Loading...

THL TB PENYULUH PERTANIAN SE KABUPATEN INDRAMAYU MENDAPAT PELATIHAN AGRIBISNIS PADI

THL TB PENYULUH PERTANIAN SE KABUPATEN INDRAMAYU  MENDAPAT PELATIHAN AGRIBISNIS PADI
Upaya pemerintah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat khususnya beras tidak pernah berhenti dan pada tahun 2004 produksi padi Indonesia kembali surplus beras. Produksi dan kebutuhan beras di Indonesia selalu berfluktuasi seiring dengan meningkatna penduduk, hal ini mengakibatkan cadangan pangan kita semakin berkurang. Upaya untuk berswa sembada pangan ini hampir selalu dikumandangkan seiring dengan pergantian pemerintahan. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo ini kumandang tersebut lebih digemakan kembali dan menargetkan swa sembada pangan khususnya padi, jagung dan kedele ini dapat tercapai selama 3 (tiga) tahun kedepan. Program ini sering disebut juga sebagai program PAJALE atau PAJEKA. Dimana produksi beras ditargetkan meningkat hampir 30 %. Berkaitan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan tersebut Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu mengadakan pelatihan agribisnis padi yang dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari dari tanggal 14 s.d 21 Maret 2015. Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Ir. Bandel Hartopo, MSc dalam pengarahannya mengemukakan bahwa Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para penyuluh THL TBPP. Pemerintah Indonesia hampir setiap tahun selalau mengimport beras dengan jumlah yang cukup besar. Presiden telah memprogramkan bahwa selama 3 (tiga) tahun kedepan ingin mewujudkan terrcapainya swa sembada pangan. Untuk mendukung program tersebut maka Kementerian Pertanian RI merubah kegiatan perjalanan dinas bagi pegawai dan mengalokasikannya untuk pembangunan pertanian dalam bentuk perbaikan irigasi, bantuan hand traktor dan pompa air. Selain itu mengadakan kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia karena disinyalir kinerja penyuluh sudah berkurang. Untuk itu mohon kepada para penyuluh jangan menyia-nyiakan kesempatan ini dan harus serius mengikuti materi yang disampaikan oleh widiaiswara dan fasilitator yang sudah ditraining di Lembang.Selain itu menekankan bahwa kedepan kita harus bekerja keras karena tantangan yang ada dihadapan kita semakin berat karena kita harus wewujudkan ketahanan pangan dan bersaing dengan negara-negara ASEAN karana akan diberlakukannya MEA. Bila di lapangan mendapat masalah, jangan segan-segan untuk datang ke Lembang berkonsultasi dengan para widiaiswara kami. Karena tenaga fungsional yang ada di kami juga selalu mencoba berbagai teknologi pertanian. Dan kami sangat terbuka untuk para penyuluh.Pada kesempatan lain Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu H. Warjo, SH. MM menginstruksikan kepada para penyuluh agar mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Materi-materi yang akan disampaikan oleh tim baik dari Lembang maupun dari Tim TOT Badan Ketahanan Pangan agar mampu diserap dan dilaksanakan sebagai bahan pembinaan kepada Ketua kelompoktani maupun petani. Dirahapkan adanya pembinaan yang berkesinambungan dari para penyuluh, produksi padi meningkat dan pendapatan petani pun meningkat pula.Materi yang disamapaikan pada pelatihan agribisnis padi ini yaitu Kebijakan dalam peningkatan produksi padi, Kebijakan peningkatan pengembangan sumber daya manusia, Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu, Mitigasi iklim, Sistim Usahatani Agribisnis, Pemasaran Hasil Pertanian, Teknik Pemecahan Masalah, Analisa Usahatani, Panen dan pasca panen serta pembinaan kelembagaan tani. (Edi Harnadi – Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Indramayu)