Jagung merupakan salah satu makanan pokok di sebagian penduduk Indonesia. Jagung dapat diolah menjadi beberapa jenis bahan makanan atau dapat dijadikan tepung jagung dan tepung maizena.Untuk mengolah jagung menjadi pangan olahan lain sebenarnya ada banyak sekali caranya, di antaranya adalah menjadikan jagung sebagai cemilan jagung manis, dibuat bakwan jagung, perkedel jagung dan sebagainya. Nah tapi untuk kali ini saya khususkan hanya untuk mengolah jagung menjadi tepung jagung. Adapun Cara Membuat Tepung dari Biji Jagung adalah sebagai berikut;1. Pilihlah jagung yang sudah tua.2. Jemurlah tongkol jagung sampai kering agar mudah melepaskan biji jagung dari tongkolnya.3. Bila telah kering, lepaskan biji jagung dari tongkolnya.4. Haluskan biji jagung dengan menggunakan Blender.5. Jagung yang sudah di Blender diayak untuk memisahkan tepung yang halus dan yang masih kasar.6. Tepung yang masih kasar di Blender lagi.7. Tepung yang masih lembab dapat dijemur kembali sampai kering dan siap untuk dijadikan bahan olahan,Cara pembuatan tepung maizenaTepung pati jagung (maizena) dapat diperoleh dengan cara ekstraksi basah biji jagung. Maizena dapat digunakan sebagai bahan pembuat roti, kue kering, biscuit, makanan bayi dan digunakan dalam industri farmasi. Cara pembuatan maizena sebagai berikut :1. Jagung dibersihkan dari debu, kerikil, pasir atau potongan tongkol.2. Lakukan perendaman dengan tujuan untuk melunakkan biji jagung, sehingga memudahkan pemisahan kulit dan lembaga tanpa banyak kehilangan pati. Perendaman dapat juga mereduksi kegiatan bakteri yang akan memasuki proses penggilingan dan dapat menghilangkan bagian yang larut pada biji.3. Perendaman dilakukan pada tangki/bak berlapis porselin, atau stainless steel. Suhu perendaman antara 45-500C untuk menghindarkan terbentuknya alkohol karena proses fermentasi oleh khamir (jamur).4. Pada proses perendaman, air dalam tangki/bak diberi sedikit SO2 0,1-0.5 % penggunaan SO2 bertujuan untuk membantu pelepasan pati dari endoperm dengan melenggorkan ikatan matriks protein.5. Lama perendaman sekitar 30-40 jam. Setelah perendaman tersebut, jagung menjadi lunak dan selanjutnya kulitnya dapat dikupas dengan mudah.6. Pemisahan lembaga dari butir jagung dilakukan dengan menggunakan germ separator (alat pemisah lembaga dari butir jagung).7. Butir jagung kasar diolah menjadi ekstrak pati melalui dua cara, yaitu cara basah dan cara kering.8. Pembuatan ekstrak pati secara kering adalah sebagai berikut;a. Jagung pipilan yang telah dikeringkan digiling hingga menjadi tepungb. Tepung jagung direndam dalam larutan NaOH 0,1% dan dilakukan pengadukan beberapa kali. c. Campuran dibiarkan pada suhu ruang sampai patinya mengendap (± 3 jam) dan cairannya merupakan larutan protein dalam NaOH.d. Cairan selanjutnya dipisahkan dari butir-butir pati dengan mencuci pati dengan air dari sisa-sisa NaOH dan protein. 9. Pembuatan ekstrak pati secara basah adalah sebagai berikut: a). jagung yang sudahdipsahkan dari kulit dan lembaganya langsung dipilih sehingga dihasilkan bubur jagung, b). bubur jagung disaring dengan saringan mesh 80 untuk memisahkan butirbutir pati dari bagian yang masih terlalu kasar, c) pati didalam saringan dibiarkan mengendap seperti pembuatan tapioca, atau langsung direnda, didalam larutan NaOH 0,1% sambil diaduk-aduk dibiarkan mengendap, d). cairan selanjutnya dipisahkan dari butir-butir pati dengan cara mencuci pati dengan air dari sisa-sisa NaOH dan protein10. Hasil ekstraksi berupa endapan pati yang padat. Endapan tersebut lalu diambil, dalam bentuk bongkahan atau gumpalan pati basah, selanjutnya dikeringkan hingga kadar air sekitar 14%. 11. Selanjutnya pati tersebut digiling dan diayak sehingga menghasilkan pati yang halus. Penggilingan pati dilakukan 2 s/d 4 kali. Dengan alat penggilingan yang lengkapi dengan alat pengayakan yang berukuran 80 – 100 mesh.12. Sebelum masuk proses pengayakan, jagung yang telah digiling halus perlu diturunkan suhunya agar memudahkan dalam pengayakan.13. Tepung maizena yang telah digiling halus, dkemas dengan baik untuk disimpan Penulis : Ir. Meutia Safrida/Penyuluh Pertanian MadyaSumber : 1) http://www.tiportips.com2) Sumber gambar : www.femina.co.id