Loading...

Tips Bertani Saat Musim Kemarau

Tips Bertani Saat Musim Kemarau
Musim kemarau pada tahun 2019 dirasakan sangat berat bagi petani selain waktunya yang panjang panas yang dirasakan juga sangat tidak biasa. Petani dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan iklim saat ini, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam menghadapi musim hujan yang pendek: 1.Tanamlah Varietas Padi yang berumur pendek atau berumur < 100 hari Penggunaan varietas padi yang berumur pendek diharapkan mampu memberikan nilai hasil panen dan menyediakan stok pangan (padi) agar stabilitas pangan tetap terjaga. Salah satu contoh varietas padi berumur pendek menurut https://www.tokofora.com : Inpari Sidenuk (86 hst) Padi yang dikenal sebagai padi nuklir buatan Batan ini memang sudah menjadi perhatian banyak petani diseluruh penjuru, terutama di wilayah Jawa. Padi yang mampu menghasilkan 7 ton / ha ini memiliki usia yang cere bahkan termasuk padi umur paling pendek, yakni 86 hst sudah bisa dipanen Cakrabuana Agritan (87 hst) Padi ini merupakan padi baru, karena baru saja diluncurkan tahun 2018 lalu. Pottensi hasil hingga 10,2 ton / ha dengan rata-rata hasil 7,5 ton / ha tentunya menjadi salah satu keunggulan padi yang berumur 87 hst ini Padjadjaran Agritan (88 hst) Bisa dikatakan padi ini merupakan padi unggul baru yang begitu banyak hasilnya. Karena dalam satu hektarnya bisa dipanen dengan potensi hasil panen sekitar 11 ton / ha dengan rata-rata 7,8 ton /ha. Umurnya pun lumayan pendek yakni 88 hst. M400 (90 hst) Sejak tahun 2018, m400 bisa dibilang padi unggul favorit petani. Di beberapa daerah di Jawa hingga ke Papua sudah banyak yang mencoba padi ini. Walau dibeberapa daerah hasilnya berbeda-beda tergantung dengan kondisi tanah dan iklim, tapi padi yang dapat dipanen usia 90 hst ini rata-rata mampu menghasilkan 8 ton / ha. Inpari 42 GSR (95 hst) Padi ini sempat viral dan diunggulkan diberbagai daerah. Terlebih para petani pun mendapatkan bantuan dari pemerintah secara cuma-cuma untuk padi ini tanpa perlu membayar sepeserpun. Walau hasilnya lumayan yakni potensi hasil diatas 10 ton / ha padi inpari umur pendek ini tidak disukai pengepul padi karena rendemen yang kurang. 2. Gunakanlah lahan yang efektif dengan cara tumpangsari Sudah bisa dipungkiri lagi lahan pertanian semakin hari semakin menyempit, namun manusia bertambah kebutuhanpun terus bertambah, oleh karena itu manfaatkanlah lahan kita seefektif mungkin dengan cara menanam berbagai tanaman di lahan yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan kita dan menambah nilai ekonomis bagi keperluan rumah tangga. Ada beberapa manfaat/keunggulan yang dapat diperoleh jika anda mencoba melakukan sistem penenaman tanaman budidaya dengan sistem/metode/teknik tumpang sari, diantaranya yakni: Menghemat lahan tanam, sehingga dalam satu lahan tanam (bedengan) bisa ditanami lebih dari satu jenis tanaman; Menambah hasil produktivitas hasil panen, karena tidak hanya satu jenis tanaman yang dipanen, namun bisa lebih dari satu jenis; Mengurangi ongkos/biaya pertanian, karena menghemat dana termasuk untuk pembelian pupuk dan obat-obat pertanian; Pertumbuhan rumput-rumput liar dan memanjat bisa dihilangkan; Membantu memanfaatkan lahan seoptimal mungkin; Jika perawatan dilakukan secara baik dan benar, maka akan menghasilkan buah dan sayur mayur yang berkualitas; Dalam satu lahan tanam (bedengan) bisa ditanami lebih dari satu jenis tanaman berbeda. 3. Tanamlah tanaman yang mampu hidup walau sedikit air Pada musim ini keadaan sangat berkebalikan dengan musim penghujan dimana tanaman sayuran justru memiliki pertumbuhan yang kurang optimal. Petani harus bisa menentukan jenis tanaman yang tepat untuk ditanam dimusim kemarau. Lalu jenis tanaman apakah yang cocok untuk ditanam di musim kemarau? Jagung Jagung memang mampu bertahan dalam cekaman panas, akan tetapi bukan berarti ia tidak membutuhkan pengairan. Ubi Jalar Ubi jalar memiliki pengakaran yang kuat dan mampu menumbuhkan akar sekunder pada sulurnya. Inilah menjadi kunci kekuatan bertahan tanaman ubi jalar di musim kemarau dimana akar halusnya mampu menyebar dengan baik untuk mencari air. Ubi jalar benar-benar tanaman yang sangat cocok ditanam dimusim kemarau. Kacang Hijau Kemampuan fiksasi unsur nitrogen didalam tanah adalah kunci keberhasilan tanaman jenis kacang-kacangan untuk tumbuh subur disetiap musim termasuk musim kemarau. Kacang hijau bisa bertahan hidup meskipun tidak dilakukan penyiraman hingga masa panen Kacang Panjang Tanaman kacang panjang juga sebagaimana kacang hijau yang memiliki kemampuan fiksasi unsur nitrogen sehingga mampu tumbuh subur. Kacang panjang sendiri justru akan menghadapi banyak masalah apabila ditanam dimusim penghujan dimana salah satu masalah utamanya adalah jamur Waluh (Labu) Kemampuan perakaran yang baik dimiliki oleh tanamn waluh membuat kuat tumbuh pada musim kemarau. Selain itu, Daun waluh yang lebar ternyata juga memiliki kemampuan menyerap uap air dan embun diudara dengan baik. Waluh sendiri cenderung mampu bertahan dari serangan virus maupun jamu jadi akan sanagt minim biaya perawatan. 4. Membuat sumur resapan atau penampungan air Fungsi utama dari sumur resapan ini adalah sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah adapun penampungan bertujuan agar air tertampung bisa diagunakan ketika diperlukan. Demikianlah beberapa tips yang bisa kita lakukan, semoga bermanfaat. Sumber materi : https://www.tokofora.com https://tipspetani.com https://ilmubudidaya.com http://geodesiitn.weebly.com