Peningkatan Sumber daya manusia Pertanian harus senantiasa ditingkatkan, hal ini seiring dengan tuntutan zaman dan semakin berkembangnya berbagai macam teknologi. Demikian hal nya dengan sumber daya Penyuluh juga harus dipacu, ditingkatkan kapsitas dan kemampuanya. Penyuluh pertanian Perikanan dan Kehutanan sebagai garda terdepan dalam proses pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan sudah seharusnya mendapatkan prioritas dalam peningkatan pengetahuan dan kemampuanya. Sebagai manusia biasa Penyuluh PPK memiliki keterbatasan kemampuan dalam melaksanakan tugas, peran dan fungsinya. Karenanya penyuluh PPK juga harus diberikan motivas, pembinaan dan dukungan guna meningkatkan kinerjanya. Guna memenuhi keinginan tersebut Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanin Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Lampung Selatan baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan tahun 2016.Kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan BP4K Lampung Selatan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 2 Juni 2016 bertempat di aula pertemuan Alau-alau Resort, Laguna, Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan Temu teknis kali ini mengusung tema Dengan temu teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kita tingkatkan Peran dan Kapasitas Sumber Daya Manusia Penyuluh Dalam mendukung program Ayo Bangun Desa.Peserta kegiatan temu teknis Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan BP4K adalah seluruh Penyuluh PPK se Kabupaten Lampung Selatan, baik Penyuluh PNS maupun THL TBPP, sedangkan nara sumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Lampung, dan dari Dinas Lingkup PPK Kabupaten Lampung Selatan. Sedianya acara temu teknis Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan akan dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan Bapak DR.Zainudin Hasan, namun karena padatnya kegiatan bapak Bupati, beliau tidak bisa menghadiri kegiatan pertemuan tersebut.Kegiatan temu teknis ini dibuka oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketenagaan BP4K Lampung Selatan, Ir. Endang Purwaningsih.Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Ketenagaan BP4K Lampung Selatan menjelaskan bahwa kegiatan temu teknis Penyuluh PPK seperti ini merupakan agenda kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan BP4K. Lebih lanjut Endang Purwaningsih menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para Penyuluh, meningkatkan motivasi kerja para Penyuluh, disamping juga sekaligus sebagai penyegaran kembali akan tugas - tugas pokok dan fungsi Penyuluh dalam membina pelaku utama dan pelaku usaha di wilayah kejanya masing-masing. Oleh karenanya Endang Purwaningsih selaku ketua penyelenggara juga mengharapkan agar para Penyuluh dapat mengikuti kegiatan temu teknis ini dengan sebaik-baiknya dari awal hingga usainya kegiatan dimaksud.Dalam kesempatan tersebut beberapa nara sumber menyampaikan paparan materi secara bergantian sesuai dengan jatah waktu yang disediakan oleh panitia penyelenggara.Dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung menyampaikan materi dengan judul SINERGI PENELITIAN DAN PENYULUHAN DALAM MENDUKUNG SWA SEMBADA PANGAN DI PROPINSI LAMPUNG. Materi dibawakan oleh Ir. Jamhari Hadipurwanta Penyuluh di BPTP Propinsi Lampung. Menurut Jamhari, Lampung memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia. Peringkat produksi pangan Lampung terhadap produksi pangan nasional : Beras menduduki peringkat ke 7, Jagung peringkat ke 3, sedangkan Ubikayu peringkat ke 1, Hambatan-hambatan dalam peningkatan swasembada tersebut antaralain : a. Pengetahuan, sebagian petani tidak mempunyai pengetahuan serta wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan mereka, memikirkan pemecahannya, atau memilih alternatif pemecahan masalah yang paling tepat untuk mencapai tujuan mereka. b. Motivasi, sebagian petani kurang memiliki motivasi untuk mengubah perilaku karena perubahan yang diharapkan berbenturan dengan motivasi yang lain. c. Sumberdaya, organisasi penyuluhan yang bertugas meniadakan hambatan yang disebabkan oleh kekurangan sumberdaya, tidak terlibat dalam kegiatan penyuluhan sekalipun apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat. d. Wawasan, sebagian petani kurang memiliki wawasan untuk memeperoleh sumberdaya yang diperlukan. e. Kekuasaan, penyediaan informasi tidaklah mungkin membawa perubahan dalam hal kekuasaan petani, f. Wawasan terhadap kekuasaan sebagian petani tidak memiliki wawasan terhadap hubungan-hubungan kekuasaan dalam masyarakatnya maupun tentang sumberdaya kekuasaan yang tersedia bagi mereka serta cara menggunakannya untuk menciptakan perubahan. Demikian ungkap Jamhari dalam penyampaian materinya.Nara sumber dari dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan yang dibawakan oleh Ir. Jalal menyampaikan program yang akan dilakukan pada tahun 2016, menurut Jalal program yang menjadi sasaran utama dinas Peternakan meliputi, Gerakan serentak Birahi (Gertak Birahi), Inseminasi Buatan (IB), dan Sentra Peternakan Rakyat (SPR).Rangakaian kegiatan temu teknis diakhiri dengan penekanan tugas pokok dan fungsi Penyuluh dalam rangka turut berperan dalam program kegiatan Ayo Bangun Desa. Penulis : Yusak Murjoko, (KJF BP4K Lampung Selatan)