Loading...

TRADISI WIWITAN AWALI UBINAN DI DESA KARANGGENENG, BOYOLALI

TRADISI WIWITAN AWALI UBINAN DI DESA KARANGGENENG, BOYOLALI
TRADISI WIWITAN AWALI UBINAN DI DESA KARANGGENENG, BOYOLALI Wiwitan adalah tradisi budaya yang dilakukan petani pada saat akan panen raya. Tradisi ini merupakan perwujudan rasa syukur petani dan doa agar panen ini berkah demikianlah disampaiakn Bapak Haryono selaku ketua Kelompok Manunggaling Karyo. Ubinan di Desa Karanggeneng dilakukan di Kelompok Manunggaling Karyo pada hari kamis 7 Januari 2015. Ubinan dimakduskan untuk mengetahui hasil panen dan mengevaluasi usaha budidaya padi. Kepala UPTD Pertanian Lailia Widawati Shut menyampaikan bahwa Kelompok manunggaling karyo merupakan salah stu kelompok penerima kegiatan SRI tahun 2015. Total kegiatan SRI tahun 2016 di Kecamatan Boyolali mencapai 160 Ha. Dalam pengarahannya Kabui Sarana Prasarana Bapak Ibnu Sutopo menyempaiakan bahwa system tanam SRI merupakan salah satu metode tanam dengan pronsip-prinsip tertentu diantaranya tanam biit muda dibawah 20 hari, jarak tanam 25x25 dan pelaksanaan pengendalian hama terpadu. Pemerintah memberikan bantuan untuk pelaksanaan SRI ini Rp. 2.250.000,-/Ha. Pada ubinan kali ini dilaksanakan dilahan milik Bapak Suparji dengan hasil mencapai 9,2 ton per hektar. Hasil tersebut lebih tinggi 2,7 ton dari rata-rata produksi di Kabupaten Boyolali yang hanya 6,5 Ton/ha. Hal ini membuktikan bahwa system Tanam SRI mampi meningkatkan hasil panen petani. Untuk itulah diharapkan petani kembali menerapkan system tanam SRI pada musim tanam yang akan datan. Asis Susilawati selaku koordinator penyuluh Kecamatan Boyolali menekankan kepada petani akan pentingnya penerapan SRI. Indikator keberhasilan SRI terlihat juga dari banyaknya anakan pada rumpu padi. Selain itu juga dengan penerapan pengairan berselang ternyata efektif meningkatkan produksi. Dengan pengairan berselang sinar matahari dapat masuk maksimal ke tanah dan kelembaban dapat dijaga dengan baik. Hal ini akan mencegah serangan hama penyakit seperti sundep, blast dll. Ditambahkan juga agar petani menggunakan pupuk organik sehingga kesuburan tanah akan dapat dijaga.Kegiatan SRI di Desa Karanggeneng ini dilaksanakan dengan luasan mencapai 40 hektar. Kegiatan SRI pada musim tanam ini di damping oleh Wahyu Winanti penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Kecamatan Boyolali. Wahyu merasa senang dan puas akan kerja sama para petani di Kelompok Manunggaling Karyo sehingga pelaksanaan program SRI berjalan dengan baik dan hasil panen bias meningkat. Pada akhir kegiatan ubinan ini petani banyak memberikan masukan dan kendala. Bapak Haji Marjuki menyampaikan bahwa kesulitan dalam melaksanakan tanam serentak karena keterbatasan pengairan yang harus begilir dan tenaga tanam. Atas persoalan tersebut bapak Ibnu selaku Kabid Sarana Prasarana Distanbunhut Kabupaten Boyolali akan berusaha membantu pada kegiatan Tahun 2016 (Wahyu Winanti STP)