Loading...

TOLERANSI VARITAS JAGUNG DAN KEDELE UNTUK ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM

TOLERANSI VARITAS JAGUNG DAN KEDELE  UNTUK ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM
Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap penurunan produksi Jagung, dan Kedele diperlukan teknologi adaptasi yang meliputi varietas toleran kekeringan, toleran genangan, umur genjah, dan tahan hama penyakit sbb:1. Varietas Jagung Toleran Kekeringan.Pada lahan sawah irigasi, jagung ditanam dengan pola tanam padi-padi-jagung atau padi-jagung-jagung.Pada lahan kering beriklim basah, jagung bisa ditanam dua kali dalam setahun.Pada lahan kering beriklim kering, jagung hanya dapat diusahakan satu kali setahun. Dengan pola tanam demikian, tanaman jagung berpotensi mengalami penurunan hasil bila menghadapi curah hujan yang tidak menentu. Pada musim kemarau panjang, pilihan terbaik adalah menanam varietas toleran kekeringan. Beberapa pilihan varitas jagung toleran kekeringan, yaitu varietas Bima 3 dan Bima 4 untuk jenis hibrida dan Lamuru untuk jenis komposit, masing-masing dengan potensi hasil 10,5 t, 11,7 t, dan 7,6 t/ha. Varietas Lamurudengan umur panen lebih genjah (90 hari) telah berkembang di daerah kering beriklim kering, antara lain di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.2. Varietas Jagung Genjah dan Super Genjah.Perakitan varietas unggul jagung umur genjah (80-90 hari) dan super genjah (70-80 hari) merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi kegagalan panen akibat pendeknya periode hujan yang merupakan dampak dari perubahan iklim. Varietas unggul jagung berumur genjah dan super genjah diperlukan oleh petani untuk menyesuaikan pola tanam dan ketersediaan air bagi tanaman. Varietas genjah dan super genjah berperan penting dalam menghindari kekeringan dan dapat diintegrasikan ke dalam sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1-2 kali setahun menjadi 3-4 kali jagung dengan sistem tanam sisip. Beberapa varietas jagung hibrida dan komposit berumur genjah, seperti Bima 7 dan Bima 8 (hibrida), dan Gumarang (komposit) dengan umur panen masing-masing 89, 88, dan 82 hari dengan potensi hasil 8-12 t/ha. 3. Varietas Jagung Tahan Hama dan Penyakit UtamaHama dan penyakit penting pada tanaman jagung antara lain penggerek batang dan penyakit bulai yang apabila tidak dikendalikan akan menurunkan hasil dan bahkan menyebabkan pertanaman puso. Peningkatan suhu dan kelembaban akhir-akhir ini diperkirakan akan mempercepat perkembangbiakan dan penyebaran spora. Beberapa daerahdi Kalimantan Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utaradilaporkan endemik penyakit bulai. Beberapa varietas dengan ketahanan spesifik terhadap penyakit bulai dan hama penggerek batang antara lain Bima 3, Bantimurung (Hibrida), dan Lagaligo (Komposit). 4. Teknologi Produksi Kedelai; Perakitan varietas Kedele ditujukan untuk menghasilkan varietas unggul dengan berbagai sifat yang menguntungkan, antara lain toleran kekeringan, toleran jenuh air, berumur genjah, dan tahan hama utama. 5. Varietas Kedele Genjah dan Toleran Kekeringan.Di sebagian sentra produksi, kedelai ditanam di lahan sawah setelah padi, penanaman varietas genjah memberikan peluang bagi tanaman kedelai untuk memanfaatkan sisa air dari pertanaman padi musim kemarau. Empat varietas kedelai genjah yaitu Argomulyo, Grobogan, Tidar, dan Gema masing-masing dengan umur panen 73-82 hari dan potensi 2,0-3,4 t/ha. Selain genjah, keempat varietas juga relatif toleran terhadap kekeringan. Pengembangan varietas unggul ini diperlukan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan pada pertanaman kedelai di lahan sawah, terutama dalam pola tanam padi-padi-kedelai. 6. Varietas Kedele Genjah dan Toleran Jenuh AirUntuk mengantisipasi tanah jenuh air akibat hujan berkepanjangan atau kebanjiran telah teridentifikasi dua varietas toleran jenuh air, yakni Grobogan dan Kawi dengan potensi hasil masing-masing 3,4 t dan 2,8 t/ha pada umur panen 76 dan 83 hari. 7. Varietas Kedele Tahan Hama Utama. Perubahan iklim berimplikasi terhadap peningkatan populasi hama. Ulat grayak Spodoptera litura dan pengisap polong merupakan hama penting kedelai yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 80% dan bahkan puso apabila tidak dikendalikan. Kutu kebul (Bemisia tabaci) yang semula bukan merupakan hama penting kedelai kini mengancampertanaman di sentra produksi di Jawa Timur dan tidak tertutup kemungkinan menyebar ke daerah lain. Kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80%, dan bahkan puso. Varietas Gepak Kuning, Gepak Ijo, Wilis, Kaba, dan Argomulyo tahan terhadap kutu kebul, sementara varietas Anjasmoro tergolong rentan.8. Varietas Kedele Toleran Naungan Salah satu peluang dalam pengembangan kedelai adalah memanfaatkan areal di kawasan hutan tanaman industri. Dalam hal ini diperlukan varietas toleran naungan. Pengujian di lapangan menunjukkan varietas Grobogan, Pangrango, Argomulyo, dan Malabar toleran terhadap naungan. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Badan Penelitian dan Pengembangan, 2013. Kementrian Pertanain