Bagansiapiapi, 19 Oktober 2020 Upaya Penerapan Rumah Pangan Lestari atau Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan wujud Implementasi Kemandirian dan Ketahanan Pangan yang dimulai dari Rumah Tangga. Pemanfaatan Pekarangan dapat dijadikan Pasar sebagai kebutuhan dapur, diantaranya, Kebutuhan Sayur, Kebutuhan Buah Segar, Obat, Bumbu dapur, Ikan, Telur, serta Daging. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Rokan Hilir, berkomitmen menjadikan Pekarangan sebagai sektor penghasil pangan keluarga yang bergizi, beragam, seimbang dan aman (B2SA) dengan penerapan Konsep pemanfaatan Pekarangan sebagai tempat berbudidaya baik itu tanaman, Budidaya Ikan, maupun ternak kecil dipekarangan. Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, H. Muhammad Rusli Syarief.S.Sos, membangun taman edukasi pertanian Terpadu yang dipusatkan di Daerah Komplek Perkantoran Batu 6 Bagansiapiapi Kab. Rokan Hilir, guna untuk memberikan inovasi dan motifasi kepada Pegawai, Staf, dan Instansi Pemerintahan, serta masarakat umum agar dapat melihat secara nyata penerapan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai tempat berbudidaya untuk kebutuhan pangan keluarga. di taman ini dilengkapi dengan berbagai jenis budidaya tanaman yang ramah lingkungan, sistem organik, teknik bercocok tanam, budidaya ikan air tawar, serta beberapa contoh ternak unggas. hal ini merupakan konsep yang sederhana yang dapat di tiru oleh masarakat atau petani dalam mengelola pekarangan, jika setiap masarakat mampu membangun pekarangan menjadi Pasar untuk kebutuhan dapur, niscaya 70 % kebutuhan pangan dapat disuplai dari pekarangan rumah. jelas Ruslie. Adapun Keuntungan memanfaatkan Pekarangan sebagai sumber pangan adalah sebagai berikut: 1. Sebagai pasar bagi keluarga, dengan penyediaan Sayur Segar, Bumbu dapur, Obat obatan, Buah Segar, dan Koleksi Tanaman Langka. 2. Sebagai Tempat budidaya ikan air tawar baik kolam biasa, kolam terpal, maupun ember (Budikdamber) 3. Sebagai tempat budidaya Peternakan Kecil seperti Unggas, Ayam, Itik dan Puyuh 4. Sebagai tempat menghasilkan Telur segar (Ayam dan Itik) 5. Sebagai sarana Hiburan Keluarga/Nilai Estetika 6. Sebagai Taman Edukasi Keluarga (Terutama Anak anak untuk mengenal bercocok tanam dan lingkungan) 7. Sebagai Penghasilan Tambahan (Menjual Produk yang dihasilkan dari Pekarangan) 8. Sebgai Tempat Silahturahmi 9. Sebagai Ladang Pahala (Banyak Bersedekah Tanaman/Hasil Panen, dan Sedekah Ilmu) Konsep ini terbukti menjadikan Kemandirian Pangan bisa dimulai dari Lingkungan dan Pekarangan Rumah. Tomiri