Loading...

TEPUNG SAGU

TEPUNG SAGU
Komoditi sagu merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 35 kalori. Tanaman sagu tersebar luas diwilayah Indonesia seperti Riau, Kepulauan Metawai, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya. Sebagai sumber karbohidrat sagu mempunyai keunikan karena tumbuh dirawa-rawa kondisi ini memiliki keuntungan ekologis tersendiri. Bagian batang sagu (empelur) dapat diekstrak menjadi pati sagu sebagai bahan pembuatan tepung sagu. Kandungan gizi tepung saguKandungan nilai gizi tepung sagu adalah sebagai berikut: 355 kalori, 94 pati, 0,2 gram protein, 0,2 lemak, 3 mgr Natrium, 5 mgr kalium, 10 mgr kalsium, 3 mgr magnesium, 29 mgr phosphor, 1,2 mgr zat besi, 0,03 mgr tembaga, dan 13 mgr Chlor, juga mengandung karotein piamin, dan asam askorbat dalam jumalh yang sangat keci.Manfaat tepung sagu Beberapa manfaat tepung sagu yang dapat dipakai sebagai aneka bahan dasar olahan anatara lain ;1. Bahan dasar pembuatan aneka makanan olahan tradisional.2. Bahan campuran pembuatan roti, cake, kue kering dan biscuit3. Bahan baku industri seperti High Fructosa Syrup (HFS), plastic daur ulang, alcohol, tekstil, obat-obatan, lampu computer, dan layar flat, monitor,tv dan campuran pembuatan lem untuk plywood.Proses pembuatan tepung saguSetiap pohon sagu dapat menghasilkan sekitar 40 kg – 450 kg tepung sagu basah. Sehingga untuk menghasilkan jumlah tepung sagu yang banyak dan kualitasnya baik diperlukan pemilihan pohon sagu yang siap panen untuk diolah lebih lanjut. Ciri-ciri pohon sagu yang sudah siap panen dan dapat menghasilkan tepung sagu yang banyak dan kualitasnya baik yaitu pohon sagu yang telah menguning pelepah daunnya, duri pada pelepah daunnya hampir seluruhnya hilang, daun muda yang baru terbentuk ukurannya pendek dan kecil. Batang sagu yang terpilih ditebang, kemudian dilakukan pengupasan batang sagu, dan didapat empelur sagu yang putih dan bersih. Empelur batang sagu ini diparut dengan alat pemarut. Hasil parutan ini yang berbentuk bubur di tambahkan larutan sulfit sebanyak 3 gram / 1 liter air agar diperoleh tepung sagu yang putih bersih. Selanjutnya dilakukan penyaringan suspensi pati, dan kemudian dilanjutkan dengan pengendapan pati sagu, air bagian atas dibuang dan pati yang mengendap dikeringkan dengan jalan menjemur pada terik matahari. Pati yang kering digiling dan diayak sehingga menghasilkan tepung sagu, dan selanjutnya disimpan dan dikemas. Penulis : Ir. Meutia Safrida/Penyuluh Pertanian MadyaSumber :htpp:/litbang.deptan.gi.idSumber gambar : www.kaskus.go.id