Tema yang diusung dalam acara temu teknis penyuluh tingkat kabupaten Pasaman Barat tahun 2016 ini adalah "Pemantapan Penyelenggaraan Penyuluhan untuk Pencapaian Ketahanan Pangan". Acara yang diselenggarakan di aula balerong Bupati Pasbar ini diikuti oleh seluruh penyuluh yaitu penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, baik itu sebagai PPL PNS, PPL THL TBPP maupun PPL Jorong. Acara yang dibuka oleh kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Pasbar ini juga dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Pasbar, tim dari BPTP Sumbar dan spesialnya oleh kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh Propinsi SumbarKepala BP4KKP Pasbar Bapak Gustiwarman, SP dalam sambutannya mengapresiasi terhadap kinerja penyuluh di lapangan. Hal itu disampaikan berdasarkan laporan dari masyarakat dan anggota DPRD yang telah melihat aksi nyata dan dampak dari kegiatan penyuluhan tersebut. Contoh nyata dari dampak penyuluhan itu adalah petani yang sudah mulai mau mencoba melakukan perubahan pola tanam dan musim tanam sehingga bisa meningkatkan produksi tanaman (contoh kasus di kecamatan Talamau, petani yang biasa menanam satu musim tanam dalam setahun sudah mau mencoba dua musim tanam/ tahun)Seorang penyuluh harus mempunyai inovasi teknologi untuk memotivasi petaninya agar bisa merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka (character building). Untuk itu perlu terus adanya pembaharuan (inovasi) teknologi seorang penyuluh melalui pendidikan dan latihan agar terus bisa ditingkatkan hasil kinerjaBapak Ir. Edrizal sebagai kepala DPT PHP Pasbar menyampaikan arahannya tentang tugas dan peran utama seorang penyuluh berada di garis depan sebagai ujung tombak dalam menyukseskan ketahanan pangan. Hal ini didasari dengan permenpan no.2 tahun 2008 tentang jabatan fungsional penyuluh, UU SP3K no. 16 tahun 2006, dan permentan no. 14 tahun 2015 tentang upaya percepatan UPSUS. Ketiga legislasi inilah yang menjadi acuan seorang penyuluh dalam menjalankan bidang dan unsur tugasnya dalam upaya percepatan UPSUS untuk pencapaian ketahanan pangan Acara pamungkas adalah oleh- oleh dari kepala Bakoorluh Propinsi Sumbar Bapak Yeflin Luandri. Beliau menyampaikan visi kementan terbaru yaitu terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Bagaimana upaya untuk mewujudkan visi tersebut? Ada 7 strategi pencapaiannya terdiri dari; 1) peningkatan kapasitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, 2)memberdayakan BP3K ditingkat kecamatan, 3) menumbuhkembangkan kelembagaan petani (poktan, gapoktan dan KEP), 4) meningkatkan PPS (penyuluh pertanian swadaya), 5) mengembangkan Enterpreneurship, 6) pengawalan UPSUS, dan 7) pengembangan SDMP (penyuluh dan petani) Bagaimana menggerakan penyuluhan untuk pencapaian UPSUS 5 komoditas (padi, jagung, bawang merah, cabe dan daging sapi) di Sumbar? Yaitu dengan gerakan pemberdayaan petani terpadu melalui: 1) pengoptimalan BP3K dan 2) pengoptimalan peran PPL. Oleh karena itu marilah kita bersinergi bersama semua instansi baik dari DPTPHP, BP4KKP, Bakoorluh dan semua lingkup kementan untuk melaksanakan tugas kita sebaik dan seoptimal mungkin demi pencapaian ketahanan pangan nasioal (Zuhelmi, penyuluh kec. SRP)