Hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 Bidang Koordinasi Penyuluhan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh (BKPP) DIY mengadakan temu Siaga Penyuluh yang dihadiri baik penyuluh PNS maupun penyuluh THL TBPP dari 4 Kabupaten dan 1 kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan total peserta yang diundang berjumlah 540 orang Penyuluh. Kegiatan yang bertempat di Gedung Balai Pamungkas, Jalan Atmosukarto No.1 Kotabaru, Yogyakarta turut mengundang Inspektur Jenderal Kementerian Pertnian RI; Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian RI; Kepala Dinas, Kepala Badan/Kantor tingkat Provinsi dan Kabupaten Se-Daerah Istimewa Yogyakarta.Dalam acara tersebut Kabid. Koordinasi Penyuluhan BKPP DIY Ir.V. Barudin, MSi menyampaikan bahwa permasalahan substantif yang dihadapi dalam percepatan pencapaian swasembada pangan antara lain: (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian; (2) rusaknya infrastruktur jaringan irigasi; (3) semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi Pertanian; (4) masih tingginya susut hasil (losses);(5) belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta belum memenuhi enam tepat; (6) lemahnya permodalan petani, (7) harga komoditas pangan jatuh dan sulit memasarkan hasil pada saat panen raya.Oleh karena itu Pemerintah telah menetapkan Program Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dengan berbagai kegiatan yang meliputi : pembangunan/perbaikan jaringan irigasi tersier (PJIT), Optimasi Lahan dan Air, Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Pra/Pasca Panen, Bantuan benih dan pupuk, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Pengawalan dan Pendampingan Terpadu oleh Penyuluh, Perguruan Tinggi (mahasiswa) dan TNI-AD. Agar pelaksanaan pengawalan dan pendampingan penyuluh dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan dapa berjalan Optimal, Efektif dan Efisien maka dilaksanaka Kegiatan Temu Siaga Penyuluh DIY tahun 2016.Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Ir. Arofa Noor Indriani, M. Si menyampaikan pengarahan dari Gubernur DIY sebagai berikut "Berbicara swasembada pangan, kita tidak boleh lupa pada petani. Karena di pundak petanilah pangan itu diproduksi, petanilah yang pantas disebut pahlawan pangan. Jumlah penduduk DIY berdasar sensus tahun 2010 adalah sebanyak 3.457.491 jiwa. Jumlah rumah tangga petani (RTP) dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Berdasarkan data sensus pertanian BPS, RTP di DIY tahun 2003 ada sebanyak 574.920 menurun menjadi 495.781 pada tahun 2013. Padahal jumlah penduduknya setiap tahun naik sekitar kurang lebih 1 %. Hal ini harus kalian sadari, terutama oleh jajaran pertanian utamanya tenaga penyuluh. Karena petani adalah mitra kerja kalian semua. Petaninya semakin berkurang, sementara beban penyediaan pangannya semakin naik seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya. Kondisi ini semakin diperparah karena alih fungsi lahan juga terjadi setiap tahunnya.Kita di DIY mempunyai tenaga penyuluh sebanyak 612 orang, ini merupakan potensi yang bagus untuk dapat membina, mendampingi para petani kita. Saya pesen kepada kalian semua tenaga penyuluh, agar dapat bekerja keras , bekerja cerdas dan penuh semangat membina dan memberdayakan masyarakat petani sehingga mampu memproduksi pangan yang berkualitas dan mempunyai daya saing. Tanggung jawab penyediaan pangan mutlak harus dilaksanakan dan tidak boleh gagal yaitu melalui kerjasama pemerintah, swasta dan petani.Penyuluh merupakan garda terdepan dalam pemberdayaan dan pendampingan petani, kalian mempunyai peran strategis dan penting dalam upaya peningkatan produksi pangan. Apapun itu, baik pertanian, perikanan maupun pangan dari hasil perkebunan. Swasembada pangan dan peningkatan produksi hanya dapat terwujud apabila bisa meningkatkan produktivitas, dengan intensifikasi melalui penerapan teknologi. Tenaga penyuluh (kalian semua) harus mampu menjadi jembatan penghubung menghadirkan teknologi dari sumbernya yaitu BPTP sampai ke petani dan petani mau untuk menerapkannya. Mengapa harus intensifikasi, karena penambahan lahan pertanian untuk DIY sangatlah tidak mungkin dilaksanakan. Kalaupun ada cetak sawah baru, itu pasti tidak bisa mengimbangi jumlah sawah yang hilang karena alih fungsi.Bagi para Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP), jangan berkecil hati, mulai tahun ini pemerintah berupaya mengangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dalam sistem kepegawaian ASN, walaupun dilakukan secara bertahap", arahan beliau mengakhiri sambutan.Acara selanjutnya adalah pembekalan bagi para penyuluh yang diberikan Kepala Dinas Pertanian DIY. Beliau menjelaskan bahwa serangan organisme pengganggu tumbuhan dan dampak perubahan iklim dapat dihindari untuk melakukan keamanan produksi dengan pengawalan ketat, tepat, terintegrasi dan berkesinambungan melalui penerapan sistem PHT. Keberhasilan pengamanan produksi tidak hanya ditentukan oleh petugas perlindungan, tetapi juga oleh ketersediaan teknologi, SDM pertanian lain, sarana prasarana dan koordinasi operasional terpadu pengamanan di lapangan.• UPAYA PRE-EMPTIF yang dapat dilakukan yaitu :1) Tanam Serentak2) Pergiliran tanaman/varietas3) Penanaman Varietas tahan4) Eradikasi sumber serangan5) Pemanfaatan musuh alami/agens hayati6) Pemupukan berimbang7) Penanaman Tanaman Refugia à meningkatkan Biodiversitas• UPAYA RESPONSIF SPOT STOP yaitu : 1) Populasi OPT dibawah Ambang Pengendalian à Agens Hayati2) Populasi OPT diatas Ambang Pengendalian à Pestisida secara 6 tepatUntuk dapat memaksimalkan upaya-upaya diatas penyuluh berperan penting dalam pengendalian OPT dan DPI dengan membantu penentuan waktu tanam yang tepat, menyuluhkan penerapan pola tanam yang baik, mengarahkan pemilihan varietas yang tepat, mendorong perbaikan budidaya tanaman yang sehat, dan menyebarluaskan informasi dan menggerakan kelompok tani dalam gerakan pengendalian OPT.Dilanjutkan dengan paparan pembekalan oleh Kepala BPSDMP Kementan RI yaitu penyuluh dapat melakukan dukungan berupa :1. Koordinasi dengan dinas menjabarkan sasaran tanam, panen, produktivitas dan produksi sampai tingkat kec;2. Menumbuhkan & mengembangkan kelompok tani menjadi gapoktan dan KEP; 3. Melakukan pendampingan & pengawalan pelaksanaan kegiatan fasilitasi APBN (CPCL, pelaksanaan, monev);4. Dalam rangka percepatan informasi penyuluhan pertanian yang efektif dan efisien dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) yang memuat data: 5. Melakukan pendampingan penyusunan daftar usulan pembelian benih bersubsidi (DUPBB), dan pupuk bersubsidi;6. Melakukan unit-unit percontohan (penerapan teknologi);7. Melakukan replikasi/pengembangan pasca kegiatan bantuan APBN pada MT/tahun berikutnya;8. Meningkatkan koordinasi dengan petugas dinas/kcd dalam hal pencatatan dan pelaporan luas tanam dan panen mingguan dan bulanan;9. Tersedianya data Kelompok Tani (± 281,315) pada SIMLUHTAN;10. Penguatan pemberdayaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S); 11. Penyusunan dan pengesahan standar kompetensi profesi dan pelatihan menuju sertifikasi;12. Pelatihan teknis dan fungsional;13. Pelatihan peningkatan manajemen kelompok tani. Dengan demikian dapat meningkatkan kedaulatan pangan sesuai dengan agenda 7 NAWACITA, yang terkait dengan pertanian,Peningkatan Kedaulatan Pangan • Kedaulatan pangan dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri, yang perlu didukung dengan :• Ketahanan pangan, terutama kemampuan mencukupi pangan dari produksi dalam negeri • Pengaturan kebijakan pangan yang dirumuskan dan ditentukan oleh bangsa sendiri, dan • Mampu melindungi dan menyejahterakan pelaku utama pangan, terutama petani dan nelayan "Penyuluhan pertanian adalah sistem pemberdayaan petani dan keluarganya melalui kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar petani dan keluarganya mampu secara mandiri mengorganisasikan dirinya dan masyarakatnya untuk bisa hidup sejahtera. Petani memang perlu bantuan, tetapi bantuannya harus efektif dan tidak membawa dampak negatif (ketergantungan, hilang tanggung jawab, dsb)", berikut pembekalan Inspektur Jendral Kementan RI mengakhiri temu siaga pada hari ini.