Temu Teknis antar Wilayah disebut juga Temu Tugas adalah kegiatan pertemuan berkala antar Penyuluh Pertanian, atau antara Penyuluh Pertanian, peneliti dan aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani dalam mengembangkan usahataninya (PERMENTAN Nomor: 35/Permentan/OT.140/7/2009). Pelaksanaan Temu Teknis Penyuluh UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru diselenggarakan pada hari Selasa, 25 Juli 2017. Temu teknis ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan pada setiap minggu pada masing-masing Balai Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Sijunjung. Pertemuan ini dilaksanakan melalui biaya operasional UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru Tahun Anggaran 2017. Temu teknis kali ini bertempat di rumah bapak Ananto yang beralamat di Jorong Mekar Jaya Sei Tenang, Nagari Kunangan Parik Rantang.Peserta yang hadir merupakan Penyuluh Pertanian Kecamatan Kamang Baru yang terdiri dari 9 orang Penyuluh PNS (termasuk 3 orang Penyuluh THL-TB yang telah diangkat menjadi CPNS), 3 orang Penyuluh THL-TB, 5 orang Penyuluh THL Kontrak Daerah serta 4 orang Mahasiswa pendamping Upsus. Narasumber pada acara temu teknis ini yakni Ananto, S.TP, M.Si sebagai petani suskses usaha jamur tiram di Kecamatan Kamang Baru yang juga merupakan Dosen Tetap STIPER Sijunjung. Hadir juga pada saat temu teknis rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung antara lain Arwilson, S.PKP, Syafrizal, SST, Enizar, SP dan Yuni Safitri, S.TP.Dalam sambutannya, Kepala UPTD-BPP Kecamatan Kamang Baru yakni bapak Ison Vernely menyampaikan bahwa kegiatan temu teknis dengan topik Budidaya Jamur Tiram merupakan bagian dari pelaksanaan demplot penyuluh pertanian di Kecamatan Kamang Baru melalui anggaran Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Anggaran untuk kegiatan demplot berupa bantuan pembelian bahan baku pembuatan jamur tiram. Dalam kesempatan ini, beliau juga menyampaikan realisasi penyaluran bantuan benih padi bersubsidi melalui PT. Sang Hyang Sri (SHS) telah memenuhi target sebanyak 25 ton di Kabupaten Sijunjung. Realisasi penyaluran benih padi bersubsidi khusus di Kecamatan Kamang Baru melalui PT. SHS sebanyak 12,9 ton. Kemudian diharapkan kepada setiap penyuluh agar segera menyelesaikan data inventarisasi alsintan. Penyuluh pertanian juga ditekankan untuk segera melaksanakan penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian tingkat Nagari dan RKTP dengan untuk tahun 2018 dengan mempedomani Permentan Nomor 47 tahun 2016. Masing-masing Penyuluh juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan dan juga informasi kegiatan di wilayah binaan. Dalam materinya, bapak Ananto menyampaikan topik temu teknis yang berjudul Budidaya Jamur Tiram mulai dari prospek jamur tiram, bahan dan alat yang diperlukan, cara pengadaan biang jamur tiram, cara pembuatan log, penangana panen dan pemasaran jamur tiram. Selain penyampaian materi, beliau juga mengajarkan secara langsung praktek cara pembuatan jamur tiram yang ada di lokasi mulai dari pengadukan bahan-bahan, fermentasi, pemasukan bahan-bahan ke dalam log, peletakan biang jamur tiram dalam log, perebusan log, pemeliharaan log dalam kubung sampai dengan cara panen. Pemilihan usaha jamur tiram oleh Ananto karena bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah didapat seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur serta harganya masih terjangkau dan disukai oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Temu teknis ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi penyuluh pertanian dalam pelaksanaan demplot jamur tiram dan juga untuk disampaikan kepada masyarakat lainnya sebagai usaha dalam peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. (M. Iwan Kurniawan, SP - Admin SMIPP UPTD-BPP Kamang Baru)