Loading...

TEMU TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH DI BPP WATUKAPU

TEMU TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH DI BPP WATUKAPU
Pada tanggal 11 Oktober 2019 , BPP Watukapu Kecamatan Bajawa Utara menyelenggarakan Temu Teknis budidaya padi sawah dengan peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari unsur Penyuluh, POPT, Kepala Desa, Penyuluh Swadaya dan pengurus kelompok tani. Acara temu teknis dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada yang diwakili oleh ibu Herlida Bate,SP selaku kepala seksi (kasi) Penyuluhan dan Perlindungan Tanaman. Dalam sambutannya kepala dinas yang diwakili oleh Kasi Penyuluhan dan Perlintan menyampaikan bahwa temu teknis ini sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kapasitas aparatur penyuluh pertanian di BPP Watukapu, penyuluh pertanian swadaya, dan para pengurus kelompok tani untuk menerapkan teknis budidaya padi sawah dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas guna mendukung ketanan pangan dan swasembada beras . Lebih lanjut kasi penyuluhan dan perlintan (ibu Herlinda Bate,SP) mengatakan bahwa temu teknis ini selain mendukung pengkatan produksi padi sebagai leading program Nasional, juga mendukung program strategis kabupaten Ngada yakni Program pertanian menuju organic atau pertanian berbasis organic. Selanjutnya kasi penyuluhan menyapaikan juga bahwa landasan hukum temu teknis ini sesuai dengan Undang-undang No 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyelengaraan Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan. (SP3K) dan surat Kepala Badan Pusat Penyuluhan N0 B.12503/SM.020/I.2/08/2019 tentang bantuan operasional BPP. Kegiatan temu teknis penyuluh dan petani di BPP Watukapu setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi Peningkatan Produksi padi sawah dengan menerapkan PTT ( Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang disampaikan oleh kepala BPP Watukapu Kecamatan Bajawa Utara (Bernadus Keu,SST). Landasan pemilihan materi berkaitan dengan masih rendahnya produktivitas padi sawah yang diperoleh petani di wilayah BPP Watukapu Kecamatan Bajawa Utara, oleh karenanya merasa perlu menerapkan suatu pendekatan untuk meningkatkan produksi yakni pengelolaan tanaman terpadu(PTT). Pada kesempatan tersebut pemateri menjelaskan tentang komponen dasar dalam pengelolaan tanaman terpadu(PTT) yakni : 1) Komponen teknologi dasar PTT padi sawah yang meliputi : Penggunaan Varitas padi unggul berdaya hasil tinggi dan bernilai ekonomi tinggi, penggunaan benih bemutu dan berlabel, pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit secara terpadu, 2) komponen teknologi pilihan meliputi : Pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, penggunaan bibit muda (<21 HSS), tanam dengan jumlah bibit terbatas (jajar legowo), pemberian bahan organic berupa kompos atau pupuk kandang serta pengembalian jerami ke sawah sebagai pupuk dan bahan pembenah tanah, system pengairan berselang, pengendalian gulma secara manual, panen dan penanganan pasca panen yang tepat. Selanjutnya pemateri ke 2 tentang Pengendalian hama dan penyakit secara organic pada padi sawah disampaikan oleh Ambrosius Keko,SP. Pemateri ke 2 menjelaskan prinsip-prinsip pengendalian hama dan penyakit secara organic meliputi : habitat yang menguntungkan musuh alami dilestarikan, menambahkan jasad renik kedalam lokasi sawah, membuat pemikat non sintetik, membuat perangkap penolak hama, pengaturan waktu tanam yang tepat, penggunaan pestisida nabati. Ambros mengharapkan dan meyakini dengan menerapkan Pengendalian hama dan penyakit secara organic pada padi sawah oleh petani akan menciptakan lingkungkungan yang ramah dan menghasilkan produksi padi sawah yang aman dikonsumsi sekaligus mendukung program strategis kabupaten Ngada yaitu menuju pertanian organic. Editor : Kristianus Neni Siga Taa,SST (PPL Desa Genamere/Programer BPP Watukapu)