TIPS MENGATASI HAMA KEONG MAS Hama keong mas bagi para petani adalah salah satu musuh yang wajib dibasmi. Perkembangan keong mas sangatlah cepat. Menurut penelitian, perkembangan keong mas dari telur sampai menjadi keong mas dewasa hanya membutuhkan waktu sekitar 45-50 hari saja. Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari pada sistem tabela (tanam benih secara langsung). Sebenarnya banyak cara yang bisa kita terapkan dalam mengatasi hama keong mas ini, baik itu secara kimiawi atau pun secara alami. Berikut akan kami bahas satu per satu untuk Anda. Memusnahkan Telurnya Sebelum hama keong mas merajarela, maka langkah yang tepat untuk pencegahannya adalah dengan memusnahkan telur keong mas yang biasanya menempel pada pangkal batang hingga daun tanaman padi. Memang cara ini sedikit merepotkan, namun dengan dimusnahkannya telur hama tersebut, maka tidak akan ada lagi kesempatan bagi keong mas untuk bertumbuh dan berkembang biak secara masif. Menaburkan Kapur Jika telur hama keong mas sudah terlanjur berkembang menjadi keong mas dewasa yang mengancam lahan persawahan Anda, maka cara lain yang patut dicoba adalah dengan menggunakan kapur yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menaburkan kapur tersebut di sekitar lahan persawahan Anda, maka dijamin hama keong mas akan musnah dengan sendirinya. Selain efektif, cara ini juga tidak memberi dampak terhadap lahan milik Anda. Membuat Parit Buatah parit di sekeliling lahan persawahan Anda. Parit kecil ini selain berfungsi sebagai saluran irigasi, juga dapat digunakan untuk mengumpulkan keong mas sebelum menyerang ke lahan persawahan. Menghadirkan Predator Keong Mas Kehadiran bebek atau itik akan menjadi predator bagi keong mas sehingga populasi mereka pun akan hilang secara perlahan. Menanam Tanaman Talas Daun talas diketahui dapat memancing atau menarik perhatian hama keong mas untuk berkumpul di sekitarnya. Dengan demikian akan memudahkan kita untuk mengumpulkan hama keong mas dan memusnahkannya. Kehadiran tanaman talas tentunya akan memudahkan kita dalam mencari hama tersebut, karena kita tidak perlu berkeliling di sepanjang area sawah, cukup dengan mengunjungi beberapa tanaman talas yang sudah pasti memnjadi rumah baru keong mas. Selain menghemat tenaga, kita juga dapat menghemat waktu. Menanam Pepaya Selain daun talas, hama keong mas juga senang bergerumbul di dekat pohon pepaya, belum diketahui memang mengapa keong mas tertarik dengan daun talas dan daun pepaya. Selain dapat menemukan dan mengumpulkan hama keong mas dengan mudah. Menyemprotkan Pestisida Pertimbangan terakhir yang dapat kita gunakan untuk mengatasi hama keong mas adalah dengan menggunakan pestisida. Hasil yang didapatkan memang sangat cepat dan praktis tanpa memakai banyak tenaga, namun penting kita perhatikan untuk menjaga penggunaan pestisida agar tidak mencemari lingkungan atau pun malah menjadikan hama keong mas resisiten. Pastikan Anda menggunakan pestisida yang tepat dan sesuai dengan dosisnya. Penggunaan pestisida yang dianjurkan untuk membasmi hama keong mas adalah pestisida dengan bahan aktif Niclos Amida. Berikut adalah tips untuk mencegah hama keong mas masuk ke area persawahan kita. Tips Mencegah Hama Keong Mas Masuk Sawah Seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa hama keong mas sangat menyukai air, maka cara pencegahan pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan membuang semua genangan air yang ada di area sawah ketika bibit tanaman padi telah melalui tahap penanaman seluruhnya. Dengan demikian, keong mas tidak akan mau masuk ke dalam sawah yang sudah kering airnya. Jarak yang cukup dekat antar sawah memungkinkan bagi hama keong mas untuk berpindah tempat atau meletakkan telurnya. Maka cara lain yang dapat kita kerjakan adalah dengan membuat saringan pada irigasi di sepanjang lahan persawahan. Tujuannya agar hama keong mas yang sudah berkembang biak di sawah tetangga tidak masuk ke area sawah kita. Sumber : https://ilmubudidaya.com/cara-mengatasi-hama-keong-mas lampung.litbang.pertanian.go.id Penulis : Nurul Faridha, SP Penyuluh Pertanian Kecamatan Gatak