Loading...

TEMU TEKNIS PENGEMBANGAN BUDIDAYA PADI LEGOWO SUPER DI KABUPATEN INDRAMAYU

TEMU TEKNIS PENGEMBANGAN BUDIDAYA PADI  LEGOWO SUPER  DI KABUPATEN INDRAMAYU
Kabupaten Indramayu dengan luas areal sawah 110.000 hektar merupakan salah satu kabupaten penghasil padi/beras di Jawa Barat. Rata-rata pertahun produksi padi yang dihasilkan Indramayu sebesar 1.7 juta ton GKP. Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu surplus beras setiap tahun tidak kurang dari 500 ribu ton. Upaya untuk mewujudkan pencapaian swasembada tersebut berbagai cara dan metode dilakukan Kementerian Pertanian dengan pemberian stimulan alat mesin pertanian, bantuan benih bersubsidi, perbaikan jaringian irigasi,perbaikan jalan usahatani sampai penerapan teknologi terpadu dan penerpan jajarlegowo super.Kabupaten Indramayu pada Musim Tanam 2017 ini melaksanakan percontohan Budidaya jajar legowo super di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Sindang, Kecamatan Bangodua, Kecamatan Karangampel dan Kecamatan Widasari masing-masing kecamatan 2 desa. Berkenaan dengan penerapan jajar legowo super, pada Hari Senin tanggal 22 Mei 2017 bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu dilaksanakan Temu Teknis Pengembangan Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Tujuan dilaksanakannya temu teknis ini agar diperoleh panduan yang sama dalam penerapan jajar legowo super dan mengetahui permasalahan di lapangan. Hadir ada acara tersebut Bapak Iskandar dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Lembang dan dari PT.Pertanian Cirebon.Pembina dari BPTP menyampaikan bahwa Konversi lahan dari Tahun 2002 sampai Tahun 2012 mencapai 199.000 ha atau 111.440 ton GKG/th, Laju jumlah penduduk relatif tinggi yaitu 1,9 % per thn atau 856.021 jiwa per tahun (98 jiwa per jam) yang mengakibatkan tambahan konsumsi beras 7.704,189 tn/th atau 880 kg per jam, Kelangkaan Sumber Daya Air; Sumber Daya Manusia Pertanian dll., Adanya dampak fenomena iklim (Banjir, Kekeringan) yang dapat menyebabkan serangan OPT utama padi (WBC; Tikus; PBP; Tungro; Blas; Kresek/HDB), serta Program Peningkatan Produksi Pangan (UPSUS Pajale, Pengembangan Kawasan Nasional Tanaman Pangan, Jarwo Super, Hazton, Salibu, dlsb.Pengertian Jajar Legowo adalah Cara tanam padi sawah dengan pola beberapa baris tanaman yang diselingi satu barisan kosong sehingga terjadi peningkatan populasi guna mendapatkan efek tanaman pinggir pada semua barisan tanaman. Sedangkan Jajar Legowo Super yaitu Sistem produksi padi yang mengimplementasikan secara terpadu teknologi budidaya padi (Inovasi Balitbangtan) berbasis cara tanam jajar legowo. Teknologi yang diimplementasikan Jajar Legowo Super antara lain Varietas Unggul Baru (VUB), potensi hasil tinggi (Spesifiklokasi), Biodekomposer (perombak bahan organik) saat pengolahan tanah, Pupuk Hayati, serta pemupukan berimbang berdasarkan status hara tanah, Pengendalian OPT dengan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali dan Penggunaan Alsintan (indojarwo transplanter dan mini combine harvester).Ada beberapa komponen Jarwo super yaitu : persiapan lahan, aplikasi decomposer, benih varietas unggul baru, aplikasi pupuk hayati, tanam menggunakan indo jarwo super, panen dengan alat pasca panen.Varietas unggul baru banyak sekali jenisnya, mulai Inpari 8 sampai Inpari 38. Kemudian decomposer dengan dosis 2 kg/ha dicampurkan secara merata dengan 400 lt air bersih (1 bungkus/500 gr dicampur dengan 100 lt air bersih untuk lahan sawah 2.500 m2 atau 175-200 bata/tumbak). Kemudian disiram merata pada tunggul jerami lalu digelebeg dan tanah dibiarkan dalam kondisi lembab selama minimal 7 hari. Penggunaan pupuk hayati ini mengandung mikroba dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, kesehatan tanah. Untuk menghasilkan benih yang baik, rendam 12-24 jam, peram 12-24 jam, sebelum disemai diaplikasikan pupuk hayati. Seed treatment dilakukan sebelum matahari terik (sebelum jam 08.00) atau menjelang matahari terbenam (jam 17.00) dan tidak terjadi hujan. Sedangkan dosis 400 g/ha atau 400 g/20-35 kg benih (2 bungkus/80 gr untuk 5-7 kg benih), aplikasi dilakukan di tempat teduh/tidak terkena matahari langsung. Benih ditanam maksimal 3 jam setelah perlakuan/aplikasi dan sisa pupuk hayati disebarkan di lahan persemaian.Dalam penerapan jarwo super pemupukan harus mempertimbangkan seberapa banyak pupuk yang maasih tersedia di tanah. Hal ini untuk mengefisiensikan penggunakan pupuk, untuk mengukur tingkat ketersediaan pupuk dapat menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Kalender Tanam (Katam) dan Bagan Warna Daun (BWD).Penerapan jarwo super lebih diutamakan penggunaan ke arah organik, oleh karena itu dalam pengendalian hama penyakit berprinsip pada Pengendalian OPT diutamakan menggunakan pestisida nabati berbahan aktif senyawa eugenol sitronelol dan geraniol. Jika diperlukan, aplikasi pestisida anorganik dapat dilakukan. Disamping itu Pemilihan jenis, dosis, dan aplikasi dilakukan mengacu pada rekomendasi.Penggunaan alat-alat mesin pertanian bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, kelangkaan tenaga kerja dan efisiensi budidaya padi dari pengolahan tanah, penanaman, panen sampai dengan pasca panen. Begitu juga panen dan alat panennya. Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu bilamana 90% bulir telah menguning; Panen dilakukan menggunakan combine harvester dan gabah yang dihasilkan dikeringkan (dryer atau dijemur) hingga mencapai kadar air sekitar 14% (gabah kering giling/GKG).Disampaikan pula bahwa dari hasil pengkajian jarwo super di beberapa tempat menunjukkan Inovasi teknologi budidaya jajar legowo (jarwo) super dengan varietas unggul mampu meningkatkan hasil panen rata-rata 2,4 t/ha (34%) atau meningkatkan pendapatan bersih rata-rata Rp 9.291.000/ha dibandingkan dengan cara petani. Melalui penerapan Jarwo Super dapat diperoleh produktivitas benih 4,10-5,12 ton/ha.Kelangkaan tenaga kerja tanam dan panen sudah sangat tinggi, oleh karena itu pemanfaatan alsintan (indojarwo transplanter dan combine harvester) sudah sangat mendesak tetapi perlu penyempurnaan pada beberapa bagian. Petani pada lahan sawah di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat mengharapkan indojarwo transplanter yang lebih lebar jarak tanam-nya. Pelatihan dalam hal pemeliharaan dan pengoperasian alsintan masih sangat dibutuhkan baik oleh para petani yang mendapat fasilitas bantuan alsintan maupun petani lain.Sementera itu dari PT. Pertani menjelaskan bahwa PT.Pertani sudah sering melakukan penangkaran benih padi, baik di lahan sendiri maupun bermitra dengan petani. Oleh karenanya PT. Pertani siap untuk mengopcup calon benih yang dihasilkan dari percontohan jarwo super ini. Diharapkan dengan adanya jaminan pembelian ini petani untuk bersungguh-sungguh melaksanakan percontohan jarwo super. Jangan ragu-ragu menerapkan teknolgi ini, karena petani dikawal, dibimbing oeh para petugas dilapangan. Penyusun :EDI HARNADI – Penyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu