Penanganan dan pengolahan hasil pertanian penting untuk meningkatkan nilai tambah, terutama pada saat produksi melimpah dan harga rendah, juga untuk produk yang rusak atau bermutu rendah. Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang ketersediaanya berlimpah, juga dapat diolah menjadi makanan yang beraneka ragam. Pengembangan produk pangan olahan yang beragam dan terjamin mutunya serta memiliki daya saing di pedesaan, diperlukan teknologi pengolahan yang tepat guna. Teknologi tersebut tidak harus baru atau belum terdapat di masyaratat, tetapi dipilih dari berbagai teknologi yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan wanita tani di pedesaan. Serta pertimbangan ketersediaan bahan baku , kemudahan dalam memperoleh bahan baku. Salah satu hasil olahan jagung yang disukai konsumen adalah tortila atau keripik jagung. Proses pengolahanya cukup sederhana serta tidak membutuhkan biaya yang tinggi sehingga mudah untuk dapat diadopsi oleh masyarakat pedesaan , terutama wanita tani sebagai industri rumah tangga. Bahan baku utama yang dibutuhkan yaitu jagung hibrida yang banyak dibudidaya oleh petani terutama petani di Jawa Tengah. Bahan – bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tortila jagung yaitu : Jagung pipilan, tepung tapioka ,larutan kapur, bawang putih , garam dan penyedap rasa. Peralatan yang perlu disiapkan adalah : Kompor, panci, timbangan, gunting, pisau, gilingan, pemipih (bisa menggunakan botol) dan plastik. Proses pembuatan tortila : jagung pipilan dibersihkan kemudian direbus dengan menambahkan larutan kapur 3%. Perbandingan antara jagung dan air 1 : 10. Perebusan dilakukan 1-2 jam. kemudian cuci sampai bersihuntuk menghilangkan kapur. Dicampur dengan tepung tapioka 25% dan bawang putih 10 %. Digiling menggunakan alat penggiling , dikukus kemudian dipipihkan dengan menuangkan adonan diatas plastik dan menggunakan alat pemipih atau bisa menggunakan botol kaca yang bersih pipihkan adonan , selanjutnya di jemur sampai ½ kering selanjutnya dipotong – potong. Setelah dipotong – potong sesuai dengan bentuk yang diinginkan dijemur kembali sampai kering. Setelah kering bisa di packing untuk dipasarkan dalam bentuk mentah, atau digoreng kemudian di packing untuk dipasarkan dalam bentuk matang. Penulis : Agustina Wati , SP (Penyuluh Pertanian BP Patean Kab. Kendal)Sumber : Kegiatan Pelatihan Pengolahan Pangan BPSDM TANBUN Suropadan Jawa Tengah September 2018 Jumadi, Pengkajian Teknologi Pengolahan Tortila Jagung , Buletin Teknik Pertanian Vol. 13 No. 2 tahun 2008