Loading...

Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Terapkan Inovasi Teknologi Pengendalian Lalat Pada Buah Mangga

Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Terapkan Inovasi Teknologi Pengendalian Lalat Pada Buah Mangga
[Jakarta] Diberbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta para penyuluh pertanian untuk menjadi pejuang dan garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas pertanian saat musim kemarau panjang di tahun 2023. "Penyuluh pertanian lapangan adalah kopassus petani yang harus menyebar ke semua desa dan mulai menghidupi petani secara mandiri melalui kelembagaan ekonomi". ujar Mentan SYL. Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya memastikan penyuluh mendukung petani secara teknis pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, sarana dan prasarana pertanian dan perkarantinaan. "Selain itu penyuluh juga mendukung program penelitian dengan penyebarluasan teknologi inovasi pertanian melalui media yang efektif dan yang tak kalah penting penelitian kolaborasi menghasilkan inovasi dengan tingkat kesiapterapan tinggi serta percepatan penciptaan benih atau bibit". jelas Dedi Nursyamsi. Sementara itu inovasi teknologi telah diterapkan oleh Yunimar, BSIP Tanaman Buah Tropika melalui implementasi skala luas teknologi pengendalian lalat buah mangga yang di sosialisasikan secara virtual melalui agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan volume 27, Selasa (11/07/2023) di AOR BPPSDMP. Hadir pada agenda Ngobras, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya yang mengatakan materi yang disampaikan di agenda ngobras kali ini tidak kalah menarik, dengan tema implementasi skala luas teknologi pengendalian lalat buah mangga. "Disatu sisi buah mangga merupakan komoditas hortikultura yang kita ekspor, sehingga teknologi inovasi saat dibutuhkan, dengan adanya inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan kualitas buah manggga untuk bersaing ekspor, menambah devisa dan tercapainya kesejahteraan petani buah mangga kita". ujar Bustanul Arifin Caya. Narasumber Ngobras, Yunimar menjelaskan bahwa beberapa negara mensyaratkan perlakuan pascapanen untuk memastikan tidak ada infestasi lalat buah sama sekali. "Untuk itu diperlukan perlakuan pascapanen khusus dengan menggunakan alat Vapour Heat Treatment (VHT) atau Hot Water Treatment (HWT)". jelas Yunimar. Lebih lanjut Yunimar mengatakan bahwa teknologi penggelolaan lalat buah skala luas di lapang sudah efektif untuk menurunkan populasi lalat buah sekaligus, dan ini sangat disukai oleh pedagang untuk pasar domestik. "Beberapa testimoni dari petani yang sudah menerapkan teknologi mendapatkan hasil bahwa penurunan serangan lalat buah sangat dratis berkurang dan petani memperoleh harga yang lebih tinggi". imbuh Yunimar.hvy