Loading...

Tonggak Berdirinya BP. Kedungreja

Tonggak Berdirinya BP. Kedungreja
TONGGAK BERDIRINYA BALAI PENYULUHAN KECAMATAN KEDUNGREJA Balai Penyuluhan Kedungreja merupakan tempat berkumpulnya para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam upaya memfasilitasi para pelaku utama dan pelaku usaha dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan amanat Undang – Undang No 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan bahwa kecamatan harus terdapat lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penyuluhan yang berbentuk Balai Penyuluhan. Semenjak UU No 16 tersebut diterbitkan sampai dengan akhir tahun 2012 para PPL Kecamatan Kedungreja yang berjumlah 10 orang harus berkumpul dan berdesakan di dalam sebuah ruangan berukuran 3 x 5 meter disudut Kantor Camat Kedungreja. Sebuah hal yang sangat ironis bahwa diruangan tersebut terpusat pelayanan bagi 125 Kelompok tani dan 11 Gapoktan serta 22 P3a Dharma Tirta dengan tujuan peningkatan kesejahteraan.Angin segar terhembus dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia bahwa setiap kecamatan akan dibuatkan bangunan Kantor Balai Penyuluhan dengan syarat tanah yang akan digunakan untuk berdirinya bangunan tersebut milik pemerintah daerah. Informasi tersebut terdengar oleh para kontak tani dalam pemaparan Koordinator Balai Penyuluhan Kedungreja pada saat penyusunan programa penyuluhan tahun 2013. "Kapan kita mempunyai kantor sendiri, pak?"ungkap Margono Ketua Kelompok Tani Karya Tani Desa Sidanegara,"Kami sudah berusaha matur dengan pak Camat Kedungreja namun tanah kecamatan tidak cukup ukuranya"jawab Sulaeman,S.PKP Koordinator Penyuluh BP Kedungreja lirih. "Bagaimana kalau kita iuran untuk pengadaan tanah pak? Timpal Pardan PA Ketua KTNA. Singkat cerita pada pertemuan itu terbentuk sebuah Panitia Pengadaan Tanah BP yang di Ketuai oleh Pardan PA dengan Bendahara Sanparja.Kapanitiaan yang telah terbentuk mulai bergerak cepat guna mengumpulkan dana dari kelompok tani yang memiliki modal dan ikhlas dalam memberikan bantuan, tak luput para PPL yang mesti memberikan 1 (satu) bulan Biaya Operasinal Penyuluh sebagai wujud semangat perjuangan dalam pengadaan tanah tersebut.Dukungan dari berbagai pihak juga mengalir mulai dari kalangan Legislatif anggota DPRD Kabupaten Cilacap yang berada di Daerah Pemilihan V, juga dari eksekutif Camat Kedungreja mensuport baik dari surat menyurat sampai dengan dukungan materi. Akhir dari perjuangan tersebut panitia pengadaan tanah mampu mengumpulkan dana sebesar 43 juta angka yang besar namun belum cukup untuk membeli tanah dengan ukuran 40 ubin. Kebingungan mulai terasa dikala pencarian tanah dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi bangunan BP mulai mengalami kebuntuan, kadang harga sudah cocok tetapi lokasinya kurang strategis ataupun sebaliknya tempat sudah strategis namun keuangan tidak mencukupi masih kurang separo lebih. Akhirnya panitia memberanikan diri untuk mengajukan permohonan kepada Bupati Cilacap yang di fasilitasi oleh Drs. Oktrivianto Subekti,M.Si (Camat Kedungreja). Satu bulan berlalu semenjak pengajuan itu pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap merespon dengan memberikan bantuan dengan catatan bahwa separo tanah dibeli oleh pemerintah daerah sedangkan yang separo dibeli oleh Panitia Pengadaan Tanah yang kemudian pada akhirnya Tanah yang dibeli dengan dana swadaya tersebut dihibahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap.Tanah berukuran 16 x 40 meter bertempat di Dusun Awiluar RT 01 RW 03 Desa Kedungreja Kecamatan Kedungreja tersebut akan menjadi titik tolak penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kecamatan Kedungreja. Setelah tanah diperoleh selanjutnya BP. Penyuluhan Kedungreja mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati Cilacap Cq. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap untuk pembangunan Kantor Balai Penyuluhan. Beberapa bulan berlalu, tepatnya pada awal bulan agustus tahun 2013 pembangunan gedung BP Kedungreja telah mulai. "Alhamdulillah akhirnya mimpi kita semua akan segera terwujud."ungkap syukur Sulaeman,S.PKP disela – sela sambutannya. Terbangunnya kantor BP Kedungreja diharapkan mampu meningkatkan kinerja para penyuluh, sehingga mampu memberi pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para petani dalam upaya menyukseskan 4 (empat) sukses pembangunan pertanian yang dicanangkan oleh Kemeterian Pertanian Republik Indonesia. Disamping hal tersebut diatas terbangunnya Balai Penyuluhan Kecamatan Kedungreja menjadi kebanggaan tersendiri dalam dunia penyuluhan Kabupaten Cilacap sebagai satu – satunya Balai Penyuluhan yang dibangun diatas tanah yang diperoleh dari swadaya petani. (Bambang Maryoto,SST)