Pada tanggal 9 dESEMBER 2019 Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan salah satu kegiatan untuk peningkatan kOMPETENSI l Penyuluh Prtanian se Kabupaten yaitu melaksanakan kegiatan Temu Teknis bagi seluruh Penyuluh pertanian sejumlah 145 orang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan, Kasi Ketode & Informasi, Kepala Dinas Pertanian Kab Bojonegoro Ibu Helmy Elisabet, SP, MM serta 2 nara sumber yang berasal dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Malang Bapak Sugino dan dari Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Ibu Dyah Sulistyowati. Dalam sambutannya Ibu Kepala Dinas Pertanian menyampaikan ucapan terimakasih ke pada para nara sumber yang telah memenuhi undangan pada acara Temu Teknis pagi ini. Selain itu disampaikan pula harapan beliau bahwa Penyuluh Pertanian di Kabupaten Bojonegoro tidak gaptek dengan TIK sebagai tuntutan profesionalisme dalam bekerja mendampingi petani di Era Industri 4.0 ini dan semua acara nanti bisa diikuti penyuluh sampai dengan selesai. Nara sumber pertama dengan materi Sosialisasi Kostratani oleh Bapak Sugino dari BBPP Batu. Kostratani yaitu Komando Strategi Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan, untuk mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Untuk Program jangka pendek yaitu 1). Single data (pengakurasian data lahan dan produksi), 2). Kostratani, 3). Penyediaan pangan, 4). Pembiayaan dan 5). Sinergisitas. Tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, meningkatkan Kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor. Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang mengoptimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Sedangkan Peran Kostratani sebagai pusat data dan informasi, sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, sebagai pusat pembelajaran, sebagai pusat konsultasi agribisnis dan sebagai pusat pengembangan jejaring kemitraan. Pasukan kostratani terdiri dari 16 Tenaga Fungsional, TIK, Koramil dan Polsek. Tujuan Kostratani untuk jangka panjang yaitu mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP sebagai pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan tujuan jangka pendeknya yaitu untuk meningkatkan penguatan sarana dan prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM dan penyelenggaraan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. Nara sumber ke dua denga materi Peran Penyuluh Pertanian dalam menghadapi Era 4.0 oleh Ibu Dyah Sulistyowati dari DPKP Provinsi Jatim. Revolusi Industri di bidang pertanian diikuti dengan SDM Kompeten TIK, Berbasis pengetahuan dan data, teknologi bersifat inklusid dan kolektif. Agenda utama pertanian 4.0 yaitu tranformasi digital di sektor pertanian dan pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian. Implementasi menjadi Penyuluh Milineal harus memiliki kemamuan analisis dan memecahkan masalah, berpikir selangkah ke depan, mengupayakan akses ke sumber informasi, teknologi dan sumber daya lainnya, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial & kewirausahaan, memfasilitasi proses pembelajaran yang efisien, efektif dan tepat guna. Acara terakhir ditutup dengan diskusi dan tanya jawab terhadap materi yang disampaikan dan menjawab permasalahan yang terjadi dilapangan. Oleh SRI SUMI SETYORINI-Admin Kab Bojonegoro