Loading...

TEPUNG GANYONG

TEPUNG GANYONG
Keanekaragamanan sumber pangan yang potensial meliputi pangan sumber karbohidrat, sumber protein hewani dan nabati, hingga sumber vitamin dan mineral, yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya wilayah dan budaya setempat, dikenal dengan istilah pangan lokal. Beberapa pangan lokal sumber karbohidrat banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dari umbi-umbian, antara lain ubikayu, ubijalar, talas, ganyong dan garut.Ganyong atau Canna edulis merupakan salah satu bahan pangan lokal dari jenis tanaman umbi-umbian yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber karbohidrat pendamping beras dan terigu. Istilah nama ganyong dibeberapa daerah dikenal dengan nama buah tasbih, buah pikul, senitra, ganyang atau ganyol.Kelebihan ganyong dibandingkan dengan umbi-umbi lain yaitu dapat dimakan mencapai 68% dari berat bahan segar, mengandung banyak serat dan zat besi lebih tinggi dibandingkan kentang serta dapat menghasilkan tepung amilum 4 – 10 ton per ha. Amilum ganyong mudah dicerna dan sebagian besar berbentuk butiran. Butiran amilum ganyong 100 kali lebih besar dibandingkan butiran amilum pada tumbuhan golongan talas-talasan (Araceae).Umbi ganyong selain digemari masyarakat sebagai bahan makanan kudapan, juga sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku industri. Umbi ganyong yang sudah tua dapat dibuat tepung dan diekstrak untuk pembuatan pati ganyong yang selanjutnya dapat dijadikan bahan pangan sumber karbohidrat yang murah. Melihat potensi ganyong tersebut, pemanfaatan ganyong yang selama ini belum optimal dapat dimaksimalkan untuk mendukung penganekaragaman pangan di Indonesia.Kandungan gizi ganyongNilai gizi ganyong cukup baik, disamping sebagai sumber energi ternyata ganyong banyak mengandung kalsium dan vitamin. Kandungan gizi ganyong per 100 gr bdd (bahan dapat dimakan) adalah sebagai berikut: ganyong mengandung 95,00 gr karbohidrat; 1,00 gr protein; 0,10 gr lemak; 0,10 mgr vitamin B1; 10,00 mgr vitamin C; 21,00 mgr kalsium; 70,00 mgr fospor; 20,00 mgr zat besi; dan 75,00 gr air Tepung ganyong dengan berat 100 gr bdd (bahan dapat dimakan) mengandung gizi antara lain; 85,20 gr karbohidrat; 0,70 gr protein; 0,20 gr lemak; 0,09 mgr vitamin B1; 8,00 mgr kalsium; 22,00 mgr fospor; 1,50 mgr zat besi; dan 14,00 gr air.Untuk mendapatkan umbi ganyong yang berkualitas dengan mutu hasil yang baik perlu diperhatikan penentuan waktu panen. Penentuan waktu panen disesuaikan dengan tujuan penggunaan umbi tersebut. Untuk umbi rebus atau umbi kukus panen dilakukan pada stadium umbi muda yaitu umur 6 – 8 bulan setelah tanam. Bila akan digunakan untuk bahan baku tepung atau pati, panen dilakukan pada stadium ubi tua yaitu umur 15 – 18 bulan setelah tanam. Ciri tanaman ganyong yang sudah siap panen adalah jika daun-daunnya sudah menguning atau mengering, sebagian atau seluruh batang mati, dan umbi-umbinya menyembul kepermukaan tanah.Umbi ganyong dapat diolah menjadi berbagai produk olahan antara lain; umbi rebus/ umbi kukus, keripik, tepung dan pati. Dari produk tepung atau pati ganyong dapat digunakan dalam industri makanan misalnya roti, kue seperti black forest dan brownies, kerupuk, mie, makanan bayi, jenang/dodol, dan lain-lain. Proses pembuatan tepung ganyong.Umbi ganyong yang sudah dipanen tua dan terpilih, dibersihkan dan dicuci bersih. Lakukan pemarutan umbi ganyong, beri air dan aduk. Lakukan penyaringan pati dan endapkan selama 12 jam. Ambil pati yang mengendap dan keringkan. Pati yang kering ditumbuk dan diayak, dihasilkan tepung ganyong yang dapat diolah untuk pembuatan kue. Sumber : Ganyong (Canna edulis) Pangan Sumber Karbohidrat. Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan. Badan Ketahanan Pangan. Kementerian Pertanian . Penulis : Ir. Arman Moenek, M.Ed (Penyuluh Pertanian Madya)