Loading...

TOT SIMURP Dukung Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian di Sulawesi Selatan

TOT SIMURP Dukung Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian di Sulawesi Selatan
Makassar (4/8) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) kepada penyuluh pertanian dalam upaya mendukung penerapan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Strategic Irrigation Modernization Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang berlokasi di tiga kabupaten yakni Takalar, Pangkep dan Bone yang akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 Agustus 2020. TOT dilakukan secara daring di tengah kondisi pandemic Covid 19, berpusat di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Gowa. Peserta pelatihan dari 3 kabupaten mengikuti materi dari daerahnya masing-masing dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Pelatihan berlangsung 2 angkatan yang dilaksanakan secara paralel. Angkatan pertama yakni Kab. Pangkep sebanyak 22 orang, angkatan kedua terdiri dari peserta asal Bone 10 orang dan Takalar 14 orang, sedangkan peserta penyuluh provinsi 6 orang mengikuti angkatan sesuai wibinya masing-masing. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, Ir. Dr. Ir. Andi Ardin Tjatjo, MP. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan TOT ini untuk menjawab tantangan pertanian di Indonesia yang rentan terhadap perubahan iklim global. “Kita harus melakukan penyesuaian diri terhadap kondisi perubahan iklim, melakukan perencanaan yang lebih baik, mengurangi kemungkinan bencana karena iklim seperti banjir, kekeringan, dan longsor,”imbuhnya disela-sela sambutan. Pertanian cerdas iklim merupakan upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian di tengah perubahan ekstrim iklim global. Peningkatan produktivitas pertanian mendorong peningkatan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan. Saat ini SIMURP hadir di delapan provinsi di Indonesia dan di Sulsel sendiri berlokasi di wilayah yang merupakan daerah irigasi berkapasitas besar (>3.000 ha) yang menjadi kewenangan Pusat. Keberadaan irigasi ini diharapkan telah mengatasi salah satu faktor penting dalam usaha pertanian yakni pengairan. Peningkatan kapasitas penyuluh terkait pertanian cerdas iklim diantaranya dilakukan pelatihan budidaya pertanian yang tahan terhadap cuaca dan iklim, mengurangi risiko gagal panen, dan mengurangi efek gas rumah kaca. Pelatihan ini diharapkan akan menjadi bekal bagi penyuluh pertanian di daerah pengembangan SIMURP untuk menerapkan pertanian cerdas iklim. Memberikan pendampingan kepada para petani agar lebih tanggap terhadap dampak negatif perubahan iklim global sehingga produktivitas pertanian terjaga untuk mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional (dw).