkan tiga Narasumber, yaitu narasumber pertama dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian Bapak Momon Rusmono dengan materi "Kebijakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian" pada kesempatan ini KABADAN PPSDMP menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi dan mengawal petani, peran penyuluh dalam pendampingan petani tidak hanya sampai output yaitu produksi, produktitvitas meningkat, pendapatan si petani meningkat, tapi lebih dari itu, peran penyuluh dalam pendampingan petani harus berorientasi outcome yaitu kesejahteraan petani. Nara sumber ke dua adalah Bapak Luarso owner PT. BUMR Pangan Sukabumi, pioner pola korporasi petani di Indonesia dari Kabupaten Sukabumi, tema materi yang diangkat oleh beliau adalah "Model Korporasi Petani di Kabupaten Sukabumi" pada kesempatan ini pak luarso menjelaskan secara gamblang pola/model korporasi petani di PT. BUMR Pangan Sukabumi, dari hulu sampai hilir, pembinaan petani disektor hulu terkait budidaya sampai sektor hilir yaitu pemasaran, statemen beliau yang perlu dicatat adalah pola korporasi petani ini sangat mungkin diterapkan di daerah lain, termasuk Jawa tengah yang nota bene merupakan salah satu lumbung Padi/pangan di Indonesia. Narasumber ketiga sekaligus pembinaan kepada para penyuluh adalah GUBERNUR JAWA TENGAH yaitu Bapak GANJAR PRANOWO, pada kesempatan ini beliau mengapresiasi kerja para penyuluh pertanian di lapangan, penyuluh sebagai garis terdepan dalam pendampingan dan pengawalan petani di lapangan. berkaitan dengan pangan, Jawa tengah sebagai lumbung pangan nasional tidak hanya harus tahan pangan, tapi juga menegaskan pentingnya kedaulatan pangan. Gubernur mendorong terbentuknya korporasi atau badan usaha yang berasal dari kelembagaan petani/Poktan/Gapoktan, korporasi petani usaha tersebut bisa berbentuk koperasi, CV, atau perseroan terbatas (PT). beliau juga bakal mendorong dengan pengawalan dan pendampingan penyuluh minimal 1 korporasi yang solid tumbuh di masing-masing Kabupaten/kota di Jawa tengah. (w&_jateng).