Loading...

TERNAK ITIK SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA

TERNAK ITIK SEBAGAI SUMBER GIZI KELUARGA
I. PENDAHULUAN Itik merupakan salah satu ternak yang cukup potensial untuk dikembangkan. Dengan system pemeliharaan yang cukup sederhana serta tidak memiliki sifat mengeram maka produksi telurnya cukup tinggi, sehingga ternak itik dapat memberikan sumbangan bagi penyediaan produksi hewani yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. II. PEMILIHAN BIBIT Anak itik dapat diperoleh dengan 2 cara yakni : ditetaskan sendiri, membeli anak itik umur 1-2 hari. Tanda-tanda anak itik yang baik adalah:a. Lincah dan gesitb. Mata agak menonjol, kuning dan bercahaya.c. Lehernya kecil, panjang dan bulat seperti rotan.d. Bagian rongga perut terasa lembut tapi kenyal.e. Bulu halus, lembut, mengkilat dan menutupi tubuhnya secara merata.f. Kakinya berdiri kokoh.g. Tidak mempunyai cacat tubuh. III. KANDANG Banyak bentuk kandang yang dapat digunakan untuk memelihara itik, diantaranya :a. Sistem litter : cukup dengan pagar keliling.b. Sistem Baterec. Sistem Kolonid. Sistem Postal Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang yaitu: 1. Bagian luar kandang (didalam pagar keliling) dibuat tempat makan dan minum dengan atap penutup.2. Bagian dalam kandang (pada bagian sudut ) dibuat tempat sarang bertelur dengan ukuran 60 x 35 x 40 Cm.3. lantai kandang sebaiknya dari papan atau tanah yang dipadatkan. Diatas lantai ditaburi sekam, potongan jerami, serbuk gergaji yang dicampuri dengan kapur dan pasir setinggi 5-10 cm.4. Daya tampung kandang. Satu meter persegi dapat menampung:a. 30-35 ekor anak itik umur 0-4 minggub. 10-15 ekor anak itik umur 1-3 bulanc. 7 ekor itik mudad. 4 ekor itik dewasa IV. M A K A N A N Makanan dapat diberikan dalam bentuk kering dan basah. Pemberian makanan dalam bentuk kering hendaknya disertai dengan penyediaan air minum yang banyak. Makanan terdiri dari campuran bekatul, jagung dan bahan makanan buatan pabrik. Bila sulit mendapat makanan buatan pabrik dapat diganti dengan cacing, bekicot dan ikan-ikan kecil.Jumlah makanan yang diberikan perhari per ekor yaitu :a. anak itik = 35 Gramb. Itik muda/dara = 75 Gramc. Itik Dewasa = 110 Gram V. PENGENDALIAN PENYAKIT Pencegahan penyakit merupakan tindakan yang paling baik, yaitu sebagai berikut :- Kebersihan tempat makan, minum dan alat perkakas.- Mengubur / membakar telur atau itik yang tidak menetas.- Mencegah itik memakan makanan (pakan) yang busuk.- Penambahan sayuran segar atau pemberian vitamin B1 dalam pakannya.- Memisahkan itik yang sakit dari kelompok itik yang sehat. II. PASCA PANEN Hasil utama dari usaha ternak itik adalah telur dan daging. Agar memperoleh nilai tambah, diperlukan penanganan yang lebih baik terutama pada telur itik. Telur itik dapat dibuat telur asin. Ada beberapa cara pembuatan telur asin adalah sebagai berikut : 1. Air garam panas, dengan cara:- Taburi garam sebanyak 100 gr pada dasar tempayan yang akan digunakan untuk merendam telur.- Masukan telur kedalam tempayan sebanyak 20 liter.- Masukkan air garam ( 200 gr yang sudah direbus dalam 1,5 liter air )- Taburi 100 gr garam, kemudian tutup rapat.- Simpan selama 6 – 10 hari. 2. Adonan air garam, bubuk batu bata / abu jerami, dengan cara:- di bersihkan dengan air hangat- di amplas agar lebih tipis- telur dibungkus dengan adonan- dibuat adonan air garam, bubuk batu bata / abu jerami perbandingan 1 : 3- disimpan dalam kuali / baskom selama 10 hari- telur asin sumber : digali beberapa sumberDisampaikan oleh : Mauti/Koordinator BPP BajubangAdmin Cyber : Bilal,SP