Jagung menjadi bagian tanaman budidaya utama di Indonesia, namun demikian, varian olahan jagung belum meningkat seiring pesatnya pertambahan luas tanam jagung. Pada beberapa masyarakat indonesia, jagung masih dijadikan bagian bahan makanan pokok selain beras. Salah satu olahan jagung yang dapat dijadikan alternatif yakni tortilla jagung. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tortilla jagung yakni; Jagung Pipil sebanyak 1 Kg,. Garam sebanyak 20 g, Bawang putih sebanyak 100 g, Tapioka sebanyak 250 gr, dan Masako sebanyak 2 sachet. Proses pembuatan tortilla jagung dimulai dari Jagung yang telah dipipil kemudian di rendam selama 1 malam, perendaman ini berguna untuk melunakkan struktur jagung agar mudah diperlakukan pada proses selanjutnya. Setelah di rendam, kemudian merebus jagung pipil sampai pecah (1 Kg) dengan panci presto 1.5 jam dengan ditandai keluar uap, hal ini merusak struktur jagung lebih lunak lagi sehingga lebih mudah diproses selanjutnya. Untuk menghaluskan struktur jagung, Jagung digiling (dg gilingian bumbu) dengan bawang putih(100 gr) 2-3 kali pengulangan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan bahan jagung yang benar benar halus dan homogen yang telah diberikan rasa bawang putih. Untuk mendapatkan tekstur jagung yang mudah dibentuk, dilakukan pencampuran jagung giling dengan tepung tapioka (250 gr),garam 20 gr, masako 2 sachet. Penambahan garam dan masako memberikan cita rasa ketika tortilla telah jadi.Dilakukan pengukusan 1 jam tanpa pinggan Jagung yang telah dikukus kemudian dilakukan Pelindasan jagung yang sdh dikukus dengan alat pelindas diatas meja yang dialasi plastic, sehingga di dapatkan adonan berbentuk pipih. Penjemuran setengah kering , kemudian potong-potong dg gunting bentuk kotak, jemur kembali sampai benar-benar kering Pengemasan produk sesuai dengan pangsa pasar.