ToT SIMURP Usai, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel Siapkan ToF SIMURP 2020
Makassar (8/8) – UPT Pelatihan SDM Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku telah melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi penyuluh pendamping SIMURP pada tanggal 4 hingga 8 Agustus 2020. Kegiatan dimaksudkan agar penyuluh pendamping sebanyak 52 orang menjadi pelatih/narasumber/fasilitator pelatihan Training of Farmer (ToF) yang direncanakan pada akhir Bulan Agustus. Petani yang akan dilatih merupakan anggota kelompoktani yang berada di lokasi SIMURP dari tiga kabupaten yakni Kab. Pangkep, Bone dan Takalar yang sebelumnya telah melalui proses Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). ToF SIMURP akan mengenalkan konsep pertanian cerdas iklim kepada petani meliputi pengelolaan air berselang, cara menghasilkan komoditi pertanian bernilai jual tinggi, penentuan waktu tanam berdasarkan kalender tanam dan cara pembuatan pupuk organik. Hartati, SP, MP, selaku Ketua Panitia TOT SIMURP mengharapkan para penyuluh yang telah mengikuti ToT SIMURP dapat menerapkan ilmunya yang telah diperoleh selama lima hari ini pada ToF SIMURP nanti, menyiapkan materi yang mudah dicerna oleh petani dan mempersiapkan segala sesuatunya pada ToF tersebut. “Kegiatan ToT SIMURP ini dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan pertanian sesuai arahan Menteri Pertanian antara lain menyediakan pangan bagi 265 juta jiwa, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan volume ekspor tiga kali lipat,”seperti disampaikan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Dr. Sabir, S. Pt, M.Si sebelum menutup acara ToT SIMURP. Lebih lanjut, beliau menegaskan,“Semua insan pertanian harus terlibat untuk mencapai tujuan tersebut. Penyuluh diharapkan dapat menginventarisir permasalahan pelaku utama dan tugas penyuluh bukan sekadar meningkatkan produksi tapi mengubah perilaku petani” Konsep pertanian cerdas iklim diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi petani untuk mendorong produktivitas pertanian di tengah kondisi pandemi covid 19 dan perubahan ekstrim iklim global. Perubahan iklim global merupakan hal yang tidak dapat dihindari akibat pemanasan global yang berdampak luas tak terkecuali pada sektor pertanian. Oleh karena itu, petani perlu dipersiapkan untuk menghadapi situasi tersebut. Hal ini sejalan dengan amanat Menteri Pertanian, bahwa pertanian tidak boleh berhenti dan harus terus berproduksi untuk menjaga ketersediaan pangan bagi negeri (dw).