Terkadang mudah menyusun sebuah rencana, namun sangat sulit untuk menyatakan sebuah kepastian pelaksanaan dari apa yang direncanakan, terutama tantangan dalam mengumpulkan sekelompok orang menjadi sebuah satu tujuan. Sangat banyak ibu rumah tangga yang belum pernah tersentuh dengan penyuluhan bidang pertanian, karena mereka tidak bergabung dalam kelompok tani di pedesaan. Sangat banyak kegiatan yang melibatkan kecakapan kerja dari seorang wanita sebagai ibu rumah tangga. Namun bisa jadi ibu rumah tangga juga menjadi barisan penghalang dalam peroses masuknya teknologi dan inovasi baru ke tengah masyarakat. Melalui aktivitas majelis taklim Pengajian penyuluh pertanian dapat memperhatikan dari dekat sambil bersiraturrahmi bergabung dan perhatikan bagaiman kuatnya jalinan kebersamaan mereka. Kekuatan kebersamaan ibu pengajian dan sangat arif dapat kita jadikan ilmu dasar memperkokoh suatu kelembagaan terutama dalam berkelompok tani. Semua orang tahu kebutuhan rohani dapat terpenuhi dengan majelis pengajian, namun kebutuhan lain dalam rumah tangga seperti vitamin, mineral dan serat harus didapat dari berbagai sayuran segar. Sayuran segar dapat kelola pada lahan perkarangan rumah atau diteras rumah dengan menggunakan media tumbuh pada vertikultur. Oleh karena ibu majelis taklim ini selain butuh ustad pembimbing rohani juga merasa perlu kehadiran penyuluh pertanian di perkumpulan mereka. Sehingga mereka melakukan musawarah pembentukan sebuah kelompok tani beranggotakan ibu pengajian, untuk mendapatkan pembinaan rutin dari seorang penyuluh secara syah dan legal. Alangkah indahnya perkarangan rumah ditanami dengan berbagai jenis sayuran, untuk dipetik setiap pagi. Penyuluhpun mengajak menyiapkan kantong poly bag sebagai media tempat bertanam. Dengan mengisi tanah subur dari bahan organic kaya sumber hayati tanamanpun mulai dibudidaya di perkarangan rumah para ibu rumah tangga yang aktif mengaji dan punya kelompok wanita tani. Suwito/ Ab Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Silih Nara