Loading...

TEMU TEKNIS PENYULUH PERTANIAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2016

TEMU TEKNIS PENYULUH PERTANIAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2016
Kompleksitas permasalahan dan tantangan yang dihadapi petani merupakan konsekuensi logis dalam perubahan dan dinamika proses serta kemajuan pembangunan khususnya dibidang pertanian di era reformasi yang bernuansa desentralisasi (otoda) spesifik lokalita dalam dimensi waktu, wilayah, tatalaksana sebagai upaya mewujudkan keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan, sistim dan usaha agribisnis serta peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya secara berkelanjutan.Tantangan dan permasalahan petani, masyarakat pedesaan tersebut pada gilirannya juga berarti tantangan terhadap profesi penyuluh pertanian dan kehutanan. Eksistensi penyuluh pertanian dan kehutanan sebagai tenaga "fungsional" yang mengemban tugas dan fungsi yang strategis di bidang penyuluhan lebih berperan sebagai mitra kerja, konsultan, pemandu, pendorong dan penggerak petani dan kelompok tani sudah barang tentu dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan kompetensinya agar memiliki pola pikir, kemampuan dan sikap komprehensif, analistis dan terpadu dalam memberikan layanan publik secara prima khususnya terhadap masyarakat petani binaannya. Salah satu upaya peningkatan kompetensi penyuluh pertanian tersebut dapat ditempuh melalui kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan kehutanan yang dilaksanakan di tingkat KabupatenKegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2016 ini dibuka langsung oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan Ir. Aris Setiadi MM. Adapun Narasumber dalam Temu Teknis ini berasal dari BPTP Jawa Timur dan Unsur dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan.Materi yang disampaikan adalah tentang Teknologi Jarwo Super, Budidaya Sistem Tanam Hazton, Kalender Tanam, Evaluasi Tanam Periode Oktober Maret Dalam Rangka Program UPSUS PAJALE, serta Pendampingan UPSUS PAJALE dengan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu.Materi-materi tersebut diharapkan bisa memberikan pengetahuan tambahan bagi penyuluh pertanian dan kehutanan Kabupaten Lamongan sehingga mampu mengikuti perkembangan pertanian baik yang masuk pada program-program teknis Kementerian Pertanian maupun spesifik lokasi di Kabupaten Lamongan pada khususnya.Ke depan diharapkan temu teknis pertanian Kabupaten ini bisa ditindaklanjuti dengan temu teknis di tingkat Kecamatan yang bisa membahas topik-topik dan materi spesifik lokalita di masing-masing wilayah.(Yanuar Rahman)