Loading...

Temu Teknis Kecamatan: Menyamakan Presepsi da)n sinergitas kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat Kecamatan Bulango Timur

Temu Teknis Kecamatan: Menyamakan Presepsi da)n sinergitas kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat Kecamatan Bulango Timur
Untuk sinergitas pembangunan pertanian dan percepatan pencapaian produksi pangan strategis nasional maka perlu dilakukan peningkatan kualitas pelayanan kelembagaan dan penyelenggaran penyuluhan. Berdasarkan pada hal tersebut, Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Badan PPSDMP) Kementerian Pertanian telah memprogramkan dan memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas BP3K sebagai Pos Simpul Koordinasi (Posko) pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. BP3K Kecamatan Bulango Timur adalah salah satu BP3K yang mendapatkan alokasi dan fasilitasi kegiatan tersebut pada tahun 2016.Temu Teknis adalah salah satu kegiatan peningkatan kapasitas BP3K. Pada tanggal 31 Maret 2016 bertempat diaula pertemuan BP3K Kecamatan Bulango Timur telah dilaksanakan kegiatan Temu Teknis tingkat Kecamatan. Kegiatan tersebut diikuti oleh Camat, Penyuluh Pertanian, Mantri Tani, Penyuluh Swadaya, Perwakilan Pengurus kelompok Tani dan dihadiri oleh Plt Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bone Bolango. BP3K Kecamatan Bulango Timur selaku Penyelenggara melalui Suwandi Said S.ST mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan Temu Temu Teknis ini adalah bagian dari pengembangan BP3K sebagai Pos Simpul Koordinasi dan Sinkronisasi Program serta Pelaksana Kegiatan Pembangunan Pertanian sekaligus sebagai Pusat Data dan Informasi Pertanian di Kecamatan. Ir. Hj Nilda Tulen selaku Plt Kepala BP4K Kabupaten Bone Bolango pada kegiatan tersebut mengharapkan bahwa dengan pelaksanaan kegiatan temu teknis ini maka BP3K dapat membuat perencanaan dan mensinergikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha di Kecamatan Bulango Timur untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani itu sendiri. KJF Pembina Kecamatan, Mulyadi Sumaga SP menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian dan penyuluhannya maka sebaiknya dapat mengadopsi filosofi PATODU (Tebu), hal tersebut dimaksudkan sebagai gerakan penyuluhan secara terpadu antara akademisi, peneliti, penyuluh itu sendiri dan petani selaku sasaran pembangunan pertanian. Mulyadi juga menegaskan bahwa sebagai pelaksana pembangunan pertanian tujuannya satu, yaitu untuk peningkatan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha, yang membatasi kita hanya ruas-ruas tetapi berada dalam satu batang tebu. Selain itu, dengan terlaksanakannya temu teknis ini maka segala pihak terkait akan lebih mensinergikan, mengkoordinasikan dan mengsinkronisasikan segala hal untuk pencapaian tujuan pembangunan pertanian dan penyuluhannya.