Bertempat di poktan Ngate Tanawada Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tengara Timur, Tim Penyuluh Petanian (TPL) BPP Watukapu dan POPT Kecamatan Bajawa Utara melakukan ubinan padi sawah di lahan bapak Thomas Rota ketua poktan Ngate Tanawada (Jumad, 29 Mei 2020). Kegiatan ini dilakukan agar rasa kebersamaan dan keakraban antar anggota Kelompok Tani dan penyuluh petanian tetap terjaga ditengah pandemi wabah covid-19. Programer BPP Watukapu, Kristianus Neni Siga Taa, SST dalam arahan singkat sebelum kegiatan ubinan dimaksud, mengatakan Ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana. Kita cukup mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil dalam satu satuan luas panen komoditi padi sawah yang ingin kita ketahui hasilnya. cara untuk mengetahui perkiraan berapa jumlah yang akan didapat dalam budidaya tanaman padi pada saat panen. Jadi dengan metode pengubinan ini petani akan mengetahui perkiraan hasil panen padinya sebelum di panen seluruhnya. Sebelum melakukan Ubinan, terlebih dahulu diberikan penjelasan singkat oleh PPL Desa Uluwae Frumensius Gili Toy yang merupakan salah satu anggota TPL BPP Watukapu, tentang penetuan titik sample dan ukuran sample serta alat dan bahan yang digunakan dalam pengambilan ubinan. Dari hasil ubinan tersebut , diperoleh estimasi sebagai berikut: Potensi panen poktan Ngate Tanawada seluas 8 ha. luas panen/ubinan 0,40 ha Varietas yang dibudidayakan jenis cibogo Luas ubinan 2,5 m X 2,5 m Sample 1 : 7 kg, sample 2: 7 kg dan sample 3 : 9 kg, total hasil ubinan 23 kg dibagi 3 sample: 7,6 kg Hasil rata rata timbangan X 10.000 m² : luas ubinan = 7,6 kg x 10.000 m² : 6,25 = 12,16 ton/ha Hasil rata rata timbangan X 4.000 m² : luas ubinan = 7,6 kg x 4.000 m² : 6,25 = 4,8 ton POPT Kecamatan Bajawa Utara, Damianus Kodo, SST, setelah kegiatan ubinan mengatakan pihaknya sangat senang atas hasil yang didapat oleh petani di poktan Ngate Tanawada yang sudah melaksanakan proses budidaya padi sawah sesuai prosedur Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mulai dari pengolahan lahan sampai dengan panen. Thomas Rota petani yang lahannya diambil ubinan merasa bersyukur kepada Tuhan atas hasil panen yang baik kali ini. Petani yang pernah dikirim oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ngada untuk mengikuti pelatihan SL PTT di Lembor Manggarai Barat ini menjelaskan kepada penulis bahwa dirinya sudah tahu dan menerapkan 12 paket teknologi SL PTT proses budidaya padi sawah secara benar di sawah miliknya. Lebih lanjut Thomas mengucapkan terima kasih yang berlimpah atas perhatian pemerintah Kabupaten Ngada melalui BPP Watukapu yang terus mendampingi poktan yang dipimpinya. Turut hadir dalam kesepatan tersebut PPL Desa Inegena Yohanes Dole Meo, PPL Desa Waewea Yustus Lopi, PPL desa Wololika Lodiana Go Huler dan segenap anggota poktan Ngate Tanawada. Penulis: Yohanes Dole Meo,S.Pt (Penyuluh Pertanian Desa Inegena) Editor : Yustus Lopi (admin Kapu BPP Watukapu)