Loading...

Tingkatkan Ip Lahan Sawah Tadah Hujan Di Desa Rancasanggal , Kostartani Bpp Cinangka Akan Terus Kembangkan Jagung Setelah Panen Padi

Tingkatkan Ip Lahan Sawah Tadah Hujan Di Desa Rancasanggal , Kostartani Bpp Cinangka Akan Terus Kembangkan Jagung Setelah Panen Padi
Desa Rancasanggal terletak di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Provinsi Banten. Potensi lahan pertanian di wilayah ini menjadi salah satu yang terluas di Kecamatan Cinangka. Lahan sawah tadah hujan menjadi penyumbang panen padi setiap musimnya. Menurut Kepala Desa, luas lahan sawah tadah hujan kurang lebih 500 ha dan hanya ditanami satu kali dalam satu tahun. Kondisi tersebut diakibatkan ketersediaan air yang sangat terbatas pada saat musim tanam kedua. Balai Penyuluhan Pertanian Cinangka yang di pimpin oleh Bapak Muhaedi, SP mencoba membuat terobosan agar lahan tersebut dapat ditanami komoditi pertanian sebanyak dua kali dalam satu tahun. Terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan demonstrasi farm jagung hibrida pada lahan seluas 10 ha. Komoditi jagung dipilih dengan alasan tidak membutuhkan air banyak seperti padi sawah, kondisi agroklimat dan tanah yang mendukung, serta potensi kebutuhan pasar yang masih cukup tinggi. Perlu diketahui bahwa terdapat 6 pabrik pakan besar yang berdiri di wilayah Kabupaten Serang yang membutuhkan jagung pipil kering sebanyak 250 ribu ton setiap bulannya. Kegiatan demfarm ini merupakan fasilitasi Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten. Bantuan yang diterima petani berupa benih jagung hibrida bersertifikat unggul, pupuk dan pestisida. Menurut Muhaedi sebagai kordinator penyuluh di BPP Cinangka kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif baik dari sisi budidaya maupun pemasarannya. Menurut beliau ada dua hal yang hendak dicapai yaitu meningkatknya produktifitas lahan pertanian di wilayah tersebut dan kesejahteraan para petaninya ikut terangkat. Pelaksanaan kegiatan dimulai saat memasuki musim kemarau sehingga banyak kendala salah satunya ketersediaan air. Namun demikian berkat tekad yang kuat dan sinergitas yang baik antara BPP dan kelompoktani kendala tersebut dapat dilalui, termasuk serangan ulat grayak yang dapat dikendalikan bersama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Perkebunan Provinsi Banten. Pada hari selasa 20 Oktober 2020 menjadi pembuktian dari proses yang dilakukan BPP Cinangka bersama para petani. Pada hari itu dilaksanakan panen jagung perdana dilokasi demfaram yang dihadiri oleh PJ Kostratani Provinsi Banten ( Kapusdiktan) BPPSDMP Kemetan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten , Balai Karantina Kelas II Cilegon ( PJ Kostratani BPP Anyar-Cinangka), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Camat Cinangka beserta unsur muspikanya. Dari hasil kegiatan ubinan pada hari yang sama di peroleh hasil 8 ton pipilan kering. Sebuah jumlah yang cukup besar tentunya untuk kegiatan yang baru pertama kali di laksanakan. Jika dikalkulasikan dengan luas lahan maka jumlah produksi jagung pipil keringnya mencapai 80 ton. Kondisi harga pada saat panen berkisar antar Rp 4.000 – Rp 4.300. BPP Cinangka sebagai BPP Model Kostratani telah berhasil mencapai tujuannya selain berhasil meningkatkan Indek Pertanaman lahan sawah tadah hujan juga turut meningkatkan pendapatan para petani di wilayah tersebut yang selama ini hanya bercocok tanam satu kali dalam satu tahun. Semoga pencapaian ini bisa memberikan motivasi petani untuk terus mengembangkan komoditi jagung hibrida khususnya pada musim tanam kedua serta pengalaman berharga bagi para personel BPP Cinangka.