Untuk membangun persamaan persepsi dan meningkatkan sinergisitas serta koordinasi dengan Dinas dan Instansi terkait dalam rangka percepatan pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai tahun 2015, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh mengadakan Temu Teknis Penyuluh se Aceh dari tanggal 6 s/d 8 April 2015 bertempat di UPTB-Diklat Pertanian Saree Aceh.Pertemuan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh, pesertanya adalah Kepala Bidang yang menangani penyuluhan Kab/Kota, Koordinator Penyuluh Kabupaten/Kota dan Penyuluh Provinsi dengan nara sumber Ir. Sri widyastuti Penyuluh BPSDMP Kementrian Pertanian R.I, Letkol Saifullah Pabandya wanwil Aster Kodam Iskandar Muda, Ir. Iskandar Idris, M.Si Kepala Badan Ketahanan dan Penyuluhan Aceh, Ir. Lukman, MP. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh, DR. Teddy Rachmad , M.M. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Ir. Mukhlis Yahya, MP. Dosen STTP Medan dan Nurlisma, SP. MP. Koordinator Penyuluh Aceh.Memperhatikan arahan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh serta hasil pembicaraan dari pemateri lainnya maka peran penyuluh dalam kegiatan upsus sangat diperlukan antara lain:Pertama, dalam rangka mendukung pencapaian peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Aceh, dengan sasaran Luas tanam padi 567.000 ha, luas panen 54.000 ha, provitas 50 Ku/ha, produksi 2.700.000 ton. Sasaran Luas tanam jagung 82.658 ha, luas panen 78.465 ha, provitas 46.43 Ku/ha, produksi 364.346 ton. Sasaran Luas kedelai 87.828 ha, luas panen 79.582 ha, provitas 15,98 Ku/ha, produksi 127.208 ton, diperlukan peran penyuluh di tingkat lapangan dengan upaya antara lain a) Latihan Kunjungan dan Supervisi (LAKUSUSI), b) Penerapan/pengawalan 6 tepat benih, pupuk dan sarana produksi lainnya, c) menjadikan Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehuktanan (BP3K) sebagai pos simpul koordinasi juga sinergisitas antara BP3K dengan petugas KCD/UPTD untuk penyampaian percepatan data Statistik Pertanian (SP) dan d) Data Kelompok Tani di benahi (by name by addres).Kedua, kegiatan-kegiatan dalam programa penyuluhan harus mampu merespon kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha dan memberikan dukungan terhadap program-program prioritas dinas atau instansi terkait, karena Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian penyuluhan, serta jadwal penyusunan disesuaikan dengan Musrenbang di tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional agar menjadi acuan program dan kegiatan di semua tingkatan.Ketiga, dalam melaksanakan pengawalan dan pendampingan, dibutuhkan kedisiplinan keikhlasan karena disiplin dan keikhlasan adalah sumber kekuatan dalam mencapai tujuan, sebagai penyuluh dan petugas disiplin wajib kita miliki karena disiplin bukan hanya milik militer, disiplin bukan masalah tentara, marilah kita mulai dari disiplin waktu, disiplin tertib untuk menjadi jalan mencapai tujuan pembangunan pertanian dan khususnya pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai tahun 2015, semoga. (Nurlisma, SP. MP. Penyuluh Pertanian Madya BKP-LUH Aceh).