Loading...

TOP WORKING Solusi Tanaman Jeruk Yang Terbakar

TOP WORKING Solusi Tanaman Jeruk Yang Terbakar
Tanah Grogot, Selepas mengisi materi pada acara Sosialisasi Fasilitasi Alsintan Dan Prasarana Pengolahan Hortikultura (Jeruk) yang bertempat di Balai Desa Padang Pengrapat pada tanggal 25 November 2019, rombongan dari Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Bapak Devis Hendra, SP., MP (Kasi Pasca Panen, Pengolahan Hasil dan Pemasaran Hortikultura) dan didampingi oleh Hj. Sukirah, SP dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Paser melakukan kunjungan langsung kelahan jeruk yang beberapa bulan lalu terbakar. Pada kesempatan tersebut Bapak Devis menyampaikan keprihatinannya akan terbakarnya lahan jeruk yang merupakan bantuan pengembangan areal tanam pada tahun 2017 itu. Adapun jenis varietas utama yang terbakar tersebut adalah jenis keprok borneo prima yang saat ini mulai dicanangkan untuk ekspor. Hal ini karena beberapa kelebihan yang dimiliki jeruk borneo prima yang diantaranya adalah disukai pasar ekspor dengan rasanya yang manis-manis asam, airnya yang tidak berubah pahit/ getir bila di diamkan setelah enam jam, hal ini baik sekali untuk produk minuman olahan. Selain itu tanaman ini dapat berbuah sepanjang tahun dengan produksi yang tinggi anatara 20 kg hingga 50 kg per pohon bila kebutuhan akan pemupukan dan perawatannya terpenuhi. Lebih lanjut kata pak devis ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk menggantikan tamanan jeruk yang terbakar tersebut diantaranya adalah dengan mengganti dengan tanaman baru atau dengan dilakukan top working. Karena setelah diperhatikan pada tanaman yang terbakar itu masih ada harapan yakni munculnya banyak tunas baru pada bantang bawah. Dikutip dari litbang.pertanian.go.id, top working adalah salah satu teknik atau metode perbaikan varietas yang prinsif dasarnya sama dengan teknik grafiting atau penyambungan maupun okulasi (penempelan) pada proses produksi benih jeruk komersial dan perbanyakan vegetatif tanaman buah- buahan yang telah biasa dilakukan oleh penangkar. Sehingga menurut beliau (pak davis) kegiatan/ solusi yang pas untuk tanaman jeruk yang terbakar itu adalah dilakukannya top working, karena dengan top working tanaman lama tidak perlu dibongkar sehingga usia panen lebih cepat dari tanam baru. Adapun perwakilan kelompok tani yakni ketua poktan sehati (M. Rapii) berharap Pemerintah dalam hal ini Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur dapat memfasilitasi kegiatan tersebut. Sehingga luasan yang terbakar dapat kembali produktif. (Rudy hartono, SP/ PPL Desa Padang Pengrapat)