Loading...

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Ngobras Gelar Edisi Talkshow Bertemakan UPSUS Padi Jagung

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Ngobras Gelar Edisi Talkshow Bertemakan UPSUS Padi Jagung
[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar kita dapat berswasembada, maka kita akan fokus pada produksi padi dan jagung, maka untuk peningkatan produksi padi dan jagung menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk satu tahun ini. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka jika krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor”, tegas Mentan. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia kembali swasembada khususnya padi dan jagung. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada selasa - rabu pada tanggal 28-29 november 2023, Pukul 09.00 - 11.00 wib. Kegiatan tersebut bertemakan UPSUS Peningkatan Produksi Padi dan Jagung secara virtual dikemas dalam program Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 edisi Talkshow, pelaksanaan kegiatan hari pertama pada selasa (28/11/23) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan program utama Kementan peningkatan produktivitas dan produkti padi jagung. Indonesia salah satu negara yang berdampak El Nino dan saat ini ada krisis pangan global, salah satu akibatnya negara India, Myanmar, Vietnam menahan produk mereka agar tidak dijual untuk memenuhi kebutuhan pangan”. ujar Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Kepala BPPSDMP mengatakan untuk produktivitas dan produksi padi dan jagung di mulai pada musim rendeng tahun 2023 - 2024, untuk itu kita harus kurangi impor dan tahun depan kita harus swasembada pangan Kepada penyuluh pertanian mari kita singsingkan lengan baju turun kesawah, pastikan sarana prasarana ada dilapangan salah satunya ketersediaan benih, pastikan inovasi teknologi di implementasikan para penyuluh pertanian dan pastikan penyuluh pertanian ada disamping petani mendampingi dalam implementasikan program pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Dede Sulaeman, Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Lahan, Ditjen PSP , mengatakan program khusus yang disiapkan Ditjen PSP salah satunya menyiapkan fasilitas sarana pertanian seperti lahan, pembiayaan dan alat mesin pertanian (alsintan). Ada beberapa aspek besar terkait program Ditjen PSP, yaitu irigasi pertanian, lahan pertanian termasuk ketersediaan lahan, kualitas lahan, perlindungan lahan pertanian termasuk sarana produksi serta pengendalian OPT, alsintan, pembiayaan pertanian dan juga asuransi”. jelas Dede Sulaeman. Sedangkan narasumber Kedua, Yuliarmi, Direktorat Serealia, Ditjen TP mengatakan untuk program padi dan jagung usernya dari teknologi yang digunakan, untuk program reguler pengembangan budidaya padi jagungdi lahan kering, lahan rawa dan irigasi. Dampak dari krisis global, kita harus bekerja keras dengan maksimal terutama padi untuk peningkatan IP400 dan jagung dengan sistem metuk jempolan atau menjemput pola lahan dengan melakukan pertanaman jagung sebelum panen padi dan juga ditanam kedelai”. ujar Yuliarmi. Yuliarmi menambahkan dengan adanya benih unggul dapat meningkatkan produksi sebanyak 20%, sedangkan target benih unggul tahun 2023 sebanyak 75% tersebar di Indonesia dengan disesuaikan dengan varietasnya. Untuk target produksi tahun 2023 tanaman padi sejumlah 52,13 juta ton dan tanaman jagung sejumlah 14,6 juta ton. Sementara itu narasumber, Ramadani Saputra yang merupakan Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan menginformasikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan uang saku tambahan dengan keriteria penyuluh pertanian exsiting yang sudah mendapatkan BOP, dengan cara peserta meng data dirinya melalu link yang disediakan dan mengisi absensi sebagai eviden untuk mendapatkan uang saku pelatihan. Semua penyuluh pertanian dan petani dapat mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Diharapkan dengan adanya tambahan uang saku dapat memotivasi penyuluh dan meningkatkan dalam mendampingi petani dilapangan”. jelas Ramadani Saputra..hvy [JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar kita dapat berswasembada, maka kita akan fokus pada produksi padi dan jagung, maka untuk peningkatan produksi padi dan jagung menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk satu tahun ini. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka jika krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor”, tegas Mentan. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia kembali swasembada khususnya padi dan jagung. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada selasa - rabu pada tanggal 28-29 november 2023, Pukul 09.00 - 11.00 wib. Kegiatan tersebut bertemakan UPSUS Peningkatan Produksi Padi dan Jagung secara virtual dikemas dalam program Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 edisi Talkshow, pelaksanaan kegiatan hari pertama pada selasa (28/11/23) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan program utama Kementan peningkatan produktivitas dan produkti padi jagung. Indonesia salah satu negara yang berdampak El Nino dan saat ini ada krisis pangan global, salah satu akibatnya negara India, Myanmar, Vietnam menahan produk mereka agar tidak dijual untuk memenuhi kebutuhan pangan”. ujar Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Kepala BPPSDMP mengatakan untuk produktivitas dan produksi padi dan jagung di mulai pada musim rendeng tahun 2023 - 2024, untuk itu kita harus kurangi impor dan tahun depan kita harus swasembada pangan Kepada penyuluh pertanian mari kita singsingkan lengan baju turun kesawah, pastikan sarana prasarana ada dilapangan salah satunya ketersediaan benih, pastikan inovasi teknologi di implementasikan para penyuluh pertanian dan pastikan penyuluh pertanian ada disamping petani mendampingi dalam implementasikan program pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Dede Sulaeman, Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Lahan, Ditjen PSP , mengatakan program khusus yang disiapkan Ditjen PSP salah satunya menyiapkan fasilitas sarana pertanian seperti lahan, pembiayaan dan alat mesin pertanian (alsintan). Ada beberapa aspek besar terkait program Ditjen PSP, yaitu irigasi pertanian, lahan pertanian termasuk ketersediaan lahan, kualitas lahan, perlindungan lahan pertanian termasuk sarana produksi serta pengendalian OPT, alsintan, pembiayaan pertanian dan juga asuransi”. jelas Dede Sulaeman. Sedangkan narasumber Kedua, Yuliarmi, Direktorat Serealia, Ditjen TP mengatakan untuk program padi dan jagung usernya dari teknologi yang digunakan, untuk program reguler pengembangan budidaya padi jagungdi lahan kering, lahan rawa dan irigasi. Dampak dari krisis global, kita harus bekerja keras dengan maksimal terutama padi untuk peningkatan IP400 dan jagung dengan sistem metuk jempolan atau menjemput pola lahan dengan melakukan pertanaman jagung sebelum panen padi dan juga ditanam kedelai”. ujar Yuliarmi. Yuliarmi menambahkan dengan adanya benih unggul dapat meningkatkan produksi sebanyak 20%, sedangkan target benih unggul tahun 2023 sebanyak 75% tersebar di Indonesia dengan disesuaikan dengan varietasnya. Untuk target produksi tahun 2023 tanaman padi sejumlah 52,13 juta ton dan tanaman jagung sejumlah 14,6 juta ton. Sementara itu narasumber, Ramadani Saputra yang merupakan Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan menginformasikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan uang saku tambahan dengan keriteria penyuluh pertanian exsiting yang sudah mendapatkan BOP, dengan cara peserta meng data dirinya melalu link yang disediakan dan mengisi absensi sebagai eviden untuk mendapatkan uang saku pelatihan. Semua penyuluh pertanian dan petani dapat mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Diharapkan dengan adanya tambahan uang saku dapat memotivasi penyuluh dan meningkatkan dalam mendampingi petani dilapangan”. jelas Ramadani Saputra..hvy [JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar kita dapat berswasembada, maka kita akan fokus pada produksi padi dan jagung, maka untuk peningkatan produksi padi dan jagung menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk satu tahun ini. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka jika krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor”, tegas Mentan. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia kembali swasembada khususnya padi dan jagung. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada selasa - rabu pada tanggal 28-29 november 2023, Pukul 09.00 - 11.00 wib. Kegiatan tersebut bertemakan UPSUS Peningkatan Produksi Padi dan Jagung secara virtual dikemas dalam program Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 edisi Talkshow, pelaksanaan kegiatan hari pertama pada selasa (28/11/23) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan program utama Kementan peningkatan produktivitas dan produkti padi jagung. Indonesia salah satu negara yang berdampak El Nino dan saat ini ada krisis pangan global, salah satu akibatnya negara India, Myanmar, Vietnam menahan produk mereka agar tidak dijual untuk memenuhi kebutuhan pangan”. ujar Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Kepala BPPSDMP mengatakan untuk produktivitas dan produksi padi dan jagung di mulai pada musim rendeng tahun 2023 - 2024, untuk itu kita harus kurangi impor dan tahun depan kita harus swasembada pangan Kepada penyuluh pertanian mari kita singsingkan lengan baju turun kesawah, pastikan sarana prasarana ada dilapangan salah satunya ketersediaan benih, pastikan inovasi teknologi di implementasikan para penyuluh pertanian dan pastikan penyuluh pertanian ada disamping petani mendampingi dalam implementasikan program pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Dede Sulaeman, Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Lahan, Ditjen PSP , mengatakan program khusus yang disiapkan Ditjen PSP salah satunya menyiapkan fasilitas sarana pertanian seperti lahan, pembiayaan dan alat mesin pertanian (alsintan). Ada beberapa aspek besar terkait program Ditjen PSP, yaitu irigasi pertanian, lahan pertanian termasuk ketersediaan lahan, kualitas lahan, perlindungan lahan pertanian termasuk sarana produksi serta pengendalian OPT, alsintan, pembiayaan pertanian dan juga asuransi”. jelas Dede Sulaeman. Sedangkan narasumber Kedua, Yuliarmi, Direktorat Serealia, Ditjen TP mengatakan untuk program padi dan jagung usernya dari teknologi yang digunakan, untuk program reguler pengembangan budidaya padi jagungdi lahan kering, lahan rawa dan irigasi. Dampak dari krisis global, kita harus bekerja keras dengan maksimal terutama padi untuk peningkatan IP400 dan jagung dengan sistem metuk jempolan atau menjemput pola lahan dengan melakukan pertanaman jagung sebelum panen padi dan juga ditanam kedelai”. ujar Yuliarmi. Yuliarmi menambahkan dengan adanya benih unggul dapat meningkatkan produksi sebanyak 20%, sedangkan target benih unggul tahun 2023 sebanyak 75% tersebar di Indonesia dengan disesuaikan dengan varietasnya. Untuk target produksi tahun 2023 tanaman padi sejumlah 52,13 juta ton dan tanaman jagung sejumlah 14,6 juta ton. Sementara itu narasumber, Ramadani Saputra yang merupakan Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan menginformasikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan uang saku tambahan dengan keriteria penyuluh pertanian exsiting yang sudah mendapatkan BOP, dengan cara peserta meng data dirinya melalu link yang disediakan dan mengisi absensi sebagai eviden untuk mendapatkan uang saku pelatihan. Semua penyuluh pertanian dan petani dapat mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Diharapkan dengan adanya tambahan uang saku dapat memotivasi penyuluh dan meningkatkan dalam mendampingi petani dilapangan”. jelas Ramadani Saputra..hvy [JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar kita dapat berswasembada, maka kita akan fokus pada produksi padi dan jagung, maka untuk peningkatan produksi padi dan jagung menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk satu tahun ini. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka jika krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor”, tegas Mentan. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia kembali swasembada khususnya padi dan jagung. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada selasa - rabu pada tanggal 28-29 november 2023, Pukul 09.00 - 11.00 wib. Kegiatan tersebut bertemakan UPSUS Peningkatan Produksi Padi dan Jagung secara virtual dikemas dalam program Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 edisi Talkshow, pelaksanaan kegiatan hari pertama pada selasa (28/11/23) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan program utama Kementan peningkatan produktivitas dan produkti padi jagung. Indonesia salah satu negara yang berdampak El Nino dan saat ini ada krisis pangan global, salah satu akibatnya negara India, Myanmar, Vietnam menahan produk mereka agar tidak dijual untuk memenuhi kebutuhan pangan”. ujar Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Kepala BPPSDMP mengatakan untuk produktivitas dan produksi padi dan jagung di mulai pada musim rendeng tahun 2023 - 2024, untuk itu kita harus kurangi impor dan tahun depan kita harus swasembada pangan Kepada penyuluh pertanian mari kita singsingkan lengan baju turun kesawah, pastikan sarana prasarana ada dilapangan salah satunya ketersediaan benih, pastikan inovasi teknologi di implementasikan para penyuluh pertanian dan pastikan penyuluh pertanian ada disamping petani mendampingi dalam implementasikan program pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Dede Sulaeman, Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Lahan, Ditjen PSP , mengatakan program khusus yang disiapkan Ditjen PSP salah satunya menyiapkan fasilitas sarana pertanian seperti lahan, pembiayaan dan alat mesin pertanian (alsintan). Ada beberapa aspek besar terkait program Ditjen PSP, yaitu irigasi pertanian, lahan pertanian termasuk ketersediaan lahan, kualitas lahan, perlindungan lahan pertanian termasuk sarana produksi serta pengendalian OPT, alsintan, pembiayaan pertanian dan juga asuransi”. jelas Dede Sulaeman. Sedangkan narasumber Kedua, Yuliarmi, Direktorat Serealia, Ditjen TP mengatakan untuk program padi dan jagung usernya dari teknologi yang digunakan, untuk program reguler pengembangan budidaya padi jagungdi lahan kering, lahan rawa dan irigasi. Dampak dari krisis global, kita harus bekerja keras dengan maksimal terutama padi untuk peningkatan IP400 dan jagung dengan sistem metuk jempolan atau menjemput pola lahan dengan melakukan pertanaman jagung sebelum panen padi dan juga ditanam kedelai”. ujar Yuliarmi. Yuliarmi menambahkan dengan adanya benih unggul dapat meningkatkan produksi sebanyak 20%, sedangkan target benih unggul tahun 2023 sebanyak 75% tersebar di Indonesia dengan disesuaikan dengan varietasnya. Untuk target produksi tahun 2023 tanaman padi sejumlah 52,13 juta ton dan tanaman jagung sejumlah 14,6 juta ton. Sementara itu narasumber, Ramadani Saputra yang merupakan Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan menginformasikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan uang saku tambahan dengan keriteria penyuluh pertanian exsiting yang sudah mendapatkan BOP, dengan cara peserta meng data dirinya melalu link yang disediakan dan mengisi absensi sebagai eviden untuk mendapatkan uang saku pelatihan. Semua penyuluh pertanian dan petani dapat mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Diharapkan dengan adanya tambahan uang saku dapat memotivasi penyuluh dan meningkatkan dalam mendampingi petani dilapangan”. jelas Ramadani Saputra..hvy [JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar kita dapat berswasembada, maka kita akan fokus pada produksi padi dan jagung, maka untuk peningkatan produksi padi dan jagung menjadi fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk satu tahun ini. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka jika krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor”, tegas Mentan. Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia kembali swasembada khususnya padi dan jagung. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada selasa - rabu pada tanggal 28-29 november 2023, Pukul 09.00 - 11.00 wib. Kegiatan tersebut bertemakan UPSUS Peningkatan Produksi Padi dan Jagung secara virtual dikemas dalam program Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 47 edisi Talkshow, pelaksanaan kegiatan hari pertama pada selasa (28/11/23) di AOR BPPSDMP. Pada arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan program utama Kementan peningkatan produktivitas dan produkti padi jagung. Indonesia salah satu negara yang berdampak El Nino dan saat ini ada krisis pangan global, salah satu akibatnya negara India, Myanmar, Vietnam menahan produk mereka agar tidak dijual untuk memenuhi kebutuhan pangan”. ujar Dedi Nursyamsi. Selanjutnya Kepala BPPSDMP mengatakan untuk produktivitas dan produksi padi dan jagung di mulai pada musim rendeng tahun 2023 - 2024, untuk itu kita harus kurangi impor dan tahun depan kita harus swasembada pangan Kepada penyuluh pertanian mari kita singsingkan lengan baju turun kesawah, pastikan sarana prasarana ada dilapangan salah satunya ketersediaan benih, pastikan inovasi teknologi di implementasikan para penyuluh pertanian dan pastikan penyuluh pertanian ada disamping petani mendampingi dalam implementasikan program pertanian”. jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Dede Sulaeman, Ketua Kelompok Substansi Perlindungan Lahan, Ditjen PSP , mengatakan program khusus yang disiapkan Ditjen PSP salah satunya menyiapkan fasilitas sarana pertanian seperti lahan, pembiayaan dan alat mesin pertanian (alsintan). Ada beberapa aspek besar terkait program Ditjen PSP, yaitu irigasi pertanian, lahan pertanian termasuk ketersediaan lahan, kualitas lahan, perlindungan lahan pertanian termasuk sarana produksi serta pengendalian OPT, alsintan, pembiayaan pertanian dan juga asuransi”. jelas Dede Sulaeman. Sedangkan narasumber Kedua, Yuliarmi, Direktorat Serealia, Ditjen TP mengatakan untuk program padi dan jagung usernya dari teknologi yang digunakan, untuk program reguler pengembangan budidaya padi jagungdi lahan kering, lahan rawa dan irigasi. Dampak dari krisis global, kita harus bekerja keras dengan maksimal terutama padi untuk peningkatan IP400 dan jagung dengan sistem metuk jempolan atau menjemput pola lahan dengan melakukan pertanaman jagung sebelum panen padi dan juga ditanam kedelai”. ujar Yuliarmi. Yuliarmi menambahkan dengan adanya benih unggul dapat meningkatkan produksi sebanyak 20%, sedangkan target benih unggul tahun 2023 sebanyak 75% tersebar di Indonesia dengan disesuaikan dengan varietasnya. Untuk target produksi tahun 2023 tanaman padi sejumlah 52,13 juta ton dan tanaman jagung sejumlah 14,6 juta ton. Sementara itu narasumber, Ramadani Saputra yang merupakan Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan menginformasikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan uang saku tambahan dengan keriteria penyuluh pertanian exsiting yang sudah mendapatkan BOP, dengan cara peserta meng data dirinya melalu link yang disediakan dan mengisi absensi sebagai eviden untuk mendapatkan uang saku pelatihan. Semua penyuluh pertanian dan petani dapat mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Diharapkan dengan adanya tambahan uang saku dapat memotivasi penyuluh dan meningkatkan dalam mendampingi petani dilapangan”. jelas Ramadani Saputra..hvy