Loading...

Temu Teknis Pemantapan Sistem Penyuluhan Tk. Kab. Bantul Th. 2016

Temu Teknis Pemantapan Sistem Penyuluhan Tk. Kab. Bantul Th. 2016
Bertempat di Inala Resto, pada Rabu (30/03) lalu telah berlangsung Temu Teknis Pemantapan Sistem Penyuluhan Tingkat Kabupaten. Bantul Th. 2016 yang dihadiri wakil dari 17 BP3K. Dalam laporannya, Kasubid Pengembangan Programa Penyuluhan, Informasi dan Teknologi, Ir. Imawan Eko H., MP. menyampaikan bahwa kegiatan yang didanai Satker 10 BKPP DIY Dana Dekonsentrasi APBN tersebut bertujuan untuk sinkronisasi kegiatan dengan instansi terkait serta BP3K, terkait kegiatan swasembada pangan. Dari temu teknis ini diharapakan pelaksana di BP3K dapat menyusun matriks sehingga pelaksanaan kegiatan dapat lebih terencana dan berjalan dengan baik. Sesuai visi misi Bupati Bantul terkait pendidikan dan kesejahteraan, maka sejalan dengan itu, tugas penyuluh pertanian adalah melakukan pendidikan non formal kepada petani. Bagaimana agar petani dan keluarganya dapat menjadi senang dengan pertanian, sehingga termotivasi dan memiliki kebanggaan sebagai petani dan pada akhirnya nilai tambah petani tersebut menjadi meningkat, demikian diutarakan Kepala BKP3 Kab. Bantul, Ir. Pulung Haryadi, MSc., Beliau juga menekankan tentang fungsi BP3K, yaitu sebagai pusat data wilayah, mempunyai data base pertanian yang rinci sampai di tingkat desa. Selain itu sebagai Posko dan sinergi berbagai program dan kegiatan Pembangunan Pertanian, karena pada akhirnya kegiatan-kegiatan diterapkan di tingkat kelompok tani/desa. Agar program dapat optimal dan tepat sasaran harus dikoordinasikan di tingkat kecamatan. Dengan penetapan prioritas kegiatan melalui penguatan BP3K, menjadi pilihan yang rasional, efektif dan efisien dalam membantu petani memecahkan masalah. Sementara itu Kabid Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan, Ir. D. Haris Riyanto, MMA., menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui penyuluhan. Dari Kelompok Tani yang ada di Kab. Bantul, 818 semuanya telah teregistrasi, 75 Gapoktan seluruhnya juga telah teregistrasi, 282 Kelompok Wanita Tani teregistrasi, sementara dari 1027 Kelompok Ternak baru 471 yang teregistrasi, dan 75 UP FMA/KUB beum semuanya teregistrasi, sehingga bagi kelompok yang belum teregistrasi perlu mendapatkan pembinaan lebih lanjut agar kualitasnya pun meningkat. Beliau menambahkan, kebijakan pemerintah yaitu optimalisasi peran penyuluhan dalam pendampingan program swasembada pangan di tingkat BP3K dan WKPP melalui Program gerakan pemberdayaan petani terpadu, melalui penyuluhan, pelatihan dan pendidikan. BP3K menjadi pos simpul koordinasi program dan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan serrta sebagai pusat data dan informasi pertanian di Kecamatan dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan strategis nasional yaitu padi, jagung, kedelai, aneka cabai, bawang merah, tebu, sapi/kerbau. Sementara itu Koordinator Penyuluh Kab. Bantul, Sugeng Prayitno, SP., MSc., menguraikan tentang tugas penyuluh dalam UPSUS adalah untuk melaksanakan pengawalan dan pendampingan teknologi, meningkatkan kemampuan kelembagaan petani, meningkatkan jejaring dan kemitraan dengan pelaku usaha, serta melakukan identifikasi pendataan dan pelaporan teknis pelaksanaan kegiatan. Disampaikan pula data perkembangan Tajarwo di tiap kecamatan, telah ada peningkatan dari 2014 ke 2015. Sebagai rencana tindak lanjut, agar setiap BP3K mencermati alokasi kegiatan dan anggaran yang akan dilaksanakan, mendalami petunjuk teknis kegiatan, serta menyusun jadwal palang dan SPJ. Ir. Yuni S., MSc. dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Bantul, menyampaikan target produksi swasembada untuk tahun 2016 yaitu padi 192.963 ton, jagung 25.008 ton dan kedelai 3.002 ton. Sejumlah strategi dalam UPSUS Pajale yaitu :a. Meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman melalui peningkatan ketersediaan air irigasi, benih, pupuk, dan alsintan. b. Memberikan fasilitasi pendampingan dari penyuluh pertanian, peneliti, perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).c. Kegiatan pengembangan jaringan irigasi, optimasi lahan, Penerapan Sistem Tajarwo Padi, Intensifikasi Jagung dan Kedelai. d. Optimasi lahan pada sentra produksi padi. Sedangkan alokasi untuk kegiatan UPSUS di Kab. Bantul pada tahun 2016 yaitu berupa Pengembangan Jaringan Irigasi mendukung tanaman pangan; Intensifikasi - PTT Kedelai; Combine Harvester; Power thresher Multiguna; Rice transplanter; Corn sheller; Hand tractor, pompa air, dan hand sprayer.