Loading...

TINGKATKAN EFEKTIVITAS BANTUAN ALSINTAN, DISTAN BALI LAKSANAKAN DIKLAT TEKNIS BAGI OPERATOR

TINGKATKAN EFEKTIVITAS BANTUAN ALSINTAN, DISTAN BALI LAKSANAKAN DIKLAT TEKNIS BAGI OPERATOR
Pemerintah telah mencanangkan target pencapaian swasembada pangan, khususnya padi pada tahun 2017. Namun demikian untuk mencapai swasembada, beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi, antara lain : tingginya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, perubahan/anomali iklim global yang berdampak terhadap terjadinya bencana dan serangan OPT, serta semakin terbatasnya tenaga kerja di sector pertanian. Untuk mendukung upaya pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengembangkan program Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung, Kedele, Bawang dan Cabe. Khusus untuk komoditi padi, pemerintah melaksanakan Upaya Khusus (UPSUS) swasembada padi diawali pada Tahun 2015 dengan berbagai bentuk kegiatan seperti : Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), Optimasi Lahan (OPLA), Pengembangan System Rice Intensification (SRI), Penerapan Teknologi Tanam Jajar Legowo (JARWO), yang didukung dengan fasilitasi alat dan mesin pertanian. Khusus untuk bantuan alat dan mesin pertanian, begitu banyak yang telah disalurkan pemerintah, seperti : traktor, rice transplanter, power threser, combine harvester, corn sheller, dryer dan lain-lain. Namun demikian berdasarkan evaluasi di lapangan ternyata banyak diketemukan pemanfaatan bantuan alat dan mesin yang tidak optimal, bahkan ada yang tidak dimanfaatkan. Hal ini antara lain disebabkan karena : alokasi yang tidak tepat (kesalahan CP/CL) serta ketidaksiapan SDM penerima. Menyadari kondisi tersebut, maka Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan – Malang, Jawa Timur menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Alat dan Mesin Pertanian Bagi Teknisi/Operator. Diklat Teknis dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar dan diikuti oleh 90 orang peserta yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu : Teknisi Traktor 2, Teknisi Combine Harvester dan Teknisi Rice Transplanter, masing-masing kelompok diikuti 30 orang peserta. Diklat dilaksanakan selama 5 (lima) hari, dimana hari pertama diisi dengan teori, hari kedua praktek lapangan dan 3 (tiga) hari terakhir peserta DIklat melakukan praktek di tempat masing-masing (on the job training). Diklat dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. Kepala Dinas dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam 3 (tiga) tahun terakhir ( Tahun 2014 – 2016) Provinsi Bali memperoleh alokasi bantuan alat dan mesin pertanian cukup banyak dari pemerintah pusat, meliputi : Traktor Roda 2 sebanyak 2.010 unit, Rice Transplanter sebanyak 130 unit beserta "tray" pembibitan sebanyak 9.500 buah, Combine Harvester sebanyak 12 unit, Pompa air 652 unit dan Hand Sprayer 950 unit. Berdasarkan data alat dan mesin pertanian yang ada di Bali serta memperhatikan dan mempertimbangkan kapasitas alat dibandingkan kebutuhan secara umum jumlah alsin di Bali masih kurang. Namun demikian tidak dipungkiri bahwa dari sekian banyak fasilitasi/bantuan alsin oleh pemerintah, masih dijumpai pemanfaatan alsin yang tidak optimal, bahkan ada yang tidak dipergunakan sama sekali (mangkrak), sebagai akibat kesalahan CP/CL, ketidaksesuaian alat dengan kondisi lapangan dan ketidaksiapan penerima (keterbatasan tenaga operator) serta sebaran alat yang tidak sesuai kebutuhan.Materi yang disampaikan pada diklat meliputi : Kebijakan Pengembangan Alsintan, oleh Inspektur IV, Itjen Kementerian Pertanian selaku Koordinator UPSUS di Provinsi Bali. Motivasi dan Budaya Kerja oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian, Ketindan, Malang. Manajemen Kelompok oleh Penyuluh Pertanian Teknis Operasional dan Perawatan Traktor oleh Teknisi CV. Karya Hidup Sentosa. Teknis Operasional dan Perawatan Combine Harvester, oleh Teknisi CV. Adi Setia Utama Jaya. Teknis Operasional dan Perawatan Rice Transplanter, oleh Teknisi PT. Yanmar Diesel Indonesia. Metode diklat mengacu pada metode pengajaran orang dewasa (andragogi), dimana proporsi teori hanya 30% dan praktek 70%. Praktek lapangan dilakukan di Subak Toya Hee, Desa Gelgel, Kecamatan Gelgel Kabupaten Klungkung. Praktek dilakukan dibawah bimbingan instruktur dari masing-masing penyedia alat. Praktek diawali dengan pengenalan alat dan bagian-bagian alat kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung oleh masing-masing peserta. Pada akhir sambutan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali berharap agar peserta diklat dapat mengikuti dan menyimak seluruh materi secara seksama sehingga selesai mengikuti diklat dan sesampai di tempat masing-masing dapat mengoperasionalkan alsin secara optimal sehingga berdaya guna dan berhasil guna serta memberikan manfaat dan tambahan pendapatan bagi kelompok. Oleh : Ir. I Made Oka Parwata, M.MA. Penyuluh Pertanian Madya Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali.