Loading...

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS, KEMENTAN OPTIMALKAN PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELOMPOK TANI

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS, KEMENTAN OPTIMALKAN PEMBERDAYAAN PETANI DAN KELOMPOK TANI
[JAKARTA] Pemberdayaan Petani merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan Petani untuk melaksanakan Usaha Tani yang lebih baik melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, pengembangan sistem dan sarana pemasaran hasil Pertanian, konsolidasi dan jaminan luasan lahan pertanian, kemudahan akses ilmu. Dengan pemberdayaan sektor pertanian, para pelaku sektor pertanian diharapkan akan mencapai skala ekonomi yang layak dari hasil pengolahan pertaniannya dan dapat beranjak dari keterpurukannya. Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memastikan komitmen jajaran BPPSDMP mendukung pemberdayaan petani sehingga terwujud petani yang maju, mandiri, dan modern. "Penyuluh BPP Kostratani menjadi garda terdepan untuk mendukung petani. Kementan terus mendukung petani, menggerakkan penyuluh pusat untuk melakukan pengawalan, serta menurunkan mahasiswa untuk mendampingi petani," ujar Dedi Nursyamsi. Dedi Nursyamsi mengharapkan para pengurus kelembagaan petani mengetahui bagaimana cara penumbuhan dan pengembangan KEP, bagaimana memanfaatkan rantai nilai untuk memperoleh nilai tambah, serta bagaimana cara mengelola suatu kelembagaan yang berorientasi bisnis. Pertanian harus menghasilkan uang dan pertanian harus berorientasi pada bisnis yang dikelola oleh kelembagaan ekonomi petani yangmenguntungkan,” jelas Dedi. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) volume 43 bertemakan Pemberdayaan Petani dan Kelompok diadakan Selasa (31/10/2023) di AOR BPPSDMP. Narasumber pada kegiatan Ngobras, Rini Purwiyanti merupakan Penyuluh Pertanian Kabupaten Nganjuk. Pada paparannya Rini Purwiyanti menjelaskan bagaimana ia melakukan pembinaan kelompok tani melalui pengolahan pupuk organik spesifik lokasi dalam mendukung budidaya padi sehat. Rini Purwiyanti mengatakan bahwa saat ini produksi padi dan beras yang dicapai harus mampu menjamin ketersediaan pangan bagi penduduk Kabupaten Nganjuk yang berjumlah sekitas 1 juta jiwa, dan akan terus bertambah. Yang melatar belakangi salah satunya pangan yang tersedia tidak saja terpenuhi secara jumlah tetapi kualitas, yang diawali dengan system budidaya padi yang sehat”. ujar Rini Purwiyanti. Selanjutnya Rini Purwiyanti menjelaskan bahwa untuk pemilihan metode penyuluhan sebaiknya diprogram menyesuaikan diri dengan kebutuhan sasaran, karakteristik sasaran, sumber daya yang tersedia dan kondisi lingkungan termasuk waktu dan tempat diselenggarakannya kegiatan penyuluhan tersebut. Kegiatan pelatihan swadaya pengolahan pupuk organik yang diupayakan secara masif, bertujuan untuk merubah perilaku petani agar mampu melaksanakan teknologi budidaya padi sehat, dan sebagai langkah strategis menyikapi keterbatasan pupuk anorganik bersubsidi sehingga petani mampu mencukupi kebutuhan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman”. imbuh Rini Purwiyanti.hevymay