Loading...

Temu Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian Perkebunan Kabupaten Buton Tengah

Temu Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian Perkebunan Kabupaten Buton Tengah
Labungkari, Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah menggelar kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Perkebunan dalam rangka meningkatkan kopetensi tenaga penyuluh pertanian. Acara ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah, Lakudo, Buton Tengah, Kamis (28/11/2019). Temu teknis ini mengangkat tema “Temu Teknis Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian Perkebunan Kabupaten Buton Tengah Tahun Anggaran 2019. Hadir dalam acara ini Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah, Ir. H. Samilu La Bigo, MM yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah sekaligus membuka acara, Drs. Kaslait, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Saharul Tiworo, SP, Kepala Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura, Hayudin, SE, Kepala Bidang Penyuluhan. Acara itu juga dihadiri semua tenaga penyuluh dan jajaran staf Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah. Dalam sabutan pembukanya sekaligus membawakan materi Kebijkan Pembangunan Pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Buton Tengah menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Dinas Pertanian kepada tenaga penyuluh atas kerja kerasnya selama ini membangun pertanian di Kabupaten Buton Tengah dimana penyuluh harus tetap bekerja keras dalam mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045. “Penyuluh harus memiliki daya saing, teknologi, inovasi, kreasi, dan memberi manfaat bagi pembangunan pertanian di Kabupaten Buton Tengah,” ujarnya. Karenanya, Sekretaris Dinas menegaskan Temu Teknis ini diharapkan akan menyemangati penyuluh untuk meningkatkan daya saing manusia pertanian. Yakni untuk lebih giat lagi melakukan pendampingan, penerapan teknologi dan mewujudkan Buton Tengah Berkah. “Kurangi teori perbanyak berbuat untuk masyarakat khusunya petani, perkuat dan pahami usaha tani, pecahkan masalah yang dihadapi petani. Apalagi di era Kementan yang baru, peran BPP dan Penyuluh merupakan ujung tombak percepatan pembangunan pertanian,” tegasnya. Diakhir materi Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Buton Tengah menambahkan kegiatan ini akan menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan SDM pertanian Kab. Buton Tengah. Rangkaian kegiatan berikutnya ialah Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung dan Mengawal Program Pembangunan Pertanian yang dibawakan oleh Sail, S.ST, Ketua Kelompok Jabatan Fungsional (KJF). Ketua KJF membeberkan makna dari penyuluhan yaitu belajar dan penyelenggaraannya meliputi 3 aspek yaitu materi yang dibawakan, metode penyampaian, dan media penyuluhannya. “Penyuluhan adalah proses belajar pelaku utama dan pelaku usaha, untuk menarik simpatik petani maka kita sebagai penyuluh wajib belajar terlebih dahulu. Mempelajari materi penyuluhan yang tepat, metode penyuluhan yang menarik, dan media atau kalau perlu hasil nyata dari kebun percontohan yang kita buat dapat menjadi awal bagi kita membuktikan kepada petani bahwa program yang disarankan baik untuk petani,” bebernya. Untuk menyukseskan aspek strategis tersebut dijelaskan oleh Ketua KJF maka diperlukan kegiatan administratif penyuluh yaitu penjabaran tupoksi, konsultasi, pendataan, dan evaluasi. “Perbaikan menyeluruh di administrasi penyuluh, agar kedepan dan dalam menjalankan programa tidak kebingunagn,” jelasnya. Materi ketiga, yaitu Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Melalui Sistem Pelaporan Kegiatan Penyuluhan Pertanian. Muhammad Lukman Sakiri, S.PKP, Sekretaris KJF sebagai narasumber mengatakan “Tantangan Penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas pendampingan dan pengawalan kepada pelaku utama dan pelaku usaha ke depan semakin berat dalam pembangunan pertanian agar berjalan dengan baik, efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan produktivitas sehingga berdampak pada petani dan keluarganya.” Ditegaskan bahwa laporan prestasi kerja penyuluh pertanian merupakan indikator kinerja penyuluh pertanian dilapangan. “Hasil dalam pelaksanaan pendampingan dan pengawalan program pembangunan pertanian tersebut senantiasa harus dilaporkan sebagai pretasi kerja, indikatornya adalah manajemen organisasi dan teknis,” tegasnya. “Era revolusi industri 4.0 laporan penyuluh pertanian dituntut harus lebih cepat dan tepat waktu. Penyuluh pertanian juga harus melek teknologi, dengan adanya teknologi semua urusan pelaporan kinerja akan, mudah meng data laporan kinerja harian, mingguan, dan bulanan, praktis dalam penyampaian, efektif dan efisien, dapat dijadikan evaluasi diri terhadap capaian kinerjanya, dan sekaligus meningkatkan kopentensi diri,” tambahnya. Laporan kinerja ini akan menjadi bahan analisa untuk perbaikan kinerja para penyuluh pertanian, sekaligus untuk menugukur indikator keberhasilan kinerja penyuluh pertanian dan menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi reward dan punishment bagi penyuluh pertanian oleh pejabat yang berwenang. Narasumber selanjutnya, Hayudin, SE, selaku Kepala Bidang Penyuluhan Kab. Buton Tengah dengan materi Pembinaan Kepribadian Penyuluh Pertanian Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelaskan bahwa “Pembinaan kepribadian penyuluh pertanian merupakan pendekatan penyuluhan dengan memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani atau kelompok tani yang dilakukan secara terjadwal. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan merencanakan kegiatan, mengorganisasikan kegiatan, melaksanakan kegiatan, pengendalian dan pelaporan, mengembangkan kepemimpinan kegiatan.” Penyuluh pertanian harus memiliki integritas ini ditegaskan oleh Kabid Penyuluhan, “Bahwasannya penyuluh mesti memiliki integritas, jujur, data yang akuntable, administrasi yang baik, dan manajemen organisasi dan teknis kuat agar terlaksana penyuluhan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya. Menutup kegiatan Temu Teknis ini dirangkaikan dengan sesi diskusi mengenai masalah maupun kendala yang dihadapi di lapangan. Kabid Penyuluhan selaku moderator dan narasumber menutup kegiatan berpesan, “Semoga setelah mengikuti kegiatan ini salah satu fungsi utama penyuluh pertanian untuk merubah perilaku dari tidak tahu menjadi tahu dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.” Semoga Bermanfaat, Salam Persaudaraan, Profesionalisme, dan Pengabdian. Ferdinan Osnald Ryzaldi Andjioe, SP